Hidayatullah.com— Penjajah ‘Israel’ hari Ahad menghancurkan rumah yang ditempati oleh keluarga seorang pejuang Palestina di Yerusalem (Baitul Maqdis) timur, yang dituduh membunuh tujuh orang di sebuah sinagog Yahudi.
‘Israel’ juga mengumumkan rumah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang menembak dua orang pendatang haram Yahudi, juga menghadapi tindakan yang sama ‘padahal serangan itu hanya menyebabkan luka serius pada korban’.
Remaja itu ditangkap dan ditembak setelah serangan di lingkungan Silwan di Yerusalem timur. Penghancuran rumah tersebut merupakan bagian dari langkah untuk menghukum keluarga pejuang Palestina menyusul lonjakan perlawanan Palestina yang telah menyebabkan puluhan warga Palestina gugur bulan ini, yang memicu kekhawatiran global.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melalui panggilan telepon ke Perdana Menteri ‘Israel’, Benjamin Netanyahu mendesak semua pihak untuk menghindari ‘eskalasi kekerasan’, kata kantor kepresidenan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, yang dijadwalkan tiba di Yerusalem hari ini, akan membahas langkah-langkah untuk meredakan ketegangan, sedangkan Puas Francis kemarin, menyayangkan ‘tingkat kematian yang terus meningkat’.
Sementara Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam panggilan telepon ke rekan-rekannya di ‘Israel’, juga menyerukan ‘tanggung jawab maksimum’ untuk mengakhiri kekerasan.
Langkah Kabinet Netanyahu untuk menghukum ‘keluarga pejuang yang melakukan serangan’ menyusul dua penembakan yang menargetkan warga ‘Israel’.
Pemerintah berencana untuk mencabut hak tunjangan jaminan sosial bagi keluarga penyerang, dan sudah mempertimbangkan untuk memudahkan warga sipil ‘Israel’ mengakses senjata api.
Melalui tindakan pertamanya, Kabinet Netanyahu mengatakan, rumah Khayri Alqam, 21, yang ditembak mati oleh polisi zionis setelah serangan hari Jumat ‘akan disita segera sebelum kediaman di Yerusalem timur dihancurkan’.
Polisi penjajah mengatakan ibu Alqam termasuk di antara lima dari 42 tersangka yang ditangkap setelah insiden penembakan di pemukiman Neve Yaakov dan masih dalam tahanan, kemarin.
‘Israel’ secara teratur menghancurkan rumah warga Palestina. Dalam kasus rumah Alqam, ahli hukum Dani Shenhar, yang mewakili kelompok aktivis ‘Israel’, HaMoked, mengatakan tindakan semalam menunjukkan keinginan kuat ‘Israel’ untuk ‘membalas dendam’.
“Tindakan ini dilakukan ‘tanpa menghormati hukum’ dan HaMoked akan mengajukan protes ke jaksa agung ‘Israel’. Pergolakan di Palestina diperkirakan akan menjadi agenda utama saat Blinken bertemu Netanyahu, sebelum berangkat ke Ramallah di Tepi Barat untuk bertemu dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, kutip AFP.*