Hidayatullah.com— Sebuah kelompok pemukim ilegal ‘Israel’ telah mengkampanyekan kepada para pengikutnya untuk membawa hewan hidup ke kompleks Masjid Suci Al-Aqsha minggu depan dan menyembelihnya sebagai pengorbanan pada Hari Paskah.
Gerakan ekstremis Temple Mount meminta pengikutnya pada Selasa malam untuk berkumpul di pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsha pada malam hari raya Paskah umat Yahudi, yang akan berlangsung pada 5 April.
Menanggapi hal ini, Syeikh Omar Al Kiswani, Direktur Masjid Al-Aqsha, mengatakan kepada Al-Araby Al-Jadeed, bahwa pengumuman itu “sangat membahayakan”.
Dia bersumpah bahwa otoritas masjid suci akan menghentikan ulah para pemukim halam untuk melakukan kurban. “Inilah yang kami sampaikan kepada pendudukan, dan kami menuntut agar mereka mengendalikan para pemukim ekstremisnya,” katanya dikutip The New Arab.
“Invasi seperti ini sering terjadi padahal orang Yahudi yang taat tidak bisa masuk ke ruang suci dengan sengaja ketika mereka dalam situasi buruk,” tambahnya.
Analis politik Rasem Obeidat memperingatkan bahwa pengorbanan ini akan menyebabkan “ledakan” perlawanan di gerbang kompleks Al-Aqsha. “Otoritas Al-Aqsha akan mencegah pemukim ilegal melanjutkan rencana mereka, dan kami tidak akan mengizinkan pemukim memasuki wilayah dengan hewan hidup.
Menurut Obeidat, tindakan semacam ini akan melahirkan perlawanan bahkan mencetuskan pesa sebagaimana yang terjadi pada Mei 2021.
“Jika mereka memberlakukan ancaman mereka dengan dukungan dari pemerintah ekstremis mereka, masalah mungkin meledak di seluruh wilayah Palestina, seperti pertempuran Saif Al-Quds (Pedang Baitul Maqdis) yang terjadi pada Mei 2021 – sebenarnya itu bisa dalam skala yang lebih luas yang dapat menyebabkan perang regional,” kata Obeidat, merujuk pada perang 10 hari antara Hamas dan ‘Israel’ pada tahun 2021 yang dipicu oleh serangan polisi Israel terhadap jamaah di Al-Aqsha.
Sementara itu, puluhan pemukim Israel menyerbu Komplek Masjid Al-Aqsha Rabu dini hari di bawah perlindungan ketat polisi penjajah.*