Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Pengungsi Suriah Diterima di Pulau Kecil Skotlandia [3]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2016 10:37 10:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2016 11:50
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel KEDUA

HUMZA Yousaf, seorang anggota parlemen Skotlandia dari partai SNP dan menteri Skotlandia untuk perkembangan Eropa dan internasional, memberi pemerintah Inggris pinjaman untuk bantuan finansial bagi kamp pengungsi, dan mereka menawarkan bantuan untuk membuat perjalanan para pengungsi melalui laut Aegean dan Mediterania lebih aman, tetapi wacana itu dikecam.

Britania dapat menerima lebih banyak dari 20.000 pengungsi yang disetujui hingga 2020, kata dia, menambahkan: “Jika ada keinginan politik, maka selalu ada jalan.”

SNP telah lama mendorong pemerintah Inggris untuk menerima lebih banyak jumlah pengungsi Suriah, menurut Yousaf. Dia menunjuk pertanyaan pertama Perdana Menteri dalam sidang parlemen baru pada Juni 2015, ketika Angus Robertson, pemimpin kelompok parlemen Inggris dari SNP mengangkat isu penempatan pengungsi. “Pemerintah Inggris memiliki catatan buruk dalam penempatan pengungsi Suriah dan tidak memiliki persiapan untuk bekerja sama dengan negara Eropa lain dalam menerima pengungsi yang telah diselamatkan di laut Mediterania,” Robertson menyatakan.

Pengungsi Suriah di sepanjang Skotlandia

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Amer Masri pertama kali datang ke Skotlandia pada 2007 untuk menyelesaikan gelar doktor philosophynya di Universitas Edinburgh. Ketika pemberontakan dimulai pada tahun 2011, Masri kembali ke Suriah, tetapi komentar yang sebelumnya dia buat tentang kebrutalan pemerintah Bashar al-Assad menyebabkan dia dipenjarakan oleh cabang intelejen negara itu selama dua bulan, selama dipenjara dia mengatakan dia mengalami berbagai penyiksaan fisik dan psikologis.

Setelah dibebaskan, Masri kembali ke Skotlandia pada Juli 2011. “Ketika aku tiba, tidak banyak orang mengetahui apa yang terjadi di Suriah,” dia menjelaskan. Tetapi tersebarnya foto-foto tubuh balita Suriah Aylan Kurdi yang tenggelam pada September 2015 memantik reaksi keras di seluruh Inggris, khususnya di Skotlandia, kata dia. Masri ingat dia mendengar Nicola Sturgeon hampir menangis ketika melihat foto-foto itu.

Pulu Bute menderita masalah ekonomi dikarenakan berkurangnya populasi [Harrison Redi/Al Jazeera]

Masri telah tinggal di Skotlandia selama empat tahun, dan dia sekarang membantu para pengungsi mencari tempat tinggal dan membantu mereka  beradaptasi di rumah baru mereka.

“Saya menyaksikan pemerintah Skotlandia melakukan apa yang mereka bisa untuk membuat para pengungsi merasa diterima dan memberi tempat tinggal,” kata dia.

“Mereka telah terdaftar langsung dengan GPS untuk pemeriksaan kesehatan, mereka mengalokasikan pekerja sosial untuk memeriksa jika ada seseorang terkena kelainan stress pasca trauma, dan mereka telah mengalokasikan rumah. Saya telah melihat sambutan bintang lima dari pemerintah Skotlandia dan publik.”

“Terdapat sebuah perbedaan besar antara kebijakan di Skotlandia dan di Inggris. Kita telah melihat seberapa besar pengungsi disambut di Skotlandia,  secara publik dan pada tingkat politik. Itu tidak pernah sama dengan bagian selatan perbatasan.”

Masri percaya apa yang dibutuhkan kedepannya agar terjadi. “Mengakhiri perang adalah hal pertama yang kami inginkan,” kata dia, “tetapi dengan tidak adanya tanda bahwa itu akan segera berakhir, saya akan menekankan bahwa lebih banyak jumlah harus datang ke Inggris, dan khususnya Skotlandia, sebagai sebuah negara besar dengan banyak sumber daya tetapi sedikit populasi.”

Anggota parlemen Skotla dia Russell juga mendesak bahwa Skotlandia memiliki ruang dan sumber daya dalam menampung lebih banyak pengungsi.

“Kami tidak penuh, kami benar-benar tidak penuh,” dia berkata. “Kami memiliki lahan kosong yang luas, dan tempat-tempat dimana kami membutuhkan populasi tambahan.”

“Penulis besar Skotlandia yang meninggal [pada 5 Desember], William McIlvanney, menggambarkan Skotlandia sebagai ‘negara campuran’. Aku pikir itu menggambarkan kebanggaan, dan kita seharusnya senang karenanya. Ini akan menambah keragaman.”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Krisis Suriahpengungsi Suriahskotlandiasuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Presiden Shimon Peres Dilarikan ke Rumah Sakit
Tulisan selanjutnya Jalankan Adab, Hidup Lebih Berkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?