Hidayatullah.com—Diperkirakan sepertiga penduduk dunia tidak mendapat pasokan air minum dan air bersih serta setengahnya menghadapi masalah sanitasi yang tidak terurus, menurut laporan terbaru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dikutip kantor berita China Xinhua.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk anak-anak (UNICEF) melaporkan, 2,1 miliar penduduk di seluruh dunia kurang akses terahadap kebutuhan air aman, tidak ada pasokan air di rumah sementara manajemen sanitasi untuk 4,5 miliar penduduk lagi tidak diurus dengan baik.
Baca: Pengelolaan Air Dinilai Bermasalah Besar, Pemerintah Diminta Tangani Serius
Masalah menjadi hal utama risiko penyebaran penyakit seperti diare, kolera, disentri, hepatitis A dan demam tifoid.
Dari 2,1 miliar orang yang tidak memiliki akses pasokan air aman, sebanyak 844 juta orang langsung tidak memperoleh pasokan dasar air minuman.
Kemajuan manajemen dasar sanitasi di 90 negara dunia tersedia terlalu lambat berarti ia tidak dapat mencapai kebutuhan universal pada tahun 2030.
“Pasokan air bersih dan pengelolaan sanitasi yang aman di rumah tidak seharusnya menjadi hak istimewa kaum kaya atau penduduk di daerah perkotaan saja,” kata Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Menurutnya, kebutuhan paling dasar untuk kesehatan manusia dan semua negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan semua orang memiliki akses.*