Hidayatullah.com | Serdadu Israel masih belum berhenti menbuat kerusakan sejak menembaki jamaah shalat tarawih di Masjidil Aqsha. Di bawah ini kronologi singkat penembakan dan pengepungan penjajah di saat umat Islam tengah mengakhiri bulan Ramadhan.
-Kamis malam alias malam Jumat (6/5) jamaah shalat terawih di Masjidil Aqsha membludak. Bukan hanya di dalam tapi meluber sampai ke halaman luar. Tidak hanya laki-laki dewasa. Perempuan dan anak-anak juga menghadiri shalat tarawih di malam ganjil, malam ke 25.
– Sebagaimana diyakini umat Islam seluruh dunia, malam2 ganjil pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan malam turunnya lailatul qadar. Apalagi malam ganjil itu bertepatan malam Jumat, banyak ulama berpendapat merupakan saat turunnya lailatul qadar.
– Karena merupakan malam ganjil, meskipun shalawat tarawih sudah selesai jamaah yang ada dalam maupun halaman Masjidil Aqsha tidak kunjung membubarkan diri. Sebagian besar dari mereka ingin melanjutkan dengan I’tikaf, berburu lailatur qadar.
– Polisi Israel membubarkan jamaah yang masih tinggal, baik di halaman luar maupun di dalam masjid. Cara polisi membubarkan dengan paksa umat Islam ini, baik dengan cara memukul maupun mengeluarkan dengan paksa. Bahkan kepada wanita dan anak-anak mereka perlakukan sama. Dibubarkan dengan kasar.
– Cara yang kasar ini menimbulkan perlawanan dari jamaah, apalagi setelah terlihat korban pemukulan adalah wanita dan anak-anak. Para laki-laki tidak tinggal diam. Maka terjadilah bentrok jemaah dengan aparat keamanan Israel.
– Sebagai tambahan informasi, beberapa hari ini sebelum malam ganjil ini sejumlah insiden menimpa warga Palestina. Misalnya sejumlah warga Palestina diusir dari rumahnya oleh warga Yahudi, lalu rumahnya diambil alih. Ada juga beberapa kebun zaitun milik warga Palestina yang umurnya puluhan tahun dibakar warga Yahudi. Aparat keamanan yang ada di tempat kejadian tidak melakukan tindakan apapun. Biasanya memang begitu, sepanjang insiden itu menimpa warga Palestina, aparat keamanan akan diam saja. Tidak sebaliknya.
– Sebagian (besar) jamaah memilih tidak membubarkan diri. Melanjutkan I’tikaf hingga pelaksanaan shalat Jumat. Peringatan dari aparat keamanan Israel tidak digubris. Bahkan sepanjang malam hingga pagi ketegangan semakin tidak kunjung reda.
– Selesai shalat Jumat warga Palestina yang ada di dalam masjid maupun di halaman bersiap melakukan protes atas berbagai kejadian yang menimpa umat Islam. Termasuk atas insiden yang terjadi dalam beberapa hari sebelumnya. Yaitu pengusiran dari rumah dan pembakaran kebun zaitun milik orang Palestina oleh warga Yahudi.
– Keadaan setelah shalat Jumat ini menimbulkan ketegangan. Insiden dan bentrok tidak terelakkan lagi. Dan berlanjut pada pengepungan dan penembakan jamaah di dalam Masjidil Aqsha.
– Inilah yang terjadi hingga saat ini. Pengepungan, penembakan masih berlangsung. Sementara perlawanan dari para pemuda juga tidak mengendor.
– Sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin Alqassam sudah menyampaikan pernyataan bahwa mereka segera akan melakukan balasan pada Israel. “Pimpinan kami tidak akan menyelisihi janji,” kata Abu Ubaidah, juru bicara Al-Qassam.* Hariono, dari berbagai sumber