Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Berita Ekslusif: Mengunjungi Calon Ulama di Kamp Pengungsi Afghanistan di Haripur, Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2021 19:41 7:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 September 2021 15:42
Bagikan
calon ulama afghanistan
Foto: hidayatullah.com
Bagikan

Para calon ulama Afghanistan ini tampak memakai peci dan Salwar Khameez, baju khas Pakistan (seperti baju koko), sementara perempuannya mengenakan selendang yang dibalut seperti menggunakan jilbab

Hidayatullah.com –– Sejumlah anak kecil tampak asyik bermain layang-layang di sekitar danau Tarbela, Haripur, Kybher Pakhtunkwa (KPK), Pakistan. Sebagian lagi tampak bermain di belakang traktor yang tengah membajak lahan kosong.

Daerah tersebut merupakan salah satu kamp pengungsi Afghanistan yang berada di Pakistan. Lokasinya tidak jauh dari bibir danau Tarbela, danau yang menjadi aliran salah satu sungai terpanjang di daratan India, Indus.

Ibrahim, salah seorang Imam masjid membawa kami berkeliling di sekitar kamp. Meski mereka adalah orang Afghanistan, tapi mereka bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Urdu, Bahasa resmi Pakistan.

“Kami bisa Bahasa Urdu, Pustho, Persia, bahkan Arab dan Ingrris,” ungkapnya menggunakan Bahasa Urdu saat bertemu kami, warga Indonesia yang tengah berkunjung, Rabu (15/09/21).

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Bangunan rumah mereka semi permanen, sebagian besar berbahan dasar tanah liat. Di sela-sela rumah terbentang ladang kecil yang sedang ditanami sagu.

Tak jarang kambing dan kerbau sedang digembala beberapa anak kecil sambil bermain di sekitarnya. “Ya ini sagu, kami biasa menanam sagu sebagai bahan makanan kami,” jawab Ibrahim membenarkan.

Kamp Pengungsi Afghanistan yang terletak di Haripur merupakan yang terbesar di Pakistan. Pemukiman dan rumah-rumah berjejer lebih tampak seperti perkampungan.

Meski demikian, mereka sendiri tidak tahu secara pasti jumlah total pengungsi yang berada di sana. “Banyak pokoknya, 1 juta mungkin,” jelas Ibrahim ragu.

Foto: hidayatullah.com

Selain bertani dan berkebun, sebagian pengungsi juga membuka usaha kecil-kecilan seperti toko kebutuhan dan warung makan. Sementara itu, masyarakat Pakistan sendiri yang tinggal di sekitar daerah tersebut bekerja sebagai nelayan di danau Tarbela.

Dari kejauhan, tampak di bibir danau kapal-kapal nelayan bersandar. Selain mencari ikan, kapal-kapal juga berfungsi untuk mengantar wisatawan yang datang hanya sekedar berkeliling danau.

“Madrasah Aisyah” di Tengah Pengungsi

Meski hidup di tengah keterbatasan, anak-anak tetap belajar di pengungsian. Banyak terlihat anak-anak kecil membawa buku yang didekap di dada di sekitar pemukiman.

Sebagian besar siswa laki-laki memakai peci dan Salwar Khameez, baju khas Pakistan (seperti baju koko). Sementara perempuannya mengenakan selendang yang dibalut seperti menggunakan jilbab.

Mereka adalah para pelajar di salah satu madrasah di pemukiman, namanya Madrasah Aisyah, mengambil nama istri Rasulullah ﷺ.

“Ini mereka baru saja belajar dari masjid,” ungkap Saedullah, Pimpinan Madrasah.

Saedullah mengungkapkan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan selepas shalat Subuh dan Ashar. “Kami biasa belajar fikih, al-Qur’an, tafsir dan ilmu-ilmu agama lainnya,” tutur Saedullah yang sempat belajar di Binoria University International, Karachi ini.

Meskipun serba kekurangan, sambung Saedullah, pembekalan ilmu agama bagi anak-anak sangat diperhatikan. Sehingga harapannya mereka dapat menjadi calon ulama Afghanistan.

“Bagaimanapun mereka nanti harus paham agama, atau barangkali mereka akan menjadi ulama atau fuqaha’ (ahli fikih) nantinya,” harapnya.

Di tengah pengungsian ini juga berdiri masjid. Bangunannya sangat kecil, memanjang sekitar 15 meter. Sementara lebarnya hanya sekitar 5 meter.

Di masjid itulah proses KBM berlangsung dan memuat sekitar 250 murid baik laki-laki dan perempuan. Dengan semangat yang cukup tinggi, mereka belajar dengan fasilitas yang serba kekurangan.

Saedullah mengungkapkan bahwa banyak yang mereka butuhkan dalam menunjang kegiatan mereka. “Kadang kita kurang buku tulis, pena, dan beberapa kitab-kitab pengetahuan Islam,” pungkasnya.

Meski demikian, anak-anak tampak ceria dalam belajar. Setiap bertemu kami mereka tersenyum lebar. Sesekali ada yang tampak malu menghindar, meskipun demikian senyum mereka masih terlihat lebar./*Ibnu Sumir, laporan dari perbatasan Pakistan-Afghanistan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanPakistanTalibanulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya tantangan ilmu pengetahuan Prof. al-Attas dan Tantangan Ilmu Pengetahuan
Tulisan selanjutnya penyerangan ustadz chaniago Ustadz Chaniago Diserang Orang Tak Dikenal Saat Ceramah, Emak-emak Mengejar dan Membekuknya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?