Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Jalur Gaza Hamas akan tunduk kepada Fatah Jumat ini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 November 2017 17:21 5:21 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 November 2017 17:21
Bagikan
Perwakilan Hamas dan Fatah bertemu di Mesir
Bagikan

Hidayatullah.com–Harakat al-Muqawwamatul Islamiyyah (Gerakan Perlawanan Islam/Hamas) akan mengakhiri satu dekade kekuasaannya di Jalur Gaza Otoritas Palestina (PA), pimpinan Presiden Mahmoud Abbas (Mahmud Abbas) hari Jumat ini sebagai langkah pemerintah persatuan.

Otoritas Palestina  seharusnya sudah memegang kendali atas Jalur Gaza pada Jumat (01/12/2017) nanti sesuai dengan kesepakatan rekonsiliasi Hamas dan Fatah yang ditandatangani pada Oktober lalu,  lansir AFP, Selasa (28/11/2017).

Direktur informasi otoritas perbatasan Palestina, Hisham Adwan, menuturkan pemerintah akan memegang kendali penuh atas perbatasan tersebut. Sejumlah instalasi dilaporkan mulai dilucuti dan dibongkar pada beberapa wilayah yang dahulu dikontrol oleh Hamas tersebut, tulis AFP.

Bendera Palestina dan Mesir, sebagai perantara rujua dua gerakan ini (Hamas dan Fatah), juga tampak dikibarkan di Perbatasan Rafah. Sejumlah foto Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Mesir Abdul Fattah al-Sisi  dipasang di beberapa sudut wilayah tersebut.

Baca: Rujuk Fatah-Hamas Disambut Baik, Penjajah Israel Meradang

Hamas, yang selama ini ditakuti Barat dan Penjajah Israel, setuju berdamai dan menyerahkan kekuasaan di Gaza pada pemerintah Palestina yang dipimpin Abbas dan didukung Fatah. Namun Hamas tak akan akan melucuti senjatanya selama masih ada penjajahan Israel.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Sayap militer Hamas diperediki memiliki 25 ribu anggota gerakan, tetap berkuasa di Jalur Gaza. Para pejabat dari Fatah juga mengkritik lambatnya kemajuan dalam penyerahan kekuasaan kepada PA.

Hamas menguasai Gaza sejak tahun 2007 dengan memenangkan suara mayoritas dalam Pemilu, namun Amerika dan Israel jutru tidak mengaku kemenangana itu bahkan mendukung Fatah yang sekuler. Fatah akhirnya mendominasi Tepi Barat, sementara Hamas menguasai Jalur Gaza.

Penjajah Israel bahkan menerapkan berlakukan blokade terhadap Gaza selama satu dekade terakhir. Di saat yang sama, Mesir juga menutup perbatasannya beberapa tahun terakhir. Sikap Hamas ini juga membut Penjajah Israel tiga kali menyerang Gaza,  terakhir tahun 2014.

Baca: Babak Pertama Dialog Hamas-Fatah Positif

Warga Gaza sendiri berharap kesepakatan penyerahan kekuasaan dalam pemerintahan nasional ini akan membantu mengurangi penderitaan mereka akibat blockade penjajah. Termasuk urusan infrastruktur dasar seperti listrik dan suplai air bersih.

“Semua yang kami inginkan adalah peningkatan situasi ekonomi dan dibukanya perbatasan,” ucap salah satu warga Gaza, Abu Abed Abu Sultan (53), yang berprofesi sebagai penjual kopi. Abu Sultan sebelumnya bekerja sebagai penjahit di perusahaan yang mengekspor ke Israel sebelum blokade diberlakukan.

“Kami tidak banyak meminta — kami hanya ingin hidup seperti belahan dunia lainnya. Saya takut rekonsiliasi akan gagal seperti sebelumnya,” imbuhnya.

Hari Senin (27/11/2017), perwakilan Hamas bertemu delegasi Mesir yang tiba di Jalur Gaza untuk memantau pelaksanaan kesepakatan rekonsiliasi.

Baca: Hamas-Fatah Sepakat Rujuk, Perbatasan Rafah Dibuka

Pertemuan ini dihadiri Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah dan Ketua Gerakan Hamas di Jalur Gaza Yahya Sinwar. Sementara delegasi Mesir diwakili oleh Konsulat Jenderal Mesir di Palestina Khaled Sami dan seorang jenderal intelijen Mesir Hammam Abu Zaid.

Kepada delegasi Mesir, Gerakan Hamas menyampaikan langkah-langkah yang telah ditambil gerakan untuk memudahkan pemerintah konsensus Palestina melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di Jalur Gaza.

Hamas menegaskan, pemerintah harus menepati janjinya sesuai dengan kesepakatan Kairo 2017, di mana pemerintah wajib membayar gaji seluruh pegawai di Jalur Gaza, mulai dari gaji bulan November, tulis Palinfo.

Sementara delegasi Mesir menegaskan bahwa Kairo komitmen untuk memantau dengan seksama dan terpercaya terhadap proses pelaksanaan kesepakatan Kairo.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaFatahGerakan Perlawanan IslamHAMASHarakah Al-Muqawwamah Al-lslamiyahisraelJalur Gazapalestinapemerintah Persatuanpenjajah IsraelQuartet InternasionalrekonsiliasiYahya Sinwar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspadai Bahaya Lisan, Gunakan untuk Berzikir
Tulisan selanjutnya Wali Kota Altena Jerman Ditikam, karena Pro-Migran atau Tidak Bekerja dengan Baik?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Syeikh Jarrah palestina
Berita

Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Berita
3 September 2026 19:12
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?