Hidayatullah.com—Apakah Anda penggemar makanan cepat saji? Mungkin ada baiknya Anda berfikir dua kali. Sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa makanan cepat saji yang diproses menggunakan pengawet terkait dengan risiko kehilangan memori di bagian otak yang lebih tua, lapor The Sun.
Para peneliti juga memperingatkan bahwa bagian otak yang disebut amigdala, yang menyeimbangkan emosi ketakutan, juga akan terpengaruh. Untuk menghindari risiko itu, para peneliti merekomendasikan agar orang mengubah kebiasaan makan mereka daripada mengonsumsi suplemen.
Peneliti mengatakan diet tinggi asam lemak omega-3 yang berasal dari ikan seperti salmon bisa menghilangkan masalah tersebut. “Konsumsi makanan yang diproses dapat menyebabkan masalah kehilangan memori terjadi lebih signifikan,” kata ilmuwan dari Behavioral Medicine Research Institute di Ohio State University, Dr. Ruth Barrientos.
Para ilmuwan mengatakan makanan olahan, keripik, dan daging deli yang mengandung pengawet dikaitkan dengan hilangnya memori secara tiba-tiba pada otak yang lebih tua. Pola makan yang buruk bisa berarti beberapa keputusan berbahaya.
Sebelumnya, laman Washingtonpost mengungkap, sebuah studi tentang makanan cepat saji dan kesehatan jantung menemukan bahwa makanan cepat saji lebih dari sekali seminggu dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi. Sementara makan makanan cepat saji lebih dari dua kali seminggu dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik, diabetes tipe 2 yang lebih tinggi dan kematian akibat penyakit jantung koroner.
Studi lain menemukan, makanan cepat saji meningkatkan risiko demensia meningkat. Terlalu banyak konsumsi makanan cepat saji berlemak dapat meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi oleh pankreas Anda. Meskipun Anda mungkin sudah tahu bahwa peningkatan produksi insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2, Anda mungkin tidak tahu bahwa ada hubungan yang menakutkan dengan demensia.
Sementara penelitian lain pernah dilakukan di RMIT University di Australia bahwa orang yang mengonsumsi banyak makanan cepat saji berkinerja lebih buruk pada latihan memori sederhana. Para peneliti menemukan bahwa makanan cepat saji dan jenis junk food lainnya dapat mengurangi neuroplastisitas, proses yang memungkinkan otak kita untuk menyimpan pengalaman kita sebagai kenangan.*