Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

BPOM: Vaksinasi Covid-19 kepada Lansia Harus Hati-hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Februari 2021 14:37 2:37 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Februari 2021 14:37
Bagikan
[Ilustrasi] Ibu lansia.
Bagikan

Hidayatullah.com- Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan sudah menyetujui penggunaan darurat, tetapi vaksinasi terhadap orang-orang lanjut usia harus dilakukan dengan hati-hati karena kelompok tersebut berisiko tinggi memiliki komorbid atau penyakit penyerta, kata Kepala BPOM Penny K Lukito baru-baru ini.

“Oleh karena itu, proses screening menjadi sangat critical, sangat penting sebelum dokter memutuskan memberikan persetujuan vaksinasi,” ujarnya menjelaskan dalam keterangannya dikutip pada Senin (08/02/2021).

Sebelumnya, BPOM telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 (CoronaVac) yang diproduksi oleh Sinovac untuk dapat diberikan kepada kelompok berusia 60 tahun ke atas.

Hal itu secara resmi disampaikan langsung oleh Kepala BPOM Penny K. Lukito dalam keterangan persnya, Ahad (07/02/2021) sore. “Pada 5 Februari 2021 kemarin, BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat (emergency use authorization) vaksin CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas dengan dua dosis suntikan vaksin, yang diberikan dalam selang waktu 28 hari,” katanya seperti dilansir dari Sekretariat Kabinet.

Lebih lanjut, Penny menambahkan jika BPOM telah menerbitkan fact sheet atau lembar fakta untuk tenaga kesehatan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan screening sebelum melaksanakan vaksinasi terhadap kelompok lanjut usia.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

“Di samping itu, manajemen risiko juga harus direncanakan dengan sebaik-baiknya sebagai langkah antisipasi/mitigasi risiko apabila terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI),” ujarnya menambahkan.

Penny berharap dengan disetujuinya penggunaan darurat vaksin, bisa menurunkan angka paparan infeksi dan kematian lansia karena Covid-19. “Dengan telah diterbitkannya persetujuan vaksin untuk populasi lansia diharapkan angka kejadian infeksi dan angka kematian lansia akibat infeksi Covid-19 ini dapat menurun,” kata Penny.

Penny memaparkan persetujuan penggunaan darurat CoronaVac diberikan setelah melalui pembahasan panjang yang dilakukan oleh BPOM dengan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Komisi Nasional Penilai Obat, dokter spesialis alergi dan imunologi, juga dokter spesialis geriatrik terkait dengan hasil uji klinis vaksin tersebut di China dan Brazil terhadap kelompok yang berusia 60 tahun ke atas.

Sebelumnya Penny juga mengatakan jika pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap data uji klinis vaksin CoronaVac fase pertama dan kedua di China, serta fase ketiga di Brazil.

Dari hasil uji klinis fase pertama dan kedua di China yang melibatkan 400 orang kelompok lanjut usia menunjukkan jika 28 hari setelah pemberian dosis kedua, kadar antibodi sebesar 97,96 persen.

Terakhir, Penny menjelaskan bahwa data uji klinis fase ketiga yang berlangsung di Brazil dengan melibatkan subjek lansia sebanyak 600 orang telah menunjukkan bahwa vaksin produksi Sinovac tersebut aman dan tidak ada efek samping serius yang dilaporkan, hanya bersifat ringan sakit kepala, demam, mual, nyeri, kemerahan pada kulit, dan bengkak.* Azim Arrasyid

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BPOMlansiaPenny K Lukitovaksin Covid-19Vaksin Sinovac
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Terapkan PPKM Mikro, Ini Instruksi Mendagri
Tulisan selanjutnya Senator DPR Desak Cabut SKB Atribut Agama: Masalah Lokal Terlalu Dibesarkan, Lebay

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?