Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menteri Tenaga Kerja Otoritas Palestina Mengundurkan Diri di Tengah Protes Anti-Pemerintah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juni 2021 22:38 10:38 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juni 2021 06:00
Bagikan
Otoritas Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com — Menteri tenaga kerja di Otoritas Palestina (OP) akan mengundurkan diri, seorang anggota partainya mengatakan pada hari Ahad (27/06/2021). Pengunduran diri tersebut bersamaan dengan pengunjuk rasa yang berbaris untuk hari keempat menuntut agar Presiden OP Mahmoud Abbas mundur, lansir Al Jazeera.

Partai Rakyat Palestina sayap kiri telah memutuskan untuk mundur dari pemerintahan OP yang dipimpin Fatah karena “kurang menghormati hukum dan kebebasan publik”, ungkap anggota komite pusat Issam Abu Bakr.

Nasri Abu Jaish, menteri tenaga kerja dan perwakilan Partai Rakyat di pemerintahan, karena itu akan mengundurkan diri pada hari Senin (28/06/2021), Abu Bakr mengatakan kepada AFP.

Pengumuman itu menyusul protes keras selama tiga hari terhadap Otoritas Palestina (OP), yang dipicu oleh penangkapan dengan kekerasan dan kematian seorang aktivis dalam tahanan.

Nizar Banat, 43 tahun yang dikenal karena video media sosial yang mengecam dugaan korupsi di dalam OP, wafat pada hari Kamis (24/06/2021) tak lama setelah pasukan keamanan menyerbu rumahnya dan menangkapnya dengan kejam, kata keluarganya.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Pada Ahad malam, pengunjuk rasa menentang pengerahan pasukan keamanan yang besar, memegang foto-foto aktivis saat mereka berbaris di Tepi Barat yang diduduki “Israel”, di kota asal Banat, Hebron.

Di Ramallah, markas OP, pengunjuk rasa menuntut mereka yang bertanggung jawab atas kematian Banat dimintai pertanggungjawaban, sementara beberapa pendukung Partai Fatah Abbas berkumpul untuk meneriakkan slogan-slogan yang mendukung presiden.

OP telah mengumumkan pembukaan penyelidikan atas kematian Banat, tetapi tidak banyak membantu meredakan kemarahan di jalanan.

Menurut otopsi, luka-luka menunjukkan bahwa Banat telah dipukuli di kepala, dada, leher, kaki dan tangan, dengan waktu kurang dari satu jam antara penangkapannya dan kematiannya, kata ahli patologi Samir Abu Zarzour.

Pada hari Sabtu (26/06/2021), pengunjuk rasa di Ramallah melemparkan batu ke pasukan keamanan Palestina dan menyerukan agar Abbas yang berusia 86 tahun mundur. Pasukan OP melepaskan tembakan dengan rentetan tabung gas air mata, dengan laporan beberapa terluka.

Di antara yang terluka adalah reporter pemenang penghargaan Middle East Eye Shatha Hammad, yang dibawa ke rumah sakit setelah dipukul langsung di wajahnya oleh tabung gas air mata.

“Itu disengaja,” kata Hammad. “Saya berdiri dengan semua jurnalis di area yang ditentukan. Mereka menargetkan saya secara langsung. Jelas kami semua jurnalis.”

Dia mengatakan, sebelum dia dipukul dengan tabung gas, petugas telah melemparkan batu ke arahnya.

Tiga wartawan lainnya terluka dalam tindakan keras itu, termasuk Fayhaa Khanfar dan Saja al-Elmi, yang diserang dan dipukuli oleh petugas keamanan. Ponsel mereka juga disita.

Serikat wartawan Palestina mengutuk serangan oleh pasukan keamanan terhadap wartawan yang meliput protes.

“Penargetan wartawan oleh petugas keamanan adalah perkembangan baru yang serius dalam serangan gencar terhadap kebebasan berekspresi dan media,” kata serikat pekerja dalam sebuah pernyataan, menurut Reuters.

Kekuatan Terbatas

Banat telah terdaftar sebagai kandidat dalam pemilihan parlemen Palestina, yang telah ditetapkan pada Mei sampai Abbas menundanya tanpa batas waktu.

Mandat asli Abbas berakhir pada 2009, dan sejak itu dia memerintah dengan dekrit.

Pada bulan Mei, Abbas menyatakan bahwa pemilihan legislatif dan presiden yang ditetapkan masing-masing untuk Mei dan Juni tidak boleh diadakan sampai Zionis “Israel” menjamin pemungutan suara dapat dilakukan di Yerusalem Timur yang dicaplok.

Selain memegang kursi kepresidenan, Abbas juga ketua Fatah dan presiden Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yang diakui secara internasional mewakili Palestina.

Tapi Fatah menghadapi tantangan yang berkembang dari saingan lamanya, organisasi Islam militan Hamas, yang menguasai daerah kantong pantai Palestina di Gaza.

Otoritas Palestina menjalankan kekuasaan terbatas atas sekitar 40 persen Tepi Barat, yang diduduki oleh Israel sejak Perang Enam Hari tahun 1967.

Penjajah “Israel”, yang mengontrol semua akses ke wilayah itu dan berkoordinasi dengan OP, secara langsung mengelola 60 persen sisanya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anti pemerintahMahmoud AbbasOtoritas Palestinapalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fesyen Ikut Sumbang PDB, Sandiaga Uno Berharap Indonesia jadi Pusat Fesyen Muslim Dunia
Tulisan selanjutnya Mesir Yordania Irak Berupaya Dekati Irak, Pemimpin Mesir dan Yordania Kunjungi Baghdad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Terbaru

  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?