Hidayatullah.com – Hampir satu juta warga Palestina yang mengungsi di Gaza menghadapi risiko cuaca dingin dan hujan ekstrem pada musim dingin ini, ungkap badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Ahad.
“Para pengungsi di Gaza membutuhkan perlindungan dari hujan dan cuaca dingin. Hanya sekitar 23% dari kebutuhan ini yang telah terpenuhi, meninggalkan 945.000 orang yang berisiko terpapar pada musim dingin ini,” kata badan PBB tersebut lansir Anadolu (09/12/2024).
UNRWA mengatakan bahwa warga sipil Palestina di pusat kota Deir al-Balah dan di seluruh daerah kantong “mencari di antara reruntuhan rumah mereka yang hancur, mencoba menyelamatkan apa yang tersisa setelah serangan udara Israel.”
“Ketika serangan terus berlanjut, korban sipil meningkat, dan rumah-rumah serta infrastruktur vital menjadi reruntuhan,” kata laporan itu.
“Kerugian manusia akibat perang ini tak terbayangkan,” kata UNRWA, mengulangi seruannya untuk gencatan senjata segera di Gaza untuk mencegah penderitaan lebih lanjut.
Entitas zionis ‘Israel’ melancarkan perang genosida di Jalur Gaza setelah serangan Hamas Oktober 2023, menewaskan lebih dari 44.600 orang, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak, dan melukai hampir 106.000 orang.
Di tahun kedua perang genosida itu, penjajah ‘Israel’ menuai banjir kecaman internasional yang semakin banyak. Para pejabat negara dan lembaga dunia menyebut serangan dan pemblokiran bantuan adalah upaya disengaja untuk menghancurkan sebuah populasi.
Pada tanggal 21 November, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri ‘Israel’, Benjamin Netanyahu, dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant, atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
‘Israel’ juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perang mematikan di Gaza.*