Hidayatullah.com–Venezuela akan memperkenalkan sistem mata uang digital “petro” baru dalam upayanya memerangi sanksi keuangan Amerika Serikat (AS).
“Venezuela akan menciptakan cryptocurrency (mata uang digital) yang didukung oleh cadangan minyak, gas, emas, dan berlian,” ujar Maduro dikutip dari Reuters, Selasa (05/12/2017).
“Ini juga akan memungkinkan kita untuk bergerak menuju pendanaan baru untuk pembangunan ekonomi dan sosial negara tersebut,” kata Presiden Nicolas Maduro.
Mata uang baru itu akan dinamakan “petro,” kata pemimpin berhaluan kiri itu dalam pidato televisi hari Ahad (04/12/2017), dan akan didukung dengan cadangan minyak, emas, dan mineral negara anggota OPEC yang dipimpin sosialis itu.
Ini akan memungkinkan Venezuela maju ke bentuk baru keuangan internasional bagi perkembangan ekonomi dan social negara tersebut, kata Maduro.
Selain itu, pemerintah juga mengumumkan produksi pengawas blokade, sebuah platform perangkat lunak untuk membeli dan menjual mata uang virtual.
Pengumuman Maduro dibuat saat Venezuela menghadapi masalah keuangan setelah kreditur dan agen pemeringkat menyatakan bahwa pemerintah dan perusahaan minyak yang dikendalikan PDVSA gagal menyelesaikan hutang tersebut.
Maduro menyalahkan sanksi yang diberlakukan oleh Washington pada bulan Agustus yang mencegah AS dan perusahaan untuk membeli obligasi pemerintah Venezuela baru atau PDVSA.
Namun pemimpin oposisi mengkritik Maduro dan mengatakan pengumuman itu perlu mendapat persetujuan pihak Kongres serta mempertanyakan efektivitas mata uang digital di tengah kekacauan yang melanda negara tersebut.
Venezuela tengah mengalami krisis ekonomi parah akibat anjloknya harga minyak dan merosotnya produksi minyak.
Baca: Agen DEA dan Secret Service Didakwa Mencuri Bitcoin >$800.000
Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar bolivar anjlok 95,5 persen terhadap dollar AS. Bitcoin sendiri bukan hal yang asing bagi Venezuela.
Negara ini mengalami krisis keuangan hingga membuat penduduknya mengalami kekurangan kebutuhan dasar, seperti makanan dan obat-batan.
Kebijakan Presiden Donald Trump telah melumpuhkan kemampuan Venexuela dalam memindahkan uangnya melalui bank Internasional. Washington telah mengenakan sanksi terhadap pejabat Venezuela, Eksekutif PDVSA, dan penerbitan utang negara tersebut.
Maduro memilih menjauh dari dolar AS setelah melihat kenaikan bitcoin yang spektakuler baru baru ini. Keniakan tersebut menandakan bahwa mata uang digital perlahan-lahan mendatangkan daya tarik para investor utama dunia.*