Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Perjalanan Halal, Trend Baru Industri Halal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Oktober 2010 09:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bagi Fazal Bahardeen, makanan siap santap adalah bagian tetap dari isi kopernya sebagai seorang eksekutif perusahaan telekomunikasi yang kerap bepergian ke berbagai tempat.
Kebanyakan hotel tempatnya menginap, tidak memiliki jaminan sertifikat halal untuk restoran mereka. Kamarnya tidak ada petunjuk arah kiblat, para stafnya tidak bisa menjawab pertanyaan tamu Muslim yang memerlukan sesuatu. Hal tersebut tentu merepotkan pria keturunan Sri Lanka kelahiran Singapura berusia 47 tahun itu.
“Separuh umur saya dihabiskan di hotel dan pesawat,” cerita Fazal kepada AFP.
“Sebagai seorang Muslim, saya merasa frustasi terhadap industri perjalanan dan hotel, karena tidak bisa memberikan pelayanan yang baik. Anda tidak tahu kapan waktu shalat, ke mana arah shalat dan sulit mendapatkan makanan halal.”
Namun sekarang keadaannya mulai berubah, seiring semakin meningkatnya tuntutan akan produk dan jasa halal yang sesuai dengan syariat Islam. Makanan dan instrumen keuangan halal sudah lebih dahulu populer, dan kini perjalanan halal juga banyak dicari.
Bisnis perjalanan halal diperkirakan bernilai US$ 100 milyar setahun dalam dua tahun ini, kata Fazal, yang sudah mengundurkan diri sebagai eksekutif menengah di sebuah perusahaan telekomunikasi besar pada tahun 2006, lalu mendirikan perusahaannya sendiri untuk ikut serta dalam bisnis halal yang sedang berkembang tersebut.
Cresentrating Pte Ltd yang didirikan Fazal, diyakini sebagai satu-satunya perusahaan di dunia yang memeringkat hotel dari seluruh dunia berdasarkan keramahan mereka terhadap pelancong Muslim. Laman portalnya cresentrating.com juga mempromosikan tur halal.

Pengamat industri perjalanan Yeoh Siew Hoon menilai, memang ada permintaan yang cukup banyak untuk pelancongan halal yang diawali oleh turis asal Asia Tenggara dan Timur Tengah.
“Ambil contoh Indonesia–yang merupakan salah satu pasar perjalanan ke luar negeri yang tumbuh paling pesat di Asia dan merupakan sumber nomor satu turis yang datang ke Singapura,” ujar Yeoh, yang menjalankan industri website webintravel.com.
“Pariwisata Australia juga menyediakan panduan restoran halal, karena adanya peningkatan jumlah pelancong asal negara-negara Muslim,” tambahnya.
Greg Duffell, pimpinan puncak Pacific Asia Travel Association (PATA) yang bermarkas di Bangkok, mengatakan bahwa jumlah Muslim China yang cukup banyak juga merupakan sumber potensial bagi pasar perjalanan luar negeri.
“Banyak suplier yang menyesuaikan produk mereka dengan standar halal,” kata Deffell.
“Ini adalah trend yang muncul beberapa tahun lalu. Sejak itu, restoran dan resor di Singapura, Thailand, Vietnam juga menyesuaikan standar mereka, jadi mulai merambat,” jelasnya.
“Sekarang banyak restoran halal yang disediakan di hotel, begitu pula dengan fasilitas ibadah, terutama di bandara.”
Cresentrating memeringkat hotel dari satu hingga tujuh, berdasarkan pada ketersediaan makanan halal, tempat shalat dan sajadah, serta ketidaktersediaan barang-barang terlarang seperti makanan/minuman beralkohol dan saluran televisi dewasa.
Rating 1 diberikan kepada hotel yang tidak menyediakan fasilitas untuk Muslim, namun pegawainya dilatih untuk bisa menjawab pertanyaan seputar kebutuhan Muslim dari para pengunjungnya.
Rating ini bisa naik jika hotel tersebut menyediakan daftar restoran bersertifikat halal, meskipun mereka sendiri tidak memilikinya.
Rating tertinggi 6 dan 7, mengharuskan hotel bebas dari alkohol, tempat disko dan saluran tv yang menyediakan konten dewasa atau yang tidak sesuai untuk dilihat keluarga dan anak-anak. Selain itu tentu saja semua makanan dan minuman yang tersedia harus halal.
Secara umum, hanya Hotel Al-Jawhara Garden di Dubai yang bisa mendapatkan rating 7. Sementara tiga hotel lain di Arab Saudi dan satu di Afrika Selatan mendapatkan rating 6.
Industri makanan halal diperkirakan bernilai 600 milyar hingga 650 milyar dolar setiap tahunnya. Begitu menurut catatan Fazal dan berbagai laporan yang ada.
Sementara itu keuangan Islam menjadi sangat populer ketika Muslim berbondong-bondong mencari lahan investasi yang sesuai dengan syariat, ditambah dengan non-Muslim juga tertarik setelah terjadinya krisis keuangan global.
“Kesadaran akan kehalalan tumbuh pesat di industri makanan dan keuangan,” kata Fazal, seraya berpendapat dengan meningkatnya 1,6 milyar Muslim yang kaya di seluruh dunia, perjalanan halal juga akan mengalami peningkatan serupa.
Pelancong Muslim menyumbang 7-8% belanja pariwisata global, yang keseluruhannya bernilai sekitar 930 milyar dolar pada tahun 2009, atau naik 3-4% dibanding 10 tahun lalu, kata Fazal.
Angka tersebut diharapkan naik hingga 10% dalam dua tahun mendatang.
Cresenrating juga berharap bisa memeringkat tempat tujuan wisata seperti taman, tempat konvensi, kapal pesiar, pusat perbelanjaan dan rumah sakit yang digunakan oleh pelancong medis.[di/afp/meo/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lecehkan Islam, South Park Tuai Kritik Keras
Tulisan selanjutnya Muslim Terpilih Jadi Walikota Tower Hamlets

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?