Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Banyak Konsumsi Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kehilangan Memori

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Oktober 2021 04:55 4:55 am
Ahmad
Dipublikasikan 18 Oktober 2021 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Apakah Anda penggemar makanan cepat saji? Mungkin ada baiknya Anda berfikir dua kali. Sebuah studi yang dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa makanan cepat saji yang diproses menggunakan pengawet terkait dengan risiko kehilangan memori di bagian otak yang lebih tua, lapor The Sun.

Para peneliti juga memperingatkan bahwa bagian otak yang disebut amigdala, yang menyeimbangkan emosi ketakutan, juga akan terpengaruh. Untuk menghindari risiko itu, para peneliti merekomendasikan agar orang mengubah kebiasaan makan mereka daripada mengonsumsi suplemen.

Peneliti mengatakan diet tinggi asam lemak omega-3 yang berasal dari ikan seperti salmon bisa menghilangkan masalah tersebut. “Konsumsi makanan yang diproses dapat menyebabkan masalah kehilangan memori terjadi lebih signifikan,” kata ilmuwan dari Behavioral Medicine Research Institute di Ohio State University, Dr. Ruth Barrientos.

Para ilmuwan mengatakan makanan olahan, keripik, dan daging deli yang mengandung pengawet dikaitkan dengan hilangnya memori secara tiba-tiba pada otak yang lebih tua. Pola makan yang buruk bisa berarti beberapa keputusan berbahaya.

Sebelumnya, laman Washingtonpost mengungkap, sebuah studi tentang makanan cepat saji dan kesehatan jantung menemukan bahwa makanan cepat saji lebih dari sekali seminggu dikaitkan dengan risiko obesitas yang lebih tinggi. Sementara makan makanan cepat saji lebih dari dua kali seminggu dikaitkan dengan risiko sindrom metabolik, diabetes tipe 2 yang lebih tinggi dan kematian akibat penyakit jantung koroner.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Studi lain menemukan, makanan cepat saji meningkatkan risiko demensia meningkat. Terlalu banyak konsumsi makanan cepat saji berlemak dapat meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi oleh pankreas Anda. Meskipun Anda mungkin sudah tahu bahwa peningkatan produksi insulin dapat menyebabkan diabetes tipe 2, Anda mungkin tidak tahu bahwa ada hubungan yang menakutkan dengan demensia.

Sementara penelitian lain pernah dilakukan di RMIT University di Australia bahwa orang yang mengonsumsi banyak makanan cepat saji berkinerja lebih buruk pada latihan memori sederhana. Para peneliti menemukan bahwa makanan cepat saji dan jenis junk food lainnya dapat mengurangi neuroplastisitas, proses yang memungkinkan otak kita untuk menyimpan pengalaman kita sebagai kenangan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:junk foodKesehatanmakananmakanan cepat sajimemori
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Erdogan: Turki Sedang Negosiasi Pembelian F-16 dengan AS
Tulisan selanjutnya Gubernur Khofifah Sampaikan Kesiapan Jawa Timur jadi Konfrensi Internasional Alumni Al-Azhar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?