Hidayatullah.com—Isolasi sosial berkaitan dengan tingginya resiko kematian di kalangan orang-orang berusia lanjut, tidak peduli apakah mereka merasa kesepian atau tidak.
Dilansir BBC (26/3/2013), sebuah studi mengkaji 6.500 pria dan wanita Inggris berusia di atas 52 tahun mendapati bahwa terisolasi dari keluarga dan teman berkaitan dengan 26% resiko kematian lebih tinggi selama tujuh tahun.
Apakah responden merasa kesepian atau tidak, hal itu tidak mempengaruhi tingginya resiko kematian terkait isolasi sosial.
Ini bukan pertama kalinya diketahui bahwa kesendirian memberikan pengaruh buruk pada kesehatan seseorang. Namun para peneliti ingin mengetahui lebih lanjut apakah penyebabnya adalah faktor emosional berupa rasa kesepian atau bukan.
Mereka yang terisolasi secara sosial, sedikit melakukan kontak dengan anggota keluarga lain atau teman, cenderung lebih tua dan tidak menikah serta menderita sakit terkait mobilitas yang terbatas, seperti penyakit paru-paru dan arthritis.
Mereka yang mengaku merasa kesepian, kebanyakan wanita dan menderita banyak gangguan kesehatan termasuk depresi.
Terisolasi secara sosial dan merasa kesepian, keduanya, terkait dengan resiko kematian yang lebih tinggi.
Namun, ketika faktor-faktor lain seperti gangguan kesehatan dicoret dari faktor penyebab, maka terlihat kondisi terisolasi secara sosial –hidup sebatang kara dan sedikit melakukan interaksi sosial- tetap menjadi faktor resiko.
Resiko itu tetap ada ketika peneliti mencoret perasaan kesepian dari daftar faktor pendorong resiko kematian.
Dengan kata lain, hidup sendiri -meskipun tidak merasa kesepian atau mengidap penyakit- maka orang tersebut memiliki faktor resiko kematian yang lebih tinggi.
Para peneliti yang menuliskan laporannya di Proceedings of the National Academy of Sciences mengaku sangat terkejut dengan temuan itu.
Pimpinan riset Prof Andrew Steptoe direktur Institut Epidemiologi dan Perawatan Kesehatan di University College London mengatakan, “Hubungan sosial dapat memberikan dukungan emosional dan kehangatan yang sangat penting. Tidak hanya itu, hal tersebut juga memberikan masukan seperti nasehat, perhatian apakah obatnya sudah diminum, serta memberikan dukungan bantuan dalam melakukan berbagai pekerjaan.”
“Kelihatannya aspek-aspek praktis seperti itulah yang penting bagi kelangsungan hidup manula,” katanya lagi.
Dalam 15 tahun terakhir terdapat kenaikan 50% jumlah orang yang hidup sendiri berusia 55-64 tahun di Inggris. Dan sepertinya, orang-orang tua itu tidak bisa mengurus dirinya sendiri dengan cukup baik, kata Steptoe.
Direktur umum Age UK Michelle Mitchell mengatakan, “Studi tersebut menjelaskan lebih terang dari sebelumnya bahwa kesepian dan terisolasi tidak hanya menyengsarakan, tetapi juga memiliki resiko nyata bagi kesehatan, yaitu meningkatkan resiko kematian dini.”
Wanita itu menambahkan, pemotongan tunjangan hidup oleh pemerintah setempat atas orang-orang berusia lanjut mungkin akan memperparah resiko kematian mereka.*