Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Video Game Kekerasan Dapat Membentuk Remaja Berperilaku Kriminal

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2014 10:17 10:17 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 5 Agustus 2014 10:17
Bagikan
Anak-anak remaja yang sedang bermain video game/ilustrasi.
Bagikan

VIDEO game kekerasan yang bertema karakter antisosial dapat meningkatkan risiko bagi remaja penggemar game memiliki perilaku kriminal dan resiko lainnya, seperti merokok dan menenggak alkohol, sebut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat.

Permainan-permainan tersebut dapat membentuk  ‘citra diri’ bagi pemainnya, kata penelitian yang dilakukan peneliti dari Dartmouth College yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology.

Satu studi yang diterbitkan sebelumnya di Dartmouth pada tahun 2012, menemukan bahwa video game kekerasan juga dapat mendorong remaja mengemudi sembarangan.

Penelitian lain yang terkait dengan video game kekerasan dapat membentuk agresivitas remaja dan kekerasan.

Namun studi terbaru ini, sebagaimana dilansir AFP dan dimuat Malay Mail Online, Senin (4/8/2014),  “adalah penting karena merupakan yang pertama menunjukkan adanya kemungkinan efek dari video game kekerasan terhadap penggunaan zat (terlarang), mengemudi seenaknya, dan melakukan tindakan seksual,” kata profesor pediatri di Dartmouth dan penulis pendukung,  James Sargent.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Bahkan, anak-anak muda yang bermain jenis video game semacam itu mengidentifikasi dirinya dengan perilaku protagonis antisosial dari video game yang mereka mainkan.

“Sehubungan dengan karakter menyimpang dari video game, kita perlu merenungkan nasihat Kurt Vonnegut dalam bukunya ‘Mother Night’: ‘Kita adalah apa yang kita berpura-pura, jadi kita harus berhati-hati tentang apa yang kita berpura-pura menjadi ‘,” kata penulis utama Jay Hull, yang memimpin Departemen Psikologi dan Ilmu Otak di Dartmouth.

Untuk penelitian ini, para peneliti menanyai secara acak 5.000 remaja AS selama empat tahun melalui telepon.

Di antara faktor-faktor yang diteliti adalah tiga video game mengandung kekerasan semacam “Grand Theft Auto”, “Manhunt”, dan “Spiderman”, dan “permainan khusus orang dewasa”  lainnya.

Penelitian ini kemudian menemukan kaitan antara permainan video game tersebut dengan perubahan berbagai perilaku berisiko tinggi.

“Hal ini berakibat, sebagian, menimbulkan perubahan pada kepribadian, sikap, dan nilai-nilai, khususnya membuat mereka lebih memberontak dan mencari sensasi,” kata studi tersebut.

Para peneliti menemukan efek serupa baik pada pria atau wanita, dan yang terkuat membentuk efek adalah permainan yang bercirikan protagonis antisosial.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:remaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya [Video] Serdadu Zionis Hancurkan Masjid Didedikasikan pada Kawan-kawannya yang Mati
Tulisan selanjutnya Bendera LGBT Berkibar pada Kampanye Erdogan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?