Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

International Open University: Kampus Islam Berbasis Online yang Makin Diminati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juli 2023 14:17 2:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2023 14:30
Bagikan
Bagikan

Memiliki lebih dari 600.000 mahasiswa dan lulusan dari 242 negara, termasuk Indonesia, International Open University (IOU) menjadi pilihan alternatif kuliah secara online

Hidayatullah.com | ANDA ingin kuliah tapi tebelit biaya atau malu karena sudah berumur? Tidak perlu khawatir, Anda masih punya banyak peluang untuk terus melanjutkan kuliah hingga meraih gelar sarjana.

Semakin berkembangnya dunia teknologi, semakin mendorong berkembangnya juga inovasi-inovasi dalam segala sektor. Banyaknya instrumen-instrumen yang bervariasi menjadikan akses dalam dunia digital juga semakin mudah, salah satunya dalam dunia pendidikan.

Pascapandemi yang berkepanjangan, platform-platform online semakin diminati. Selain memenuhi kebutuhan pendidikan yang harus berjalan, mudahnya diakses oleh segala kalangan juga menjadi alasan besar peralihan sistem pembelajaran saat itu.

Meskipun pandemi sudah dinyatakan selesai, sistem pendidikan (pembelajaran) online atau yang biasa kita kenal dengan Learning Management System (LSM) masih dipertahankan oleh beberapa institusi pendidikan.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

International Open University

Jauh sebelum maraknya pembelajaran online, pada tahun 2007 lalu, Dr. Abu Ameenah Bilal Philips telah mendirikan kampus berbasis online. Kampus tersebut diberi nama International Open University atau biasa disingkat IUO.

IOU mengangkat misi untuk memberikan askes global pada program pendidikan Islam yang baik pada tingkat sarjana, magister dan doktoral.

Kampus yang awalnya hanya membuka program untuk Diploma, pada tahun 2010 kemudian membuka program Bachelor of Art Islamic Studies (BAIS) atau setara dengan Strata 1 (sarjana) Sarjana Agama (S.Ag), (mulanya Sarjana Pendidikan Islam).

Dalam program BAIS yang dibuka tersebut, IOU mencoba mengkolaborasikan kurikulum dari Universitas Islam Madinah (UIM), Universitas Islam Omdurman Sudan, dan Universitas Al-Azhar Mesir.

Sepanjang perjalanannya sebagai lembaga pendidikan tinggi, IOU telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pendidikan di Gambia dan Somalia sejak tahun 2013 dan 2014 lalu.

Pada tahun 2016, IOU juga resmi bergabung dengan Asian Association of Open Universities (AAOU), sebuah organisasi nirlaba dari institusi pendidikan tinggi dengan sistem terbuka dan jarak jauh di Asia. Organisasi ini sudah berdiri sejak tahun 1987 dan tercatat sekitar 15 kampus yang terdaftar sebagai anggotanya.

IOU sendiri tercatat sudah mempunyai mahasiswa di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Sampai saat ini, IOU telah memiliki lebih dari 600.000 mahasiswa dan lulusan dari 242 negara, termasuk Indonesia.

Sejak dibukanya program BAIS pada tahun 2010, IOU menjadi kampus online pertama yang membuka program studi (mulanya pendidikan) Islam berbasis daring. Dibukanya program tersebut menjadi gerbang utama dalam pembukaan program-program yang lain.

Saat ini, tercatat sudah ada 7 departemen (mulanya program studi) yang diluncurkan, di antaranya; Islamic Studies (IS), Arabic Language Studies (ALS), Psychology (PSY), Education (Ed), Business Administration (BA), Islamic Economics, Banking & Finance (IIBF), dan Information Technology (IT). Program tersebut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Program Islamic Studies menjadi program unggulan yang dimiliki oleh IOU. Para tenaga pengajar yang diampu langsung dari Timur-Tengah dan Afrika, temasuk Dr. Bilal Philips yang merupakan pendiri IOU yang juga lulusan dari Arab Saudi.

Akses yang mudah dijangkau, Kampus ini seakan menjadi solusi bagi para peminat Pendidikan Islam yang belum berkesempatan belajar langsung ke Timur-Tengah.

Departemen Studi Islam ini menawarkan para pelajar untuk belajar kembali pada sumber asli islam di bawah bimbingan para pengajar terkenal di dunia. Tidak hanya menawarkan program Bachelor of Art (BA), IOU juga membuka program Master of Art (MA), serta PhD atau Doctoral pada departemen ini.

Waktu yang Felksibel

Beberapa mata kuliah pengetahuan Islam juga disusun sesuai pada tingkat dan jenjang semesternya. Yang menarik, waktu kuliahnya sangat fleksibel.

Menurut Koordinator Akademik IOU Indonesia, Adi Wira menyebutkan bahwa fleksibilitas waktu dan tempat menjadi keuntungan bagi mahasiswa yang belajar di IOU.

“Kemudian biaya kuliah yang terjangkau, kurikulum internasional serta berlandaskan Al-Quran dan Sunnah menjadi keunggulan tersendiri belajar di universitas ini,” terang Adi ketika kepada hidayatullah.com, baru-baru ini.

Sementara itu, kampus yang berlandaskan Islam dinilai sangat relevan bagi mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam. “Selain karena IOU adalah Universitas berskala Internasional, IOU juga berlandaskan Islam, dan tentunya sangat relevan dengan Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia,” pungkasnya.

Islamic Studies dengan Bahasa Indonesia

Sementara itu, IOU Kampus Bahasa Indonesia menyediakan pengantar bahasa perkuliahan dengan bahasa Indonesia. Untuk saat ini, program yang dibuka hanya program Islamic Studies.

Beberapa tenaga pengajarnya juga dari berasal dari Indonesia, salah satunya Dr. Rizki Gumilar, MA, yang merupakan Doktor di bidang Ilmu Nahwu dari King Saud University, dimana gelar MA diperoleh melalui IOU. Saat ini IOU Kampus Bahasa Indonesia telah memiliki lebih dari 5.000 mahasiswa dan lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia dari berbagai usia.

Untuk diketahui, sejak Maret 2018 lalu, Kementerian Riset, Tekhnologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, dalam hal ini melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan telah mengeluarkan sertifikat kesetaraan kepada ijazah lulusan IOU dalam program non-studi Islam, sehingga ijazah untuk program S1 (Sarjana) non-Studi Islam sudah bisa mendapatkan penyetaraan di Indonesia.

Pendaftaran di IOU bisa dilakukan setiap saat di website IOU, dimana perkuliahan dibagi menjadi dua periode, yaitu spring semester (Maret-September) dan fall semester (September-Maret).*/ Ali Muhtadin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineInternational Open UniversityIOUKampus Islam Onlinekuliah online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aparat Arab Saudi Menahan 17.000 Orang yang Berusaha Berhaji Tanpa Izin
Tulisan selanjutnya Luapan Syukur Warga Cirebon Terima Daging Kurban BMH

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz

Berita
28 September 2026 07:00
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?