Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Benteng Moral dari Lokalisasi Dolly

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Januari 2011 08:59
Bagikan
Foto Ngadimin
Bagikan

ALUNAN musik dangdut mengalun keras dari beberapa wisma. Kelap-kelip lampu diskotik tampak dari luar. Bau parfum dan bedak menusuk hidung. Beberapa pria kekar ganteng berdiri di wisma menyapa setiap yang lewat. “Ayo, sini mas,” ajaknya penuh rayuan. Beberapa orang yang lewat tak menghiraukannya, meski ada juga yang menatap heran. Meski sebenarnya mereka paham arti ajakan itu.

Di beberapa gang, tampak beberapa perempuan berdandan menor mulai mejeng. Pakainya seksi memamerkan auratnya. Gayanya sensual mencoba menggoda setiap orang yang lewat.

“Mari mas, kita ke wisma,” ujar wanita dengan dandanan menor.

Tak sedikit orang yang melihatnya sinis. Namun, ada juga beberapa orang yang senyum dan membuyikan klakson mobil. Melati pun hanya senyum sambil melambaikan tangan.

Wanita tadi, sebut saja Melati, beradal Sidoarjo, Jawa Timur. Ia adalah salah satu penghuni sebuah wisma di Lokalisasi Jarak, Surabaya.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Tak jauh dari gang tempat biasa Melati menjajakan dirinya, berdiri sebuah Madrasah Diniyah An Nahdliyah. Gedungnya cukup megah. Berlantai dua dan bercat hijau muda. Ukuranya kira-kira 7 x 10 m. Ketika itu, azan isya akan dikumandangkan. Sejumlah orang mengenakan sarung dan songkok tampak berdatangan satu persatu.

Gedung ini selain berfungsi sebagai ngaji para santri, juga biasa digunakan untuk shalat lima waktu. Letaknya di lantai dua. Ukuranya cukup luas. Menurut imam shalat musholla, Arifin, biasanya warga sekitar jalan Jarak jika mau shalat jamaah menggunakan mushola ini. Tapi, jumlahnya tidak banyak. Paling banter hanya satu shaf.

Jebolan pesantren Miftahul Huda Mojokerto, Jawa Timur ini mengatakan, madrasah ini sengaja diadakan untuk jadi “benteng” anak-anak dari bahaya dunia hitam prostitusi.

Menurut Arifin, ia tak ingin anak-anak terlibat pada dunia hitam. Apalagi di sekeliling mereka tiap saat banyak hidung belang dan wanita-wanita penjaja seks itu terlihat di depan mana anak-anak.

Di madrasah Diniyah An Nahdliyah, kata Arifin, ada sekitar seratus santri. Mereka mayoritas masih duduk di bangku TK dan SD. Dari jumlah itu, ada sebagian kecil anak pelacur dan mucikari.

“Sekitar empat puluh persen anak PSK dan mucikari,” katanya. Arifin mengetahui itu ketika mengunjungi rumahnya atau dari data siswa.

“Kendati ibunya penjaja seks, tapi sebenarnya mereka tidak mau jika anaknya mengikuti jejak mereka,” jelas Arifin.

Selain dirinya, Arifin dibantu empat tenaga pengajar. Dua di antaranya hafizh (hafal) al-Qur’an. “Keduanya itu suami istri. Mereka juga sama-sama hafal al-Qur’an,” katanya.

Masjid At-Taubah

Tak hanya di Lokalisasi Jarak, hampir di setiap lokalisasi itu bertebaran “benteng-benteng” iman bagi warga sekitar, khususnya untuk menyelamatkan anak-anak.

Sebut saja di lokalisasi paling besar, Gang Dolly. Tak jauh dari prostitusi ini, berdiri masjid yang cukup megah dengan tiga lantai. Tiap sore, nampak beberapa kelompok anak-anak sedang mengaji al-Qur’an. Lantunannya yang ramai dan merdu, seolah melupakan sekejab, bahwa di depan, samping dan belakang rumah Allah ini bertebaran pria hidung belang dan wanita penjaja seks dengan iringan musik-musik dan alkohol.

Ketua Takmir masjid At Taubah, Ngadimin Wahab mengatakan, masjid ini didirikan atas desakan warga sekitar. Dulunya hanya mushola kecil. Tapi, atas antusiasme mayarakat untuk membentengi anak-anak dari virus Dolly, didirikanlah masjid. Ngadimin pun orang yang pertama kali jadi khotib Jumat.

Selain masjid itu, Ngadimin sendiri berusaha menyelamatkan para penjaja seks di Gang Dolly. Sebagai orang yang dituakan, Ngadimin bahkan sering ikut mengobati pelacur yang kesurupan. Biasanya, kesempatan itulah digunakan Ngadimin untuk menyadarkan meraka.

“Semberi mengobati, saya ajak mereka untuk kembali ke jalan ilahi,” kata Wakil Ketua Syuriah Ranting NU Putat Jaya ini.

Dari usaha Petruk, demikian sapaan akrab Ngadimin, tak sedikit para penjaja seks yang bertobat.

“Sudah banyak yang kembali dan nikah di kampung,” katanya. Biasanya, kata Ngadimin, jika mereka tobat, ada yang datang ke rumahnya minta didoakan atau syukuran.

Mengabdikan diri penjaga moral anak-anak di lokaliasi seks menjadikan Arifin dan Petruk serasa berdiri di ujung tanduk. Setiap hari ia diliputi perasaan was-was. Bukan apa-apa. Meski ia merasa berusaha membuat “benteng” moral bagi anak-anak dengan mengelolah sekolah agama, namun ia mengkhawatirkan, “benteng” itu bisa setiap saat jebol tak terhankan.

Mereka tahu benar, pemandangan dan situasi lingkungan lokalisasi bisa meruntuhkan moral anak-anak yang ia bisa semenjak usia dini.

Bahkan menurut Ngadimin, pernah mantan santriwati nya ikut terjerembab ke lubang nista ini. Umumnya, kata Ngadimin, mereka begitu karena faktor ekonomi. * ANS/Hidayatullah.com

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gang dollyold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentramnya Hati Sang Mantan Preman Kramat Tunggak
Tulisan selanjutnya Ganti Wajah Baru, Hidayatullah.com Adakan Tasyakuran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?