Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Tahanan Hongaria Mengerjakan Pagar Perbatasan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 September 2015 21:09 9:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 September 2015 07:54
Bagikan
Tahanan, para migran, serta para petugas berwenang saling memandangi satu sama lain
Bagikan

DI HONGARIA selatan, sebuah desa dengan populasi hanya sedikit di atas 3000 orang menjadi titik penting perbatasan negara beribukota Budapest tersebut.

Roszke namanya. Secara fisik, Roszke bersenggolan dengan Horgos, Serbia. Desa ini telah begitu sibuk setiap harinya, dengan pelintas perbatasan lalu lalang setiap harinya.

Tahun ini, Roszke semakin sibuk dengan kedatangan ratusan ribu orang yang berusaha mencari negara baru untuk ditinggali. Lebih dari 170.000 orang telah melewati Hongaria sejak awal tahun ini.

Mereka mengungsi dari kampung halaman mereka di Timur Tengah dan Afrika, menuju negara-negara terkaya di Eropa.

Akibatnya, pemandangan tidak lazim mulai tampak di Roszke. Tidak hanya mobil lalu lalang yang kini menghiasi desa tersebut, namun juga sebuah kamp pengungsian yang dibentuk akibat laju migrasi yang menderas. Tidak jauh dari kamp tersebut, para tahanan dikerahkan untuk membangun sebuah pagar melintang yang memperjelas batas antara Serbia dan Hongaria.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sebelumnya, perbatasan tersebut tidak ada sama sekali. Setelah Perang Dingin dan Perang Balkan di tahun 1990-an mereda, perbatasan bukan masalah besar bagi negara berbendera setrip hijau-putih-merah tersebut. Hanya tampak rel kereta api dan plang yang menyatakan pada mereka yang datang dari Hongaria bahwa mereka telah tiba di daerah perbatasan.

Di sisi Serbia malah tidak ada penanda apa-apa. Namun perang di Timur Tengah dan Afrika meletus, memaksa ratusan orang mengungsi, dan mendorong Pemerintah Hongaria mengeluarkan peraturan baru yang memperketat penjagaan perbatasan. Patroli ditingkatkan, kawat berduri kedua ditambahkan di pagar perbatasan sementara di ujung lainnya para kriminal kelas kakap yang ditahan di Penjara Keamanan Tinggi Csillag membangun pagar yang baru dan jauh lebih kuat. Diprediksi, panjangnya mencapai 175 km.

Namun pengerjaan pagar baru tersebut berlangsung lambat. Sampai saat ini, pengungsi masih dapat dengan mudah memanjat atau merangkak di bawah pagar perbatasan lama. Perdana Menteri Viktor Orban muntab, hingga akhirnya Menteri Pertahanan Hongaria mengundurkan diri awal minggu ini.

Main Mata di Bawah Matahari

Bayangkan pemandangan berikut ini yang di suatu siang di Roszke. Pria-pria sangar yang sedang menjalani masa tahanan membangun pagar besi dan kawat berduri, dengan penjaga-penjaga dan polisi perbatasan di dekat mereka.

Di seberang pagar, dibawah bayang-bayang pohon, sejumlah pengungsi duduk berdiskusi mengenai masa depan mereka. Jika mereka melintas, mereka dapat masuk ke Eropa. Resikonya, mereka harus diambil sidik jarinya dan perjalanan mereka stop di Hongaria. Mungkin untuk sementara, mungkin untuk selamanya.

Yang tidak mereka ketahui adalah, meski para petugas wajib menghadang dan mendata para pelintas perbatasan, pada prakteknya, banyak pengungsi yang berhasil sampai ke Jerman dan Austria tanpa harus menetap di Hongaria atas perjanjian tidak tertulis antara tiga negara.

Tahanan, para migran, serta para petugas berwenang saling memandangi satu sama lain. Beberapa tahanan bekerja, namun ada juga yang sedang duduk-duduk istirahat sejenak. Mereka telah terlibat dalam pembangunan pagar tersebut sejak awal. Sekitar 350 tahanan dikeluarkan dari sel mereka, dengan diawasi oleh 65 petugas penjara. Mereka tidak bekerja gratis, namun dibayar oleh pemerintah sebanyak 33.000 forint ($117) sebulan. Dan para tahanan tersebut tidak dipilih oleh penjaga, namun mengajukan diri.

Memang menjadi tahanan di Hongaria bukan berarti pengangguran. Jika mereka mampu bekerja, mereka harus bekerja. Kebanyakan tahanan berkebun atau bekerja di toko roti dan peternakan di penjara. Lainnya menjahit seragam penjara, membuat kasur, atau jeruji besi baru.

Jika para tahanan telah selesai dengan pekerjaan mereka, batas antara Hongaria dan Serbia semakin jelas. Semua akan tahu di mana Hongaria berakhir dan di mana Serbia dimulai.*/Tika Af’idah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eropahungariapengungsipengungsi Suriahserbiatahanan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar Terorisme Menilai GIDI Seperti Negara di Dalam Negara
Tulisan selanjutnya 23 Jamaah Haji Indonesia Terluka, 2 Meninggal Akibat Musibah Crane Jatuh di Masjidil Haram

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?