Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Meskipun Penembakan di Depan Santa Clara seperti di Aksi 411…” [1]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 26 Maret 2017 10:21 10:21 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 26 Maret 2017 10:15
Bagikan
Para tokoh dan korlap MSUIB pada "Aksi Tolak Gereja Liar Santa Clara" [kiri] dan aparat kepolisian yang menjaga Gereja Santa Clara, di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/03/2017).
Bagikan

“DOR!… Dor!… Dor!…”

Suara tembakan menyalak bertubi-tubi. Memberondong ribuan pria berseragam putih-putih. Yang ditembaki bergerak mundur menjauhkan diri.

Tembakan semakin menggila. Para penembak mengepung sasarannya dari dua arah berbeda. Korban-korban berjatuhan. Di antaranya pingsan, lainnya terkena selongsongan peluru. Ambulans segera melarikannya menuju rumah sakit….

Kericuhan itu memanaskan siang nan terik di Jl Lingkar Bekasi Utara, Kelurahan Harapan Baru, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat pekan ini.

Saat itu, belasan ribu warga Bekasi dari berbagai elemen melakukan demo “Aksi Tolak Gereja Liar Santa Clara”. Aksi ini berjalan damai, tutur Ismail Ibrahim, salah seorang koordinator lapangan (korlap). Namun tindakan diduga provokasi mengubah suasana.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Bagaimana ceritanya? Ismail menuturkan kronologi terjadinya kekerasan atas massa tersebut. Sekitar pukul 13.30 WIB, panitia aksi memindahkan mobil sound system (mobil komando) mendekati pintu masuk kompleks pembangunan Gereja Santa Clara.

Pembangunan ini sedang dipermasalahkan warga Bekasi itu karena dinilai menyalahi kesepakatan.

Baca: Dinilai Melanggar Kesepakatan, Warga Bekasi Akan Demo Gereja Santa Clara

Mobil itu baru saja diparkir agar posisi pengeras suara menghadap langsung ke Gereja Santa Clara. Tiba-tiba terjadi pelemparan botol air mineral dari arah dalam pagar Gereja Santa Clara.

“Ke arah massa,” tutur Ismail kepada hidayatullah.com, Jumat (24/03/2017).

Timpukan itu pun mengenai sebagian massa yang dekat dengan pagar gereja. Akhirnya massa terpancing, lalu terjadilah pelemparan dari dua arah. “Timpuk-timpukan,” ungkapnya.

Lama-lama, tuturnya, yang keluar dari dalam pagar itu bukan lagi botol, tapi batu bata dan batu-batu gede lainnya. Lemparan bebatuan terjadi berkali-kali. Jarak antara massa terdepan dengan pagar gereja cukup mepet, 2 meteran.

Siapa yang melempar batu-batu dari dalam pagar?

“Tidak terlihat,” jawab Ismail, karena pelempar persis berada di belakang pagar seng. Yang jelas, terjadi pelemparan botol dan batu-batu dari dalam pagar mengarah ke massa dan mobil komando.

Pelaksana Harian Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB) ini menduga, ada provokator yang mau mengadu domba pihak umat Islam dengan aparat keamanan. MSUIB merupakan elemen penggerak aksi yang diikuti sejumlah tokoh dan ulama itu.

Mendapat timpukan begitu, massa tidak membubarkan diri. Tetap bertahan di lokasi aksi.

“Saya, Ustadz Aang, sama Ustadz Iman sebagai korlap ini kita tenangkan semua (massa). ‘Tenang! Tenang!’” ungkapnya. Massa pun mulai tenang. Disenandungkanlah shalawat, takbir, dan sebagainya.

Tiba-tiba lagi, ada tembakan gas air mata dari arah dalam pagar Gereja Santa Clara yang memang dijaga ketat aparat kepolisian. Tembakan pertama itu, perkiraan Ismail, mungkin semacam peringatan “biar tidak ramai”.

Tapi ternyata, terjadi lagi tembakan gas air mata.

“Dar! Dor! Dar! Dor! Dar! Dor!… Puluhan kali,” tuturnya.

Bahkan tembakan aparat itu dari dua titik berbeda. “Dari arah Santa Clara dan arah (supermarket) Superindo. Kita dikepung oleh tembakan gas air mata,” ungkapnya. Supermarket itu berada di depan kanan gereja, berseberangan.

Tembakan gas air mata berkali-kali diberondongkan ke massa yang akhirnya memilih mundur. “Udah mundur pun dihantam lagi, dihantam lagi berkali-kali,” tuturnya bersemangat.

Suasana “Aksi Tolak Gereja Liar Santa Clara” di Bekasi. [Foto: MSUIB]
Pengamatan hidayatullah.com, seorang orator di atas mobil komando meminta kepolisian dan massa agar sama-sama bersikap tenang. “Bapak polisi, kedatangan kami bukan jadi musuh Anda!” seru orator disambut teriakan “betul….!!” oleh massa seperti tampak di tayangan video.

Tapi seruan itu berbalas tembakan polisi. “Dor! Dor! Dor! Dor!” Massa sebagian menunduk. Sebagian menyambut desingan peluru dengan pekikan takbir. Lalu darah-darah segar pun bercucuran dari para korban yang terluka.* Bersambung

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu dombaAksi Bela Islam IIAksi Bela Islam IIIAksi Damai 411Aksi Super Damai 212aparatbekasiDemo Gereja Santa ClaraGejera Santa ClaraHabib Rizieq ShihabIsmail IbrahimkekerasankepolisianKetua Dewan Pembina GNPF MUIMajelis Silaturahim Umat Islam BekasiMSUIBPelaksana Harian MSUIBpeluru gas air matapembangunan Gejera Santa Clarapenembakan gas air matapenolakan Gejera Santa Claraprovokatortembakan gas air mataulamaulama dan polisiwarga Bekasi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH Ma’ruf Amin: Djarot tidak Paham Perda Syariah
Tulisan selanjutnya Soal Barus Titik Nol Islam di Nusantara, Ini Penjelasan Sejarawan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?