Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Hutan Ziika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2016 16:34 4:34 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2016 16:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di kampung kecil di sela-sela pepohonan yang menjulang tinggi dan semak belukar yang kusut di atas tanah dekat tepi Danau Victoria di Uganda, nyamuk-nyamuk pembawa virus Zika terbang ke sana ke mari mengusik penduduk setempat, yang tidak terpengaruh dengan kehebohan isu kesehatan global yang dipicu oleh virus tersebut.

“Zika? Belum pernah dengar, penyakit macam apa itu?” kata Julius Makumbi, 38, seorang tukang ojek yang tinggal tidak jauh dari hutan tersebut.

Ketidakacuhannya dapat dimengerti. Di sanalah kemungkinan tempat kelahiran virus Zika, yang namanya diambil dari nama hutan tersebut hampir 70 tahun silam. Tidak ada catatan bahwa virus Zika pernah menimbulkan masalah besar bagi kesehatan penduduk di daerah itu.

Julius Lutwama, seorang virologis Uganda yang meneliti nyamuk-nyamuk pembawa virus –termasuk Zika– selama 31 tahun, yakin Zika tidak akan menjadi ancaman di sana sebab penduduk sepertinya sudah memiliki kekebalan.

“Mungkin ada semacam imunitas,” kata Lutwama, meskipun dia mengakui tidak pernah ada tes apapun untuk memperkuat dugaannya, tulis James Akena yang melaporkan untuk kantor berita Reuters (22/3/2016).

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Kami ada banyak sekali penyakit yang berkaitan dengan Zika, hal itu mungkin memberikan semacam kekebalan pada tubuh orang-orang Afrika,” kata Lutwama, seraya menunjuk virus-virus sejenis seperti dengue, West Nile virus, dan demam kuning yang bertahun-tahun sudah menghinggapi daerah itu.

hutan-ziika-nyamuk

Turunan Zika yang sekarang menginfeksi orang-orang di Brazil dan menebarkan kepanikan di Benua Amerika juga sepertinya berbeda. Untuk sekarang mungkin hal itu merupakan kabar baik, tetapi orang-orang Afrika juga berisiko jika Zika tipe Brazil itu menyeberangi Samudra Atlantik.

Penduduk Afrika patut khawatir, sebab di kawasan Kepulauan Cape Verde di Afrika Barat sudah tercatat ada lebih dari 7.000 kasus infeksi Zika, termasuk satu kasus di pekan pertama bulan Maret lalu di mana seorang bayi dilaporkan lahir dengan microcephaly, kondisi kepala kecil akibat ketidaknormalan otak yang diduga berkaitan dengan virus Zika.

zika-bayi

Zika pertama kali ditemukan oleh dua ilmuwan Skotlandia, virologis bernama George Dick dan entomologis bernama Alexander Haddow. Ketika sedang meneliti penyakit demam kuning di Hutan Ziika pada tahun 1947, mereka mengidentifikasi virus itu dalam tubuh seekor rhesus monkey, jenis monyet berhabitat asli di Asia Selatan, Asia Tenggara dan China Selatan, yang sering dipakai dalam penelitian bidang kedokteran dan biologi karena kedekatannya dengan anatomi dan fisiologi manusia, serta mudah di dapat dan ditempatkan dalam kurungan.

Sebuah menara baja setinggi 120 kaki di dalam Hutan Ziika, yang didirikan tahun 1962, hingga sekarang masih dipakai para ilmuwan dan peneliti untuk menangkap nyamuk yang akan dipakai dalam penelitian virus yang banyak sekali macamnya, yang menimbulkan masalah kesehatan serius bagi masyarakat dunia. Selain dari menara di hutan seluas 15 akre itu, tidak tampak tanda-tanda lain bahwa Hutan Ziika berperan penting dalam mengatasi salah satu masalah kesehatan dunia sekarang ini.

Gerald Mukisa, 50, seorang penjaga dan pemandu di Hutan Ziika, mengatakan bahwa hutan itu sekarang diterlantarkan. Dia mengkhawatirkan perambahan yang dilakukan oleh para pengembang.

“Rumah-rumah itu seharusnya tidak ada di sana,” kata Mukisa, menujuk perumahan yang menurutnya di bangun di atas lahan hutan milik pemerintah.

Sejumlah penebang kayu juga mengendap-endap masuk hutan dan menebang pepohonan di sana untuk keperluan kayu bakar, sehingga menimbulkan resiko kepunahan keragaman hayati di hutan kecil yang memiliki 136 jenis pohon itu.

“Saya sudah minta setidaknya satu senjata api untuk membantu menakut-nakuti orang yang ingin melakukan aktivitas ilegal. Namun, tidak ada satu pun yang mendengarkan,” kata Mukisa. “Saya pasrah.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mempertanyakan Wartawan yang Tersenyum dengan Pembantai Umat Islam
Tulisan selanjutnya Ulama di Hadapan Umar bin Abdul Aziz adalah Murid

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?