Hidayatullah.com—Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang berbasis di Gaza dan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang berbasis di Tepi Barat yang diduduki berbicara melalui telepon pada hari Kamis (13/8/2020). Pembicaraan ini sebagai tanggapan menyusul pengumuman kesepakatan normalisasi antara Uni Emirat Arab dan Zionis ‘Israel’.
“Haniyeh menolak semua deklarasi dan keputusan sepihak yang berusaha untuk menghapus hak-hak Palestina dan melanggar resolusi internasional,” rilis pernyataan itu dikutip dari kantor berita Palestina Wafa Kamis (13/8/2020).
Dalam pembicaraan ini Haniyeh menegaskan posisi para pemimpin di Palestina bahwa mereka akan terus mewujudkan keinginan rakyat Palestina, yakni membangun Palestina yang berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.
Atas kesepakatan ini Kementerian luar negeri Palestina pada hari yang sama menarik duta besarnya untuk UEA sebagai tanggapan pengumuman kesepakatan normalisasi antara Uni Emirat Arab dan Zionis ‘Israel’.
UEA menjadi negara Arab ketiga yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.*