Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Nazzar Rayyan, Ulama Mujahid dari Kamp Jabaliya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Januari 2016 09:32 9:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Januari 2016 09:32
Bagikan
Syekh Mujahid Nazzar Rayyan saat memimpin Demostrasi besar-besar pada tahun 2004, melindungi rumah para Mujahidin dari serangan udara Zionis di Kamp Jabaliya
Bagikan

“Dia menghidupkan malamnya dengan berjaga-jaga (Ribath). Tiba siang hari dia berubah menjadi seorang ulama yang berjalan-jalan diantara 5000 kitab ilmu di perpustakaan pribadinya,” demikian HAMAS mensifatinya, lewat akun twitter remsi @hamasinfo, Jum’at (01/01/2016) kemarin.

Syeikh Nazzar Rayyan, putera asli Palestina ini (1959-2009) menyelesaikan program sarjananya jurusan Ushuludin di Universitas Muhammad Bin Su’ud, Riyadh tahun 1982.

Kemudian menyabet gelar doktor dalam cabang ilmu hadis di universitas yang sama pada tahun 1994. Saat genderang perang ditabuhkan, Syeikh Mujahid Nazzar Rayyan bergegas kembali ke kampung halamannya, memenuhi panggilan tersebut.

1 Januari 2009, tepatnya lima tahun yang lalu, Syeikh berpulang. Melalui laman resmi hamas,ps (01/01/2016), Harakah Muqawamah Islamiyah/Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) merilis video singkat berdurasi 1 menit dan 48 detik, demi mengingat kembali Sang Legenda.

Ulama pejuang yang bertempur dengan pena dan pedang. Mengobarkan api jihad dari atas mimbar, kemudian memimpin pasukan di sepanjang lorong-lorong perlawanan.

Rayyan, demikian teman-teman biasa memanggilnya, termasuk dari sekian banyak warga palestina yang diusir oleh Zionis Yahudi dari kampung halamannya. Dia bersama keluarga hidup dan tumbuh di Kamp Jabaliya, Gaza.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Pada tahun 2004, Zionis mengancam akan menyerang habis Kamp Jabaliya, hendak menghancurkan rumah para mujahidin.

Maka Syeikh Nazzar Rayyan memimpin satu gerakan besar serentak, demonstrasi besar-besaran “pasang badan” di atap-atap rumah. Mendapati tindakan yang di luar nalar itu, pesawat tempur Zionis tidak berani melancarkan serangan.

Kecintaannya pada tanah kelahiran, tumbuh subur oleh ilmu agama yang dia dapatkan dari bangku perkuliahan dan halaqah-halaqah ilmu.

Nazzar Rayyan banyak berguru kepada ulama-ulama Hijaz (Saudi). Kematangan dalam memahami agama itu mengantarkannya kepada pemahaman yang utuh tentang jihad.

“Dengan idzin Allah saya mengajar di sekolah-sekolah agama. Namun ketika datang panggilan berjihad, saya tinggalkan murid-murid saya. Karena, jika saya tidak melakukan itu, murid-murid saya yang akan habis dibunuh!” katanya.

“Syariat Islam sudah jelas menjelaskan kepada kita. Bila mana kaum kafir datang hendak memporak-porandakan negeri Muslim, maka wajib bagi setiap laki-laki dan perempuan untuk melawan. Sesuai kemampuannya. Jika sebagain tidak sanggup megangkat senjata, maka buatlah makanan untuk para mujahidin,” tambahnya suatu ketika.

Semangat Tak Padam

Lika-liku perjuangan sudahlah dilalui oleh Syeikh Mujahid Nazzar Rayyan. Empat tahun dia mendekam di balik jeruji Zionis. Pun berkali-kali Otoritas Palestina memenjarakannya. Namun api perjuangan di dadanya tidak juga padam.

Syeikh Nazar Rayyan2
Rutinitas Syekh Mujahid bila malam tiba. Memimpin barisan Mujahidin di lorong-lorong perlawanan [hamas.ps]
Tahun 2001 anak laki-lakinya, Ibrahim yang sangat dia cintai berpulang, syahid dalam sebuah pertempuran. Hal itu hanya menambah kobaran semangat jihad di dalam diri dan keluarganya.

Bahkan kesudahan mereka sekeluarga pun begitu indah. Pada tahun 2004, ketika berkecamuknya Perang Furqan, pesawat tempur Zionis-Israel meluncurkan sebuah rudal yang seketika meluluh lantahkan rumahnya. Menewaskan dia, empat istri, dan 10 anaknya.

Syeikh Mujahid Nazzar Rayyan telah berpulang. Keluarganya pun menyertainya dalam kesyahidan itu. Namun perjuangan tiada akan berhenti. Cita-cita Sang Legenda tetap hidup. Hidup bersama ribuan anak dan pemuda Gaza yang menimba ilmu padanya.

“Tembok-tembok (al-Quds-rep) itu akan kembali, walaupun kini kita hanya bisa melihatnya dari kejauhan.  Dengan senajta ini kita mempersiapkan kekuatan. Kita mulai semuanya dari Gaza!” teriaknya sembari mengangkat tinggi senjata dalam sebuah kesempatan di  hadapan para mujahidin.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsHAMASMasjid AlAqshamujahidinNazzar RayyanPerang Furqan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Rektor Institute’ Antarkan Ismail Meraih Juara Dalam “BSM Santripreneur Award 2015”
Tulisan selanjutnya Seperti Apa Kelas Anak Kita? [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?