Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

25% Anak Balita Inggris “Diasuh” TV?

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 10 Mei 2011 10:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah studi mengisyaratkan bahwa 25% para orangtua yang memiliki anak balita di Inggris mengakui mereka menggunakan televisi sebagai seorang pengasuh.

Sekitar 70% dari seribu ibu dan ayah yang ditanyai dalam rangka tahun komunikasi mengatakan mereka tidak merasa bersalah membiarkan anak-anak mereka menonton TV.

Dan 42% di antara mereka berpendapat menonton TV adalah cara terbaik bagi anak-anak untuk belajar, simpul hasil studi itu.

Para ahli mengatakan orangtua perlu menonton televisi bersama anak-anak mereka jika ingin menggunakan itu sebagai kesempatan belajar yang baik.

Dengan cara ini mereka bisa membuka percakapan dan memperkenalkan kata-kata baru kepada anak mereka, kata hasil jajak pendapat tersebut.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tentusaja yang dimaksudkan di sini anak-anak harus menonton program-program yang sesuai dengan umur mereka dan memang secara khusus dirancang untuk mereka.
‘Duduk diam’

Tetapi survei ini mengisyaratkan bahwa lebih dari setengah para orangtua yang memiliki anak berusia dua hingga enam tahun, mengizinkan anak mereka menonton program televisi seperti “EastEnders, The X Factor” dan “Coronation Street”.

Survei ini juga mengisyaratkan bahwa hampir delapan dari 10 anak menonton TV sendiri, tanpa ditemani orangtua, selama dua jam setiap hari.

Dan ketika para orangtua menonton bersama anak-anak mereka, hanya 15% dari mereka menggunakan itu untuk membuka percakapan. Seperlima dari mereka duduk diam bersama anak-anak mereka.

Riset yang sudah dipublikasi sebagai bagian dari tahun komunikasi dikenal sebagai Kampanye Halo.

Ahli terapi bicara dan bahasa serta jurubicara kampanye ini, Wendy Lee mengatakan survei ini menyoroti fakta bahwa para orangtua tidak menderita “rasa bersalah”.
‘Kesempatan fantastis’

Tetapi dia mengatakan ada peluang bagi orangtua untuk menggunakan informasi dan petunjuk.

“TV bisa digunakan sebagai satu kesempatan yang luar biasa untuk memperkenalkan karakter kesukaan anak-anak dan juga memperkenalkan kehidupan di luar kotak televisi.

“Ngobrol soal karakter-karakter, membuat cerita sendiri dan bahkan melakonkan peran karakter itu ketika melakukan petualangan bisa membantu para orangtua mengembangkan bahasa anak dan komunikasi anak,” tambah Wendy.

Kampanye itu mempublikasikan rencana berisi 10 butir langkah untuk mendorong para orangtua menggunakan TV sebagai kesempatan untuk berbicara dengan anak-anak usia pra-sekolah.

Para orangtua yang ikut dalam jajak pendapat ini ditanyai secara online oleh badan bernama One Poll bulan April lalu.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dulu Berjasa, Sekarang Diperalat Intelijen? (2)
Tulisan selanjutnya Ulama Libanon Pelajari Citra Muslim yang Ramah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?