Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Kepala Marketing Raib, Google Timur Tengah Tutup

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 8 Februari 2011 07:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Konflik politik Mesir rupanya berdampak pada Google. Berita terbaru diumumkan, Wael Ghonim, Head of Marketing Google untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, raib di tengah gejolak politik Mesir.

“Kami bisa konfirmasikan bahwa  seorang karyawan Google, Wael Ghonim, masih hilang di Mesir,” ujar juru bicara Google melalui pernyataan tertulis yang dikutip oleh situs Wired.

Menurut Google, Ghonim tiba di Mesir pada awal pekan lalu untuk menghadiri sebuah konferensi. Ia sempat memposting tweet dalam bahasa Inggris di Twitter yang cukup kritis terhadap pemerintah Mesir.

Lewat salah satu tweetnya, ia sempat menyindir pemerintah Mesir yang melakukan pemblokiran Facebook dan Twitter. “Sebuah pemerintahan yang takut dengan Facebook dan Twitter semestinya mengurus saja sebuah kota di Farmville, tapi tidak usah mengurus negara seperti Mesir,” ujar Ghonim.

Belakangan, ia menyatakan hendak turut dalam aksi unjuk rasa, walaupun sempat dicegah oleh keluarganya. Ghonim juga sempat memposting tweet berbunyi “Doakan #Mesir. Saya sangat khawatir dengan rencana pemerintah menggelar kejahatan perang terhadap rakyat. Kami semua sudah mati.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Setelah itu, Ghonim tidak terlihat lagi sejak Kamis malam. Sebuah percakapan di Twitter memperkirakan Ghonim telah ditahan oleh polisi Mesir, namun laporan itu belum dikonfirmasi.

Upaya pencarian terhadap Ghonim juga dilakukan secara bersama-sama, dengan membuat dokumen spreadsheet kolaboratif di Google Docs, untuk mengumpulkan informasi orang-orang hilang dengan metode crowd source.

Google juga meluncurkan sistem tweet melalui sambungan telepon landline untuk memudahkan masyarakat Mesir bisa berkomunikasi dengan dunia.
Demonstrasi di Mesir sendiri pecah sejak 25 Januari saat masyarakat Mesir ramai-ramai turun ke jalan meminta Presiden Hosni Mubarak yang telah berkasa selama 30 tahun, mundur karena dianggap gagal memajukan ekonomi serta memberantas korupsi.

Sedikitnya 140 orang tewas saat bentrok dengan polisi sejak aksi unjuk rasa digelar pekan lalu. Google Mesir sendiri, kini telah menutup kantornya demi keselamatan karyawan.

Tekanan AS

Sementara itu, hari Ahad, Amerika meminta PM Mesir Ahmed Shafiq  tak mengganggu aktivis HAM dan pers.

Permintaan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton kepada PM Shafiq dalam pembicaraan melalui telepon. Shafiq mengatakan pada jaringan televisi Amerika CNN bahwa para pejabat telah diberi tahu supaya jangan mengganggu aktivis HAM dan wartawan yang meliput aksi-aksi protes anti-pemerintah.

Sebelumnya, seorang wartawan Prancis terluka  akibat serangan dari pendukung Presiden Mubarak. Mereka menilai, para wartawan asing penyulut berbagai demonstrasi anti-pemerintah. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menag Ingin Gratiskan Madrasah
Tulisan selanjutnya Saudi Bangun Kampus Khusus Wanita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?