Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

YAICI: Susu Kental Manis Berbahaya bagi Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Juni 2019 13:41 1:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Juni 2019 13:41
Bagikan
[Ilustrasi] Susu kental manis kemasan kaleng sejumlah merek.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kandungan susu pada susu kental manis (SKM) hanya satu persen, sisanya justru memiliki kandungan gula dan karamel. Karena itu, SKM berbahaya bagi anak di bawah umur 12 tahun.

Demikian ditekankan Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat, saat memberikan penyuluhan kesehatan di Universitas Muhammadiyah Mataram di Mataram, Nusa Tenggara Barat (27/06/2019).

“Berdasarkan data yang kami peroleh atau bisa dilihat di label SKM, kandungan susunya sangat sedikit dan itu sangat berbahaya bagi anak,” jelasnya.

Pemerintah melalui Balai Pengawas Obat dan Makanan telah memberikan empat larangan terhadap iklan SKM. Larangan itu meliputi iklan atau produk dilarang menampilkan anak usia di bawah lima tahun, dilarang menggunakan visualisasi SKM setara susu lain atau pelengkap zat gizi, dilarang menggunakan visualisasi susu dalam gelas yang diseduh, dan iklan dilarang ditayangkan pada jam acara anak-anak.

Arif mengatakan, meskipun dikeluarkan larangan namun pihak SKM justru mengiklankan produk mereka langsung ke masyarakat.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

“Mereka mempromosi langsung ke lapangan, mereka datangi sekolah, kumpulan komunitas, berdayakan vloger, jadi tetap bermain di arena susu,” sebutnya.

Baca: DPD Minta Peruntukan SKM Disosialisasikan Masif dan Komprehensif

Diungkapkan, sejak satu abad belakangan tepatnya mulai tahun 1920, masyarakat sudah direcoki dengan SKM yang dianggap setara dengan susu dari iklan di televisi. Padahal berdasarkan penelitian, justru SKM lebih banyak mengandung gula.

“Dari satu abad lalu kita sudah direcoki itu adalah susu dan 50 pemberitaan melalui Televisi. Jadi sampai sekarang masih banyak yang menganggap SKM itu susu,” jelas Arif.

Ia menjelaskan, SKM sangat berbahaya apabila dikonsumsi dengan cara diseduh (dicampur air panas). Sebab, kadar gula sangat banyak dan melebihi batas konsumsi gula harian. Mestinya, kata Arif, SKM digunakan bukan sebagai minuman, tapi sebagai topping.

“Kami meneliti di Kendari dan di Batam. Di Banten kami temukan salah satu penyebabnya adalah SKM, dia gizi buruk,” jelasnya kutip INI-Net, Jumat (28/06/2019).

Baca: Susu Kental Manis Bukan Susu? Ini Klarifikasi BPOM

Mengkonsumsi SKM, selain menyebabkan gizi buruk pada anak, dinilai juga menyebabkan diabetes.

SKM diketahui hanya pelengkap makanan, bukan merupakan susu. Sehingga sangat berbahaya jika masyarakat luas meyakini SKM adalah susu.

“SKM diasumsikan sebagai susu berasal dari iklan televisi. Temuan kami, mereka meyakinkan SKM sebagai susu justru dari perawat di desa,” ungkapnya.

Menurutnya, di luar negeri tidak ada lagi yang mengkonsumsi SKM, sebab mereka menyadari kalau mengkonsumsi rutin akan mengancam keselamatan generasi masa depan.

Walaupun memiliki bahaya, SKM dapat dijumpai di supermarket yang justru ditaruh pada rak khusus susu.

Baca: Kemenkes: Susu Kental Manis Lebih Banyak Mengandung Gula dan Lemak daripada Protein

Perlu Pengawalan terkait SKM

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Nurhandini Eka Dewi, menerangkan, mengonsumsi SKM akan berisiko dari sisi gizi, sebab asupan gizi tidak mencukupi.

Sedangkan Aisyiyah sebagai organisasi Persyarikatan Muhammadiyah mendukung penuh program sosialisasi terkait SKM yang dilakukan oleh YAICI dan mengapresiasinya.

Menurut Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, perlu ada pengawalan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa, terutama mensosialisasikan resiko atas penggunaan SKM sebagai susu.

Ia mengatakan, memang, tanggung jawab kesehatan masyarakat memang ada di tangan pemerintah. Akan tetapi, pekerjaan rumah ini akan lebih efektif dan efisien bila dilakukan oleh seluruh elemen yang ada.

“Termasuk keluarga sebagai elemen terkecil dalam sebuah negara,” imbunya.

YAICI bersama Pengurus Pusat Aisyiyah menjalin sinergi melaksanakan edukasi bijak mengkonsumsi SKM di sejumlah kota di Indonesia. Edukasi diadakan dalam bentuk talkshow dan kreasi makanan sehat bergizi.

Di kota Mataram, kegiatan edukasi tersebut dihadiri 200 kader dan kepala BPOM NTB serta Kepala dinas kesehatan NTB.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakgulaminumanSKMsusususu kental manisYAICI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKS Ajak Koalisi Adil Makmur Jadi Oposisi Konstruktif
Tulisan selanjutnya Saudi Jajaki Penggunaan Tenda Bertingkat di Mina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’

Terbaru

  • Tidak Bermanfaat Bagi Negara, Kenya Depak Raksasa Kimia India Tata Chemicals
  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?