Hidayatullah.com–Kementerian Pertanian di Gaza meresmikan dimulainya musim panen kurma, di tangah produksi melimpah, namun permintaan dan pemasaran lemah karena blokade dan meningkatnya kemiskinan.
Wakil Menteri pertanian di Gaza, Ibrahim al Qudra, sepeti dikutip Palestine Information Centre (PIC) mengatakan, musim panen kurma tahun ini cukup baik, meski cuaca panas mempercepat masa panen dua pekan dari waktu seharusnya.
Musim panen hadir lebih awal, meski kondisi perekonomian lagi sulit, namun kondisi ini menghadirkan ide pemasaran di tingkat lokal. Terdapat 12 ribu ton produksi kurma merah dari area seluas 11 ribu 500 acre, 8 ribu acre di antaranya tengah berbuah.
Kementerian bertugas memantau para petani dan memberikan pengarahan agar menghasilkan panen yang baik, dan melarang impor tangkai kuning saat ini, sampai tangkai merah dipasarkan.
Sementara petani Abu Antar Barkah berusia 50 tahun merasa pesimis bisa memasarkan hasil pertaniannya, di tengah krisis ekonomi yang menerpa Gaza akibat blokade penjajah ‘Israel’ terhadap Gaza yang telah berlangsung selama 12 tahun lebih.
Krisis ekonomi menerpa semua sektor kehidupan di Gaza, dan menyebabkan tingkat pengangguran bertambah. Sejumlah upaya tengah dilakukan untuk mencabut blockade, termasuk pawai kepulangan akbar yang digelar sejak 30 Maret di perbatasan Timur Gaza, dan sejumlah dialog yang dilakukan faksi Palestina dengan sponsor Mesir, namun belum membuahkan hasil.
Investasi Menjanjikan
Makmun Jasser, ketua Asosiasi Petani Kurma Palestina, namun menjadi perhatian dan mengalami pengembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Sektor perkebunan kurma di Palestina sedang mengalami perkembangan dalam produksi dan penyerapan tenaga kerja, membuka pasar-pasar baru dan swasembada, sebuah sektor yang patut mendapat perhatian. Sektor ini merupakan minyak Palestina berikutnya, dan akan meningkatkan tingkat pendapatan bruto nasional,” kata Jasser kepada PIC belum lama ini.
Jasser menekankan bahwa kurma Palestina di ekspor ke 20 negara, yang terakhir ke Indonesia, yang menerima kurma Palestina tanpa memberlakukan cukai untuk mendukung petani Palestina.
Para petani di Lembah Yordan saat ini telah meningkatkan penanaman kurma dan perhatiannya pada sektor ini. Hassan Natsheh, Direktur Departemen Pengembangan Pertanian di Kementerian Pertanian Palestina, mengatakan bahwa sektor perkebunan kurma di Lembah Yordan, terutama di utara, mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan.
Dia menyatakan bahwa sektor ini mencakup sekitar 370 ribu pohon kurma. Kondisi yang membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. Jumlah kebutuhan tenaga kerja di sektor ini sekitar 6.200 pekerja dan buruh. Diperkirakan jumlahnya akan meningkat di tahun-tahun mendatang sekitar 12 ribu pekerja sampai 17 ribu pekerja.
Dalam sebuah wawancara eksklusif kepada PIC, Natsheh mengatakan, “Tingkat produksi kurma dari wilayah Palestina pada 2017 mencapai 17 ribu ton. Sementara produksi tahun 2018 ini diperkirakan akan meningkat hingga 20 ribu ton.”
Kurma yang dihasilkan para petani Lembah Yordan mejadi pesaing utama kurma yang dihasilkan para petani ‘Israel’. Di mana kurma Palestina dijual dengan harga kurang 20-30% dari harga kurma ‘Israel’.*