Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Relawan Indonesia di Gaza: Rumor Warga Menolak Hamas adalah Narasi Pecah Belah ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Maret 2025 11:29 11:29 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 Maret 2025 11:28
Bagikan
Relawan Indonesia yang tinggal di Gaza, Mohammad Husein
Bagikan

Hidayatullah.com—Aktivis relawan Indonesia Muhammad Husein mengatakan menjelaskan fakta terkait rumor adanya warga Gaza menolak kehadiran Gerakan Perlawanan Islam (Hamas),menurutnya informasi tersebut tidak benar dan tidak dipertanggungjawabkan.

Dalam dua unggahan berjudul “Dilema Warga Palestina, Pilih Tetap di Genosida atau Usir Hamas dari GaZa?”, Ahad (30/3/2025), ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Sebelumnya, heboh diberbagai media-media dunia, termasuk di Indonesia adanya aksi ratusan warga Palestina di Gaza yang muak terhadap keberadaan gerakan Hamas dan meminta mereka keluar serta melepaskan dominasinya di Gaza.

Demonstrasi ini kemudian disebut oleh Perdana Menteri ‘Israel’ Netanyahu sebagai perkembangan positif. Menurutnya, aksi yang terjadi sebenarnya adalah penolakan warga Gaza terhadap genosida ‘Israel” dan perang.

“Pertama saya ingin pastikan ya, saya ingin tegaskan berdasarkan sumber-sumber yang kredibel, tim saya langsung di Gaza, teman-teman saya di Gaza, bahwa aksi ratusan massa keluar ini pertama pesannya adalah meminta agar dunia menghentikan perang ini,” ujarnya dalam unggahan sebelumnya, di Kanal YouTube Mohammad Hussein Gaza, Kamis (17/3/2025).

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Menurutnya, aksi yang terjadi di Gaza beberapa hari yang lalu itu adalah pesan dari warga Gaza bahwa mereka juga manusia dan menolak jadi sasaran pembantaian, meskipu tak dapat dihindari ada penyusupan segelintir orang yang ini menjatuhkan citra Hamas.  

“Saya 12 tahun tinggal di Gaza, memang demo itu adalah salah satu bentuk perjuangan yang bisa mereka lakukan. Dulu, misalnya, pernah ada namanya “Demo Kepulangan”. Jadi mereka demo di perbatasan Gaza, mengangkat slogan-slogan bahwa kami juga ingin pulang ke tanah kami, kami menolak blokade. Itu memang sudah menjadi tradisi mereka, itu bentuk perjuangan mereka,” katanya.

“Jadi demo itu bukan dikhususkan untuk mengecam atau menuntut agar gerakan hijau (istilahnya menyebut Hamas, red) ini keluar dari Gaza. Meskipun dalam prosesnya, ada oknum-oknum yang akhirnya memanfaatkan psikologi massa ini untuk diarahkan ke satu framing yang memang didesain juga oleh musuh, oleh ‘Israel’. Jangan kaget,” ujar alumni Universitas Islam Gaza ini.

Politik Belah Bambu ‘Israel’

Menurutnya, berita-berita –yang ikut disebarkan media Indonesia—seolah-oleh rakyat Gaza sudah muak terhadap para pejuang perlawanan, termasuk Hamas,  justru narasi yang dibuat oleh penjajah ‘Israel’, yang dikenal di Indonesia sebagai “politik belah bambu”.

“Namun, kita harus memahami bahwa semakin besar perpecahan di Palestina, semakin menguntungkan ‘Israel’. Mereka selalu menggunakan strategi divide et impera untuk memecah kekuatan rakyat yang dijajah, ujar pria lulus kuliah dari Universitas Islam Gaza ini.

Ia mengingatkan, politik pecah belah seperti ini juga pernah terjadi di Indonesia, di mana sebagian kelompok satu dirangkul dan lainnya diinjak, hingga menciptakan kecemburuan sosial.

Penjajah ‘Israel’ tidak senang dengan persatuan banyak faksi perlawanan dan masyarakat di Gaza, sehingga ia terus membangun narasi bahwa gerakan Hamas adalah sumber masalah.

“Ketika perang meletus pada 7 Oktober, ‘Israel’ menggunakan alasan ini untuk melakukan genosida di Gaza. Mereka membagi selebaran kepada warga Gaza, mengatakan bahwa gerakan Hamas adalah penyebab penderitaan mereka,” ujar pria yang tinggal dan beristrikan orang asli Gaza ini.

‘Israel’ juga melakukan pembantaian sistematis terhadap keluarga para pejuang perlawanan, membunuh seluruh anggota keluarga hanya karena ada satu orang yang terlibat dalam perjuangan.

“Selama lebih dari 160 hari, warga Gaza dipaksa agar menerima narasi bahwa gerakan Hamasnya  penyebab penderitaan mereka,” ujarnya.

“Maka, jika ada segelintir orang yang akhirnya menyerah dan mengikuti narasi ‘Israel’, itu bisa dimengerti. Namun, jika kita melihat lebih dalam, spanduk dan tulisan dalam aksi demo di Gaza bukanlah seruan untuk mengusir Hamas, melainkan tuntutan agar dunia tidak diam melihat penderitaan mereka. Mereka ingin hidup dan berhak atas kehidupan yang mulia,” tambahnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaGerakan Perlawanan IslamHAMASHeadlineHussein Gazaisraelmenolak hamasMuhammad Huseinnarasi pecah belahpalestinaPilihan Redaksipolitik belah bamburelawan IndonesiaWarga Gaza
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arab Saudi Rayakan Idul Fitri Hari Ini
Tulisan selanjutnya Siapa di Balik Kampanye Sistematis Melemahkan Kelompok Pejuang Perlawanan dan Hamas di Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?