Hidayatullah.com– Pesantren Virtual, di tahun baru Islam ini, tepatnya pada 1 Muharram 1439 H lalu, merilis program Sistem Manajemen Madrasah dan Pesantren (Simapes) Versi 2.00.
Versi 2.00 dari Simapes memuat fitur-fitur tambahan seperti E-rapor sesuai Kurikulum 2013 versi revisi tahun 2017, penambahan fitur import dari data Excel untuk semua komponen database, serta perbaikan dan bug yang ada pada versi sebelumnya.
“Dalam versi terbaru sistem manajemen keuangan, juga semakin disempurnakan untuk mendukung administrasi keuangan pesantren yang umumnya rumit dan kompleks,” jelas Ketua Dewan Asatidz Pesantren Virtual, Muhammad Niam Lc LLM, dalam keterangan tertulis diterima hidayatullah.com di Jakarta, Jumat (22/09/2017).
Baca: Lulusan Pesantren Bisa Unggul di Bidang Sains Jika Diberi Kesempatan
Program yang didistribusikan secara gratis menggunakan lisensi Wakaf Ilmiyah ini, katanya, telah mendapatkan sambutan positif dari masyarakat dan berbagai pesantren di seluruh wilayah Nusantara, dari Aceh sampai Papua.
“Sejak launching (peluncuran) program Simapes pada tahun 2014 M/1436 H, sudah ratusan pesantren yang mengirimkan permohonan untuk mendapatkan copy (salinan) program tersebut,” sebutnya.
Tercatat olehnya sekitar 136 pesantren besar telah mengirimkan permohonan resmi untuk mendapatkan copy atau update (pembaruan) program Simapes.
Beberapa pesantren juga melakukan pelatihan dalam mengimplementasikan Simapes.
Baca: Sistem Pesantren di Indonesia jadi Inspirasi Madrasah di Pakistan
Pada tahun 2016, Simapes resmi diadopsi oleh RMI Jateng dan direkomendasikan agar dimanfaatkan oleh pesantren-pesantren di Jawa Tengah, dalam rangka mempopulerkan manajemen digital di pondok-pondok pesantren.
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, katanya, juga telah menjadikan Simapes sebagai aplikasi manajeman pesantren yang resmi dapat digunakan di pesantren, untuk mendukung program Education Manajement Information System (EMIS) milik Kemenag.
Ia menjelaskan, Simapes ditujukan untuk memudahkan dunia madrasah dan pesantren dalam mengelola manajeman murid dan santri, membangun database murid dan santri yang lebih sistematis dan komprehensif, serta membangun tata kelola pendidkan modern dan berbasis informasi teknologi khususnya di dunia madrasah dan pesantren.
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mengajak dunia pendidikan Islam dan pesantren untuk terus mengembangkan software (perangkat lunak) serupa di masa mendatang.
Karena program ini juga ditujukan untuk pesantren yang biasanya mengelola sistem boarding, maka program ini juga dilengkapi modul pengelolaan asrama.
“Modul Asrama meliputi tatakelola kamar asrama, manajemen penempatan siswa, dan sistem informasi pondok atau asrama. Sehingga memudahkan pengolahan informasi santri atau penghuni,” jelasnya.*