Hidayatullah.com–Indonesia merupakan negara pengguna Facebook yang cukup massif dan banyak. Diperkirakan puluhan juta penduduk Indonesia menggunakan Facebook, termasuk masyarakat muda yang masih aktif memakai Facebook.
Ketua Lembaga Riset Keamanan Cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center) Pratama Persadha mengatakan, dalam penggunaan Facebook di Indonesia seharusnya ada angka dan nilai yang diraih negara dengan media sosial Facebook. Namun yang jadi masalah saat ini, ujarnya, owner Facebook tidak mau melakukan kerjasama dan terikat dengan negara tertentu dalam penggunaan media sosial tersebut.
“Coba lihat berapa pengguna Facebook di Indonesia. Selain data kita terekspos di luar negeri, dan pendapatan kita yang hilang ke luar negeri. Per orang itu ada nilai angkanya. Facebook itu seharusnya ada 400 miliar lebih seharusnya ke negara, belum twitter, Facebook, google, dan server,” kata Pratama, Senin (27/4/2015) dikutip KBRN.
Dijelaskannya, berbeda dengan negara China yang memiliki media sosial sendiri, dan termasuk mesin pencari tersendiri. Di China, penggunaan internet diawasi negara, dan China tidak mau menggunakan akses dan server dari Amerika Serikat.
Untuk Indonesia, ucapnya, memang ada individu yang mampu menjalankan media sosial, namun mereka minim memiliki akses pendanaan dan dukungan kebijakan dari pemerintah.
“Beberapa waktu lalu ada aplikasi seperti koprol. Namun ketika koprol sudah mulai maju, kemudian dibeli oleh Yahoo, dan kemudian setelah dibeli orang-orang yang terlibat didalamnya dipekerjakan di Yahoo. Sayang sekali ternyata koprol tidak dikembangkan ketika dibeli Yahoo,” terangnya.*