Hidayatullah.com—Kaspersky Lab hari Senin (15/10/2012) kembali mengumumkan keberadaan virus yang menjelajah di jaringan komputer di Timur Tengah. Virus miniFlame diyakini mampu melakukan serangan lebih presisi dibanding induknya, lapor AFP.
Menurut Kaspersky, sementara virus Flame original diperkirakan menyerang 5.000 komputer (kebanyakan di Iran dan Sudan) virus miniFlame hanya menyerang sekitar 50 perangkat, tetapi memiliki “nilai yang sangat berharga”.
Iran sebelumnya menuding Flame sebagai penyebab hilangnya data di terminal minyak terpenting dan di kementerian perminyakan negaranya.
Peneliti senior di Kaspersky yang berbasis di Moskow, Roel Schouwenberg, membandingkan Flame dengan miniFlame seperti antara pedang dengan pisau bedah. Di mana pedang Flame bisa menaklukkan banyak komputer dalam sekali tebas, sementara pisau bedah miniFlame meskipun hanya mengenai wilayah yang kecil tetapi sangat vital.
Kaspersky berteori bahwa miniFlame didistribusikan terutama oleh Flame dan sebuah program spyware lain yang baru ditemukan bernama Gauss, virus yang banyak menginfeksi Libanon dan untuk memata-matai transaksi keuangan.
Tidak banyak yang diketahui tentang korban miniFlame. Hanya saja lokasi korban lebih berpencar ketimbang Flame dan Gauss. Tidak hanya di Libanon atau Iran, miniFlame diketahui menjangkiti komputer di wilayah Palestina, Kuwait dan Qatar.
Keberadaan miniFlame in membuktikan perkiraan Kaspersky dan perusahaan sejenis dari Amerika, Symantec, tentang eksistensi sejumlah program virus komputer berukuran lebih kecil yang dikontrol oleh Flame.
“MiniFlame dipasang untuk melakukan operasi pengintaian lebih mendalam dan menjalankan operasi siber-intelijen,” kata kepala pakar keamanan Kaspersky, Alexander Gostev.
Sementara itu Symantec hari Jumat kemarin mengaku memiliki informasi baru mengenai program-program yang terkait dengan Flame.*