Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

“Allah Tak Pernah Ingkar Janji”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2011 08:47 8:47 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2011 08:47
Bagikan
Bagikan

TERKEJUT Hamdi mendengar tempat tugas dakwah yang cukup jauh dari tempat asalnya, Bengkulu. Belum pernah terpikir dalam hidupnya kota itu. Belum juga sirna, tiba-tiba, ia kembali dikagetkan, dengan informasi bahwa ia tidak akan dibekali sepeser uang saku pun untuk menuju ke sana.

Dan yang cukup membuat dag-dig-dug, ia harus sudah sampai ke tempat tugas paling lambat empat hari ke depan.

Terang saja mendengar demikian, pemuda asal Lampung itu sempat linglung, setengah tidak percaya dengan apa yang didengar. Permasalahannya, bukan terletak pada jauhnya tempat tugas, atau besarnya biaya yang harus ia keluarkan untuk biaya transportasi. Namun pada saat itu, laki-laki berkulit cerah dan berkumis timis ini, memang benar-benar tidak memiliki uang sepeser pun. Sekiranya ada uang, tentu ceritanya tidak akan demikian.

Mengandalkan orangtua, sangat tidak mungkin. Mereka saja dalam kesusahan, bekerja sebagai buruh hutan. Karenanya, dia sempat protes sama sang-pimpinan, “Ustadz, bagaimana saya bisa ke Bengkulu dalam waktu 3-4 hari ke depan tanpa dibekali uang sedikitpun. Saya tidak punya uang sama sekali saat ini, ustadz” keluhnya saat itu.

“Pokoknya, yang penting, kamu sudah sampai di sana, tepat pada waktunya, tidak boleh terlambat”, ujar Hamdi, menirukan jawaban sang-ustadz.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Mendapat tanggapan demikian, Hamdi pun tidak berkutik. Di tempat kediamannya, dia mulai memutar otak, bagaimana mendapatkan uang untuk biaya keberangkatannya. Tak lama berselang, secercah peluang pun hinggap di benaknya. Dia teringat pamannya yang termasuk orang berada. Mobil pribadinya saja ada enam. “Pasti paman bisa membantu,” ucapnya membatin penuh keoptimisan.

Ketika ia penuh harap, ternyata pamannya tidak memberi sepeser uang pun untuknya. Sempat ingin mengadu ke bibi (istri pamannya) prihal permasalahannya, tapi dia urungkan niatnya, karena merasa malu.

Pertolongan Allah

Di tengah kegalauannya itu, Hamdi mencoba menerka-nerka, apa kira-kira hikmah di balik keputusan pimpinannya, yang mengutus tugas dakwah, nun jauh di sana, tanpa dibekali sepeser uang pun?.

Saat itu lah terlintas di benaknya firman Allah yang menerangkan, bahwa siapa saja yang bersusah payah menolong agama Allah, maka Allah pun akan menolongnya, “In tanshurullah yan syurkum” (Apa bila engkau membantu agama Allah, maka Allah pun akan membantu engkau).” Hamdi mengingat salah satu firman Allah dalam al-Quran itu dengan perasan yakin.

Sedari itu, memuncaklah kembali rasa optimisnya, bahwa Allah tidak mungkin melantarkan dirinya yang berusaha memperjuangkan agama-Nya. Ia yakin, Allah tidak akan tidur, sebagaimana sejarah yang pernah terjadi pada Siti Hajar, istri Nabiullah Ibrahim.

“Sebagaimana Dia (Allah) telah menyelamatkan Hajar dan Ismail di tengah-tengah padang sahara, dengan memuncratkan air Zam-Zam dari bawah kaki Ismail”, terangnya.

Entah kenapa, setelah mengingat dan menghayati kandungan ayat tersebut, hati dan pikiran Hamdi terasa plong. Sepertinya, Allah telah membentangkan sederet jalan keluar, yang begitu jelas dihadapannya. Padahal, realitasnya, belum ada sama sekali ide cemerlang untuk mengetaskan permasalahannya tersebut.

Hari Jum’at, adalah batas akhir Hamdi mempersiapkan diri. Dia harus berangkat keesokkan harinya, karena hari Senin, ia harus menapakkan kaki di tempat tugas. Kira-kirajarak tempuh darat antara kota Lampung-Bengkulu, ± memakan waktu satu hari-satu malam.

Na’asnya, tepat pada hari yang telah ditentukan itu (Sabtu pagi), Hamdi belum juga mendapatkan uang serupiah pun. Meski demikian, ia sudah mempersiapkan keberangkatannya. Baju-baju, buku-buku, segala sesuatu yang dirasa dibutuhkan, semuanya sudah dikemas. Dia sendiri sudah berpakaian rapi, layaknya seorang perantau, yang siap melakukan perjalanan jauh.

Allah Maha Melihat Hamba-Hamba-Nya yang memang tulus berjuang di jalan-Nya. Dan sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya. Dia tunjukkan kekuasaan-Nya pada pemuda yang saat ini tengah kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Islam, Surabaya ini.

Ceritanya, sebelum berangkat, Hamdi menyempatkan diri berpamitan ke pada sanak saudara, dan tetangga-tetangga dekatnya. Untung tidak bisa diraih, malang tak dapat ditolak. Banyak dari mereka yang memberinya uang saku. Padahal, sedikitpun Hamdi tidak pernah mengungkapkan atau bercerita permasalahan finansialnya pada mereka.

“Mereka bilang sih, uang sekedar untuk beli es dan jajan di jalan, ” terangnya.

Yang mencengangkan, setelah dihitung totalitasnya, jumlah nominal yang diperoleh, cukup membuat mata Hamdi meloto. Kira-kira mencapai ± Rp. 500.000. Dahinya mengkerut, seolah tidak percaya dengan apa yang sedang ia saksikan.

“Mata saya sempat lembab, dan bibir tak henti-henti mengucapkan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil, menyaksikan Kemahabesaran Allah ini,” ujarnya.

“Ini satu bukti, bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya, yang telah termaktub dalam al-Quran,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Dengan uang itulah, kemudian Hamdi mampu menjalankan amanah pimpinannya, tepat pada waktunya.

Bercita-Cita Menjadi Da’i

Hamdi adalah salah satu peserta yang mengikuti Kuliah Da’I Mandiri (KDM), yang dimobilisasi oleh Hidayatullah, di Palembang. Seusai mengikuti program tersebut, ia ditugaskan untuk berdakwah di Bengkulu. Ia sendiri berasal dari Lampung. Ia mengikuti pelatihan itu, atas rekomendasi dari salah satu ustadznya di Lampung.

Sejatinya, sudah lama ia merindukan untuk terjun langsung di dunia dakwah. Namun, niatnya tersebut sempat tersendat lantaran ada beberapa hal yang menghalanginya, untuk melaksanakan tugas para anbia’ ini, hingga tibalah tawaran menghampirinya guna ikutserta dalam program KDM.

Untuk menambah wawasan keislamannya, kini ia tengah serius menuntut ilmu di salah satu Perguruan Tinggi Islam, yang ada di Surabaya.

“Latar belakang saya sebagai siswa sekolah umum, yang jarang mendapat pengetahuan tentang keislamanlah, yang mengarahkanku untuk serius, menekuni ajaran Islam saat ini,” terangnya.

“Mudah-mudahan, kelak akan bermanfaat bagi diriku sendiri, keluarga, dan kaum muslimin pada umumnya,” harapnya. */Robinsah. Kisah ini diceritakan langsung oleh yang bersangkutan/hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jatim Larang Perayaan Valentine
Tulisan selanjutnya Sikap Kita pada Valentine’s Day

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?