Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Ya Allah, Ternyata Aku Belum Mampu Bersyukur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Mei 2015 13:14 1:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2015 13:14
Bagikan
Bagikan

JUJUR, mungkin aku termasuk wanita yang punya keinginan muluk-muluk. Entah karena korban bacaan novel atau yang lainnya, sejak dulu aku berobsesi punya kulit sebening kristal, atau setidaknya berkulit putih mulus seperti bintang iklan di televisi. Entah kenapa juga, penampilan wanita-wanita tersebut mampu menyita perhatianku bahkan aku kadang bermimpi dielu-elukan oleh orang lain karena kecantikan yang kumiliki. Astaghfirullah!

Di lain kesempatan, fikiranku melayang tentang perbedaan warna kulit manusia. Mengapa ada manusia yang dianugerahi kulit putih, ada pula yang hitam, merah, sawo matang, cokelat dan sebagainya. Tentunya warna kulit yang dipunyai adalah hasil keturunan dari  orangtua yang mewarisinya dari orangtuanya juga. Begitu seterusnya hingga berakhir pada Nabi Adam, moyang semua manusia.

Jika semua manusia adalah keturunan Nabi Adam, semestinya semua manusia memiliki warna kulit yang sama, setidaknya menyerupai warna kulit yang Adam miliki. Demikian, sejak dulu anganku telah mengembara kemana-mana. Fikiranku hinggap dari satu pendapat ke pendapat yang lain.

Hingga suatu saat dalam mata kuliah Tafsir Tematik, di bangku kuliah  Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Bahasa Arab (LIPIA) Jakarta, kutemukan jawaban tersebut.

Siang itu, dosenku, pengajar tafsir menjelaskan Surah Fathir [35]:11 “Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan)…”

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Menurut sang ustadzah, ayat ini secara lugas menjadi bukti asal mula manusia diciptakan. Allah menciptakan Adam dari turab (tanah). Dari berbagai macam tanah tersebut, Allah lalu menyatukannya dan dengan kehendak-Nya, Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama di bumi. Layaknya aneka jenis tanah di setiap hamparan bumi, maka tak heran, jika varian kulit manusia juga beragam warnanya.

Dalam ayat ini, jika Adam tercipta dari tanah, rupanya keturunan Adam berikutnya diciptakan dari nutfah. Kini, ilmu kedokteran modern pun mengakui kebenaran empirik tersebut.

Alhamdulillah, luar biasa. Entah kenapa, seketika aku terkesima dengan keterangan ustadzah. Rasanya aku tak punya alasan lagi untuk bertanya apalagi membandingkan warna kulit yang kumiliki sekarang. Penjelasan di atas sukses meruntuhkan seluruh obsesi dan mimpi indah yang selama ini kubangun, ingin punya kulit putih mulus lalu dibanggakan oleh semua orang. Astaghfirullah wa atubu ilaihi.

Satu hal yang kusyukuri, kini aku benar-benar tersadar bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah. Bukan warna kulit atau status sosial yang membuatnya lebih mulia. Sebab pembeda itu adalah takwa dan akhlak yang dipunyai oleh seseorang.

Tak ada yang salah dari ciptaan Allah. Semuanya sama dan tak perlu dibedakan. Yang keliru jika ternyata aku belum mampu bersyukur atas keadaan diriku saat ini. Aku masih terlalu banyak mengeluh atas kekurangan diri hingga lupa mensyukuri kelebihan yang ada. Aku yang lebih banyak pesimis daripada all out bermujahadah dalam belajar.

Ketahuilah, jika diri ini larut dalam sanjungan orang lain. Jangan lupa, hal itu semata-mata karena Allah masih berkenan menutupi segudang borok aib kelakuan diri ini di hadapan orang lain. Benar, bahwa kebahagiaan itu sederhana. Cukup perbanyak bersyukur, niscaya kebahagiaan akan bermuara di jiwa. Ya Rabb, bantulah diri ini untuk bersyukur kepada-Mu, berdzikir, dan kokoh beribadah di atas ketaatan kepada-Mu.  Alhamdulillah ala kulli hal.*/Nur Bayyinah,  lulusan Sekolah Marama Putri, Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI Jakarta Utara Kerjasama dengan Organisasi Syiah Gelar Radikalisme
Tulisan selanjutnya Pecat Guru, Sekolah Islam di Australia Mendapat Protes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?