Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Pelecehan pada Anak Hambat Kemampuan Kontrol Kognitifnya

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 24 Juni 2014 13:38 1:38 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 Juni 2014 13:38
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SATU penelitian baru ini yang diterbitkan dalam American Journal of Psychiatry, telah menemukan hubungan antara pelecehan anak dan pengurangan materi abu-abu di otak yang bertanggung jawab untuk pengolahan informasi.

Pelecehan anak, yang terkait dengan perlakuan tidak semestinya pada anak, berbentuk semua bentuk kekerasan fisik dan emosional, seperti pelecehan seksual, penelantaran, kelalaian, dan setiap eksploitasi lainnya merugikan kesehatan, pengembangan, martabat, atau kelangsungan hidup anak di bawah usia 18 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, di seluruh dunia sekitar 20% wanita dan 5-10% pria melaporkan telah mengalami pelecehan seksual saat semasa anak-anak, sementara 23% orang melaporkan pelecehan fisik selama masa kanak-kanak.

Penelitian sebelumnya telah mengungkapkan, kekerasan terhadap anak dapat menyebabkan perubahan dalam struktur otak. Tapi tim yang terlibat dalam studi terbaru ini, termasuk Joaquim Radua, seorang peneliti di FIDMAG Sisters Hospitallers Foundation for Research and Teaching di Spanyol, mengatakan studi neuroimaging yang menyelidiki sejauh mana perubahan ini (struktur otak) menunjukkan “tidak konsisten.”

Dengan alasan ini, para peneliti berupaya melihat seberapa banyak penganiayaan pada anak mempengaruhi struktur otak.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Temuan menunjukkan ‘konsekuensi serius dari pelecehan anak pada perkembangan otak’.

Tim ini menganalisa data dari 12 penelitian yang digunakan berbasis voxel morfometri (VBM) –metode neurorimaging yang menilai perbedaan anatomi otak antara dua kelompok individu.

Studi, seperti dilaporkan Medical News Today (22/6/2014),  melibatkan 56 anak-anak atau remaja, dan  275 dewasa dengan riwayat pelecehan pada masa kanak-kanak, serta 56 anak-anak dan 306 orang dewasa yang tidak mengalami pelecehan anak.

Menggunakan meta-analisis teknik neuroimaging 3D yang dibuat oleh Radua — disebut “penandaan diferensial pemetaan”– tim mampu menentukan volume materi abu-abu di setiap individu.

Mereka menemukan, orang yang mengalami pelecehan anak memiliki volume jauh lebih kecil dari materi abu-abu di daerah otak tertentu, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat pelecehan anak.

Secara rinci, mereka yang memiliki riwayat pelecehan anak mengalami pengurangan materi abu-abu di kanan orbitofrontal /superior temporal gyrus mereka, amygdala, parahippocampal, gyri temporal tengah, dan inferior frontal kiri dan gyri pos pusat.

Tim mencatat bahwa penurunan yang paling konsisten dari volume materi abu-abu di antara mereka yang terkena pelecehan anak berada di prefrontal ventrolateral dan daerah limbik- temporal –daerah yang terkait dengan kontrol kognitif.

Daerah otak ini berkembang relatif terlambat  setelah anak mengalami pelecehan.Tim mengatakan, hal ini yang mungkin menyebabkan mengapa beberapa korban pelecehan anak biasanya memiliki kontrol kognitif yang lemah.

Selain itu, tim peneliti menemukan bahwa pengurangan materi abu-abu di bagian kanan orbitofrontal-temporal-limbik dan wilayah inferior frontal kiri bagi mereka yang memiliki riwayat pelecehan anak, akan tetap dalam kondisi semacam itu jika tidak dilakukan pengobatan. “Jadi kelainan-kelainan semacam ini berhubungan untuk penganiayaan/pelecehan anak,” kata Radua.

“Temuan ini menunjukkan konsekuensi serius dari kondisi masa kanak-kanak yang merugikan pada perkembangan otak,” katanya lebih lanjut.

“Kami berharap hasil penelitian ini akan membantu mengurangi risiko kondisi masa kanak-kanak, dengan mengembangkan pengobatan guna menstabilkan perubahan morfologis ini.”

Pada 2012 Medical News Today melaporkan pernyataan dari American Academy of Pediatrics, bahwa kekerasan mental pada anak-anak bisa sama merusak seperti kekerasan fisik.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peluru Terakhir “Tante Dolly”
Tulisan selanjutnya KPI Imbau Stasiun Televisi Hormati Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?