Hidayatullah.com – Sejumlah warga Palestina terbakar hidup-hidup setelah tenda pengungsian mereka di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa dihantam serangan “Israel” pada Ahad malam (13/10/2024).
Pertahanan sipil di Gaza menyebut serangan tersebut mengakibatkan kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 30 tenda dan warga sipil yang berlindung di dalamnya. Api yang berkobar telah menyebar ke rumah sakit itu sendiri ketika kru pertahanan sipil mencoba untuk menahannya.
Menurut data yang telah dikonfirmasi, sekitar tiga warga Palestina tewas dan lebih dari 40 lainnya terluka dalam pemboman “Israel” terhadap tenda-tenda darurat pengungsi Palestina di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir Balah, Gaza Tengah.
Pertahanan sipil menegaskan bahwa tidak ada satu pun tempat yang aman di Jalur Gaza, dengan serangan terbaru terhadap warga sipil dan pasien di rumah sakit menjadi bukti.
‘Israel’ membantai anak-anak di sekolah
Sebelumnya, “Israel” juga melancarkan pembantaian lain di Sekolah al-Mufti, Nuseirat, Gaza Tengah. Serangan udara itu membunuh 22 warga Palestina, termasuk 15 anak-anak dan seorang wanita, dan melukai 80 orang lainnya.
Kantor Media Gaza menegaskan bahwa penjajah “Israel” sengaja mengebom sekolah tersebut, karena mereka tahu bahwa sekolah itu menampung ribuan warga sipil yang mengungsi. Padahal, sekolah tersebut tidak berada dalam zona tempur yang telah ditetapkan militer “Israel” sendiri.
Gerakan perlawanan Palestina mengutuk kedua pembantaian tersebut, dengan mengatakan bahwa keduanya mencerminkan kemunafikan dunia, yang tetap diam ketika warga sipil tak berdosa menanggung beban agresi “Israel” yang melanggar semua nilai kemanusiaan dan hukum internasional.
“Kejahatan zionis yang penuh dendam terhadap warga sipil tak berdosa dan tak bersenjata ini terjadi setelah tentara penjajah pengecut itu menerima pukulan yang menyakitkan dari perlawanan Palestina dan Lebanon, yang bertujuan untuk mematahkan semangat perlawanan dan perlawanan di kalangan rakyat dan bangsa kita.”
Otoritas Kesehatan Gaza setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban syahid Palestina akibat serangan “Israel” sejak 7 Oktober telah meningkat menjadi 42.227 korban yang dilaporkan, dengan tambahan 98.464 orang mengalami luka-luka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.*