Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Din: China hanya Melanjutkan Perilaku Hegemonik AS

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 November 2017 18:21 6:21 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 November 2017 17:47
Bagikan
Utusan Khusus Presiden Din Syamsuddin (kanan) pembicara pada The 9th World Chinese Economic Summit di Hongkong, Senin (13/11/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban, Prof Din Syamsuddin menjelaskan, untuk menanggulangi kerusakan dunia yang bersifat akumulatif, diperlukan negara atau koalisi negara-negara dengan posisi tengahan (median position).

“Indonesia, dalam hal ini, merupakan negara dengan posisi tengahan dan orientasi jalan tengah (the middle way),” ujar Din saat menjadi pembicara pada The 9th World Chinese Economic Summit (Pertemuan Puncak Ekonomi China) di Hongkong, Senin (13/11/2017). Pertemuan puncak tersebut merupakan agenda tahunan para Tionghoa diaspora dari seluruh dunia.

Baca: Puji Partai Komunis: PM Singapura: Banyak yang Sedang Perhatikan ‘China yang Kuat’

Sebelumnya ketika ditanya moderator, negara mana yang tepat dan selama dua dasawarsa terakhir menerapkan kekuatan lembut (soft power), Din secara spontan menyebut Indonesia, yang langsung disambut tepuk tangan sebagian peserta yang memenuhi ballroom Shangrila Hotel.

Dalam kaitan kebangkitan China dewasa ini, Din menegaskan harus diselenggarakan dalam suatu wawasan kawasan Asia Timur dan lewat mekanisme internasional.

Jika tidak demikian, tandas Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini, kebangkitan China dengan ambisi One Belt One Road (OBOR) akan potensial menimbulkan ketegangan dunia.

Baca Juga

Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

“Karena China hanya melanjutkan perilaku Amerika Serikat yang hegemonik,” imbuhnya sebagaimana rilis diterima hidayatullah.com, Senin.

Baca: Sri Lanka Negara Asia Pertama Masuk Perangkap Utang China

Din pun menyerukan agar budaya hubungan internasional berlangsung atas semangat dialog dan kerja sama yang saling menguntungkan, dan berorientasi pada kesadaran akan Satu Kemanusiaan, Satu Tujuan, dan Satu Tanggung Jawab (One Humanity, One Destiny, One Responsibility).*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ambisi China kuasai duniaAmerika SerikatchinaChina diasporadialog antar duniaDin SyamsuddinHongkongkebangkitan Chinakoalisi negara-negaraOBOROne Belt One RoadPertemuan Puncak Ekonomi ChinaThe 9th World Chinese Economic SummitTiongkokUtusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antar Agama dan Peradaban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden RI Dorong Repatriasi Pengungsi Rohingya
Tulisan selanjutnya OECD: Inggris Negara Paling Gendut di Eropa Barat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Berita
26 September 2026 09:29
Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Terbaru

  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

27 September 2026 08:42
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

27 September 2026 05:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?