Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Pemberian ASI Lebih Lama Bermanfaat Kesehatan dan Terhindar Resiko Kanker Payudara

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Desember 2017 17:07 5:07 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Desember 2017 17:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Menyusui anak yang bisa berjalan dan berbicara adalah subjek yang kontroversial. Padahal bukti menunjukkan kegiatan ini bermanfaat bagi anak, namun stigma sosial membuat banyak ibu tidak mau melakukannya setelah 6 atau 12 bulan usia bayi mereka.

Data yang baru-baru ini diterbitkan oleh Universitas Deakin memelajari sejumlah keluarga antara tahun 2008 dan 2010, dan ditemukan bahwa pada usia 18 bulan, 10 persen anak-anak masih disusui, dan itu berkurang menjadi 1 persen pada usia 3,5 tahun.

Data dari studi Longitudinal 2006-2007 tentang Anak-anak Australia menunjukkan, pada usia 24 bulan, 5 persen anak-anak masih disusui.

Pakar menyusui dari Universitas La Trobe, Profesor Lisa Amir, mengatakan sebagian besar keluarga mendengar pesan tentang manfaat menyusui selama enam bulan, sehingga mereka merasa 12 bulan sudah lama.

“Pesan bahwa WHO [Badan Kesehatan PBB] merekomendasikan aktivitas menyusui untuk berlangsung di tahun kedua jarang dibahas,” katanya dikutip Australia Plus.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Di tahun 2012, majalah Time membuat kontroversi berkat sampul provokatifnya tentang metode pengasuhan yang mendekatkan hubungan anak dengan orang tua (attachment parenting).

Majalah itu membuat sampul provokatifnya yang menunjukkan seorang ibu menyusui anaknya yang berusia tiga tahun.

Konselor menyusui di Asosiasi Menyusui Australi, Renee Kam, mengatakan bahwa lebih banyak perempuan mungkin menyusui lebih lama jika bisa diterima secara budaya.

“Hal yang umum di belahan lain dunia untuk melihat anak-anak yang lebih tua masih menyusu dan orang-orang melihatnya seperti hal biasa,” sebut Kam.

Baca: Air Susu Ibu Terbukti Kuatkan Paru-Paru

“Tapi dalam budaya Barat seperti kamu, itu adalah sesuatu yang tidak terlihat dan hal-hal yang tak terlihat cenderung membuat orang merasa sedikit tidak nyaman … Secara biologis masih normal, tapi secara kultural tak begitu.”

Manfaat bagi ibu dan payudara

Dr Amir juga mengatakan bahwa terus menyusui berarti nutrisi optimal untuk anak, termasuk menyediakan asam lemak, imunoglobulin untuk kekebalan dan cara mudah untuk menenangkan balita yang rewel.

“Selain itu, menyusui memberi ketahanan pangan bagi balita jika terjadi keadaan darurat, misalnya evakuasi untuk kebakaran atau banjir,” sebut Dr Amir.

“Penelitian menunjukkan ada hubungan dosis-respon terbalik yang jelas antara menyusui dan risiko kanker payudara,” katanya, seraya menambahkan penelitian telah menunjukkan bahwa semakin lama ibu menyusui semakin rendah peluang ia menderita kanker payudara.

Kam mengatakan itu juga bermanfaat untuk menenangkan dan menghibur anak-anak.

“Anak-anak telah menggambarkan bagaimana menyusui bisa membuat mereka merasa bahagia atau dicintai atau hangat dan suka dipeluk,” kata Kam.

Baca: “ASI, Vaksinasi, dan Dukungan terhadap Ibu Menyusui”

Tapi meski tak ada penelitian yang menyebutkan bahwa menyusui lebih lama berdampak negatif pada ibu atau anak, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai ibu.

Misalnya, perempuan menyusui harus memantau asupan alkohol mereka, dan menyaring obat-obatan yang mereka konsumsi untuk memastikan tidak ada yang tersalur melalui air susu mereka.

Kam berkata kegelisahan mungkin “menjengkelkan” bagi para ibu, begitu pula berurusan dengan permintaan balita untuk disusui.

“Mungkin ada kalanya seorang balita ingin banyak menyusu, dan terutama pada saat-saat seperti itu, sang ibu mungkin merindukan ruang bagi diri mereka sendiri,” sebutnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:air susu ibuanakASIbalitaibukanker payudaraKesehatanotakpengasuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Metro TV Minta Maaf Kesalahan Tulisan al-Qur’an Program ‘Syiar Kemuliaan’
Tulisan selanjutnya Hindari Blokade Keuangan Amerika, Venezuela Luncurkan Mata Uang Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?