Hidayatullah.com—Penderita diabetes beresiko dua kali lebih tinggi mengalami serangan jantung, hal ini sudah diketahui meskipun penyebab pastinya masih belum jelas bagi para ilmuwan. Namun sebuah penelitian di Universitas Iowa (UI), Amerika Serikat, berhasil menunjukkan kedua penyakit itu berhubungan karena terganggunya kerja enzim pada jantung oleh diabetes.
“Banyak studi telah menunjukkan bahwa pasien diabetes, khususnya, sangat beresiko meninggal dunia karena myocardial infraction (serangan jantung). Studi kami menunjukkan bukti baru bahwa enzim CaMKII yang teroksidasi memainkan peran penting dalam penyebab kematian ini,” kata Mark Anderson, profesor UI penulis laporan penelitian di Journal of Clinical Investigation dikutip Xinhua (16/2/2013).
Delapan persen dari populasi Amerika Serikat mengidap diabetes. Dan kematian akibat serangan jantung banyak dialami oleh penderita diabetes.
Diabetes diketahui meningkatkan stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan sel. Tahun 2008, riset di laboratorium Anderson di UI menunjukkan bahwa enzim CaMKII (calcium/calmodulin – dependent protein kinase II) teraktivasi oleh oksidasi.
Penelitian terbaru kali ini menghubungkan stres oksidatif akibat diabetes itu dengan kenaikan resiko kematian akibat serangan jantung lewat aktivasi enzim CaMKII berbasis oksidasi.
Tikus-tikus penderita diabetes di laboratorium menunjukkan mereka mati karena mengalami gangguan ritme jantung. Hal ini mendorong ilmuwan untuk meneliti lebih lanjut sel pengatur ritme jantung.
Pada tikus penderita diabetes yang mati akibat serangan jantung terlihat sel-sel pengatur ritme jantung banyak yang mati akibat teroksidasinya enzim CaKMII. Ketika peneliti mencoba memblokir proses oksidasi enzim tersebut, resiko kerusakan sel pengatur ritme jantung menurun sehingga resiko kematian akibat serangan jantung berkurang.
Hasil penelitian ini menjadi pendekatan baru dalam pencegahan serangan jantung, yaitu dengan mengurangi oksidasi enzim jantung pada penderita diabetes.*