Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Kurang Tidur Diperkirakan Penyebab Penyakit Alzheimer

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 4 Juni 2014 20:26 8:26 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Juni 2014 20:26
Bagikan
Bagikan

SESEORANG yang sulit tidur dalam satu malam, bisa menunjukkan adanya protein yang lebih tinggi dari tingkat normal pada otak dan memberi tanda adanya penyakit Alzheimer, menurut studi baru dari Belanda.

“Kami pikir tidur sehat yang normal membantu mengurangi jumlah  (amyloid) beta di otak, dan jika tidur terganggu penurunan tidak bisa terjadi,” kata peneliti senior Dr Jurgen Claassen dari Radboud University Medical Center di Nijmegen.

Pada orang yang berulang kali gagal mendapatkan tidur malam yang baik, konsentrasi amyloid-beta dapat terbentuk dan bisa menjadi salah satu faktor munculnya penyakit Alzheimer, katanya.

Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia dan penyebab utama kematian keenam untuk orang-orang usia tua di Amerika, menurut Centers for Disease Control and Prevention. Lebih dari 5 juta orang Amerika memiliki penyakit tersebut. Demikian dilaporkan Daily News (3/6/2014).

Berbeda dari bentuk lain dari demensia, Alzheimer sebagian ditentukan oleh akumulasi di otak dari protein amyloid-beta. Penyebab penyakit Alzheimer belum diketahui, tetapi plak amyloid-beta telah lama diduga memainkan peran penting.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Claassen dan rekan-rekannya menulis dalam JAMA Neurology, penelitian pada tikus telah menemukan penurunan jumlah amyloid-beta dalam otak hewan yang sehat setelah tidur malam yang baik. Itu menunjukkan tidur memainkan peran dalam membersihkan protein dalam semalam.

Untuk melihat apakah hal yang sama berlaku pada manusia, para peneliti meneliti 26 pria paruh baya dengan kebiasaan tidur normal untuk mengukur kadar protein sebelum dan sesudah tidur, atau jika kurang dari itu.

Orang-orang yang diteliti itu dibawa ke klinik, di mana kateter dimasukkan ke dalam tulang punggung mereka untuk diambil sampel cairan sebelum mereka pergi tidur dan setelah mereka bangun. Setengah dari pria secara acak melakukan tidur malam yang baik, sementara separuh lainnya tetap terjaga.

Para peneliti menemukan, orang-orang yang mendapatkan tidur malam yang baik, memiliki tingkat amyloid-beta dalam cairan tulang belakang mereka sekitar 6 persen lebih rendah di pagi hari dibanding saat sebelum tidur. Orang-orang yang tetap terjaga sepanjang malam tidak mengalami perubahan tingkat amyloid-beta.

Kualitas tidur pun diteliti untuk mendapatkan berapa banyak terjadi penurunan amyloid-beta, yang menunjukkan lebih banyak asam amino dapat dibersihkan saat tidur yang lebih baik, sebut tim dalam tulisannya.

“Kami menyimpulkan beta bisa dibersihkan atau tidak dari kondisi tidur seseorang,” kata Claassen kepada Reuters.

Claasen menyebutkan, walaupun orang mungkin tidak begadang sepanjang malam selama berminggu-minggu pada satu waktu, tetapi kemudian secara parsial tidak tidur beberapa malam, dapat terjadi peningkatan (amyloid-beta).

“Kami meneliti, kurang tidur yang agak ekstrim semalam, mirip dengan kurang tidur secara parsial dalam seminggu,” ujarnya.

“Berdasarkan hal ini dan juga penelitian yang lain, sebaiknya seseorang melakukan kebiasaan tidur yang baik, yang juga jangan terlalu khawatir jika waktu tidurnya terlewatkan hanya semalam saja,” tambahnya.

Dr Michael Shelanski, Wakil Direktur Columbia University Medical Center’s Taub Institute for Research on Alzheimer’s Disease and the Aging Brain di New York City, memperingatkan bahwa studi baru tersebut masih belum dapat membuktikan protein amyloid-beta memiliki hubungan dengan risiko Alzheimer.

“Kami belum yakin dengan bukti-bukti dari makalah tersebut,” kata Shelanski, yang tidak terlibat dalam penelitian baru tersebut.

“Tetapi ini merupakan studi yang menarik,” katanya. “Ini studi yang baik, tapi masih belum dapat dikatakan apakah penyakit Alzheimer memiliki hubungan dengan pola tidur.”

Claassen mengakui bahwa hasil timnya tidak membuktikan bahwa melakukan cukup tidur akan mencegah penyakit Alzheimer, atau menumpuknya amyloid-beta menyebabkan kondisi tersebut. Tidur mungkin hanya salah satu dari banyak faktor risiko pada penyakit, katanya. Lainnya termasuk genetika, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

“Kami pikir, penyakit itu memiliki beberapa penyebab. Tidak hanya satu. Tapi kita tidak tahu yang mana,” tambahnya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alzheimer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelang Rakernas, Syabab Hidayatullah Pastikan Ikuti Maklumat Induk Soal Pilpres
Tulisan selanjutnya Cahaya Biru pada Gadget Bisa Picu Kegemukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?