Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Studi Oxford Ungkapkan Kombinasi Pfizer-AstraZeneca Hasilkan Respons Kekebalan Lebih Baik

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Juni 2021 10:08 10:08 am
Ahmad
Dipublikasikan 30 Juni 2021 10:08
Bagikan
Saline
Bagikan

Hidayatullah.com–vaksin suntik campuran Pfizer BioNTech dan AstraZeneca akan menghasilkan respons kekebalan yang lebih baik daripada dosis lain, menurut sebuah penelitian Oxford. Kombinasi vaksin sudah diberikan kepada 830 sukarelawan penelitian ini.

Studi yang disebut Com-COV, membandingkan campuran dosis vaksin AstraZeneca dan Pfizer dan menemukan bahwa kombinasi tersebut menghasilkan antibodi konsentrasi tinggi terhadap ‘protein lonjakan’ virus corona. Data tersebut mendukung keputusan beberapa negara Eropa untuk mulai menawarkan alternatif AstraZeneca sebagai suntikan dosis kedua setelah vaksin dikaitkan dengan masalah pembekuan darah.

Profesor di Oxford, Matthew Snape, mengatakan temuan penelitian itu bisa digunakan untuk memberikan fleksibilitas pada vaksinasi. “Ini pasti menggembirakan karena respon antibodi dan sel T sejalan dengan jadwal pencampuran,” katanya.

Respon antibodi tertinggi terlihat pada individu yang menerima dua dosis vaksin Pfizer, dengan kedua tabel campuran menghasilkan efek yang lebih baik daripada dua dosis vaksin AstraZeneca.  Menurut penelitian, injeksi AstraZeneca yang diikuti oleh Pfizer menghasilkan respons sel T terbaik dan antibodi lebih tinggi daripada penggunaan Pfizer yang diikuti oleh AstraZeneca.

Hasilnya adalah untuk kombinasi vaksin yang diberikan dengan interval empat minggu kepada 830 sukarelawan penelitian. Snape mengatakan suntikan AstraZeneca diketahui menghasilkan respons imun yang lebih baik dengan interval antar dosis yang lebih lama.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Di Inggris, para pejabat merekomendasikan jeda 8 minggu antara dosis vaksin pertama dan kedua untuk individu di atas usia 40 dan jeda 12 minggu untuk orang dewasa lainnya. Mengingat pasokan vaksin yang stabil di Inggris, tidak ada alasan bagi negara tersebut untuk mengubah jadwal vaksinasi sesuai dengan temuan penelitian tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:imunkekebalanPfizer-AstraZenecavaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Eropa Mengalami Lonjakan Infeksi Covid-19 Varian Delta dari India
Tulisan selanjutnya Shalat Tarawih Jakarta Pemerintah Pusat Bakal Terapkan PPKM Darurat, Wagub DKI Sudah Siap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?