Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tekno

UEA Terbukti Sewa Perusahaan Zionis Retas Telepon Emir Qatar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 September 2018 17:59 5:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 September 2018 17:59
Bagikan
Seorang wanita Israel menggunakan iPhone nya di depan kantor NSO group, di Herzliya, dekat Tel Aviv
Bagikan

Hidayatullah.com– Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan telah meminta bantuan perusahaan rezim teroris ‘Israel’ yang dikenal ahli dalam spionase cyber -NSO Group Technologies-  guna meretas telepon Emir Qatar dan seorang putera Arab Saudi, diungkapkan koran New York Times.

NSO Group Technologies adalah perusahaan ‘Israel’ yang menjalankan cyber-intelligence di seluruh dunia. Didirikan pada tahun 2010 dan dikatakan memiliki lebih dari 500 staf dan berbasis di Herzliya tidak jauh dari Tel Aviv.

Menurut laporan yang dipublikasikan koran itu kemarin, sebuah email yang bocor yang dimuat New York Times  menunjukkan keterlibatan perusahaan itu dalam pengintaian ilegal untuk pelanggan.

NSO Group bersikeras di masa lalu bahwa mereka menjual perangkat lunaknya kepada klien dengan syarat bahwa itu hanya digunakan untuk melawan kejahatan dan terorisme, dan telah melalaikan tanggung jawab dalam kasus-kasus di mana itu diduga digunakan untuk pelanggaran terhadap hak-hak sipil.

Baca: Pakar IT: Dalang Peretas Kantor Berita Qatar Dilakukan dari Uni Emirat Arab 

Tetapi dua tuntutan hukum terbaru yang diajukan terhadap perusahaan ‘Israel’ itu telah menemukan dokumen yang menegaskan perusahaan dan afiliasinya terlibat secara aktif dalam kegiatan ilegal terhadap kliennya.

Baca Juga

Beginilah Zionis Mempersiapkan Remaja dan Pelajar jadi Generasi Tentara Siber
Sejumlah Kementerian Zionis Diserang Hacker Dunia  
Kecerdasan Buatan Tetap Terbatas Gunakan Sumber Daya yang Ada
Tak Dapat F-35, Turki Luncurkan KAAN, Pesawat Siluman Generasi ke-5
PP Muhammadiyah Luncurkan Aplikasi MASA

Menurut laporan itu, email yang bocor itu telah menunjukkan bukti para pemimpin UEA berhubungan dengan NSO meretas ponsel Abdulaziz Alkhamis, editor surat kabar Al Arab yang berbasis di London, dan mengirimi mereka rekaman.

Dua gugatan itu diajukan di ‘Israel’ dan Siprus oleh rakyat Qatar dan wartawan Meksiko serta aktivis yang menjadi sasaran perusahaan spyware – Pegasus.

Email dalam gugatan itu menunjukkan UAE menandatangani kontrak dengan perusahaan perangkat lunak pengintaian itu ‘pada Agustus 2013’.

UEA dilaporkan mencoba mencegat panggilan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Ali Thani pada tahun 2014 dan Pangeran Mutaib bin Abdullah – pesaing takhta kerajaan Arab Saudi – dan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri.

Laporan ini mengungkapkan untuk mengaktifkan perangkat lunak mata-mata di telepon yang ditarget, pesan teks yang dikirim dengan tautan.

Jika target menekan link, perangkat lunak Pegasus secara rahasia mengunduh (download) ponsel tersebut, memungkinkan pelanggan teknologi itu mendapat akses ke semua informasi, termasuk teks pesan, email dan data dari platform Facebook, Skype, WhatsApp, Viber, Wechat dan Telegram.

Teknologi ini juga tidak hanya memungkinkan setiap panggilan telepon dimonitor, tetapi juga dapat memantau percakapan dua orang secara tatap muka.

Menurut New York Times, gugatan itu menuduh NSO Group menyebabkan software bersangkutan berhasil merekam panggilan wartawan dan mencoba mengintip pejabat pemerintah asing atas permintaan pelanggan UEA empat tahun lalu.

Baca: Saudi Lanjutkan Proyek Kanal Kucilkan Qatar

Tahun 2016, Koran ‘Israel’ Yedioth Ahronoth pertama kali melaporkan bahwa Kementerian Pertahanan ‘Israel’ telah memberikan izin kepada NSO Group menjual perangkat lunak tersebut kepada sebuah perusahaan Arab, yang kemudian menargetkan aktivis hak asasi (HAM) UEA yang terkemuka. Tetapi ruang lingkup keterlibatan pemerintah belum diketahui, tulis The Time of ‘Israel’.

Mike Murray, seorang peneliti dari Lookout, perusahaan keamanan smartphone berbasis di San Francisco, menyebut Pegasus pada saat itu “salah satu perangkat lunak cyberpostage yang paling canggih yang pernah kami lihat.”

Aksi hacking terhadap kantor berita resmi Qatar dan akun media sosial pemerintah pada 24 Mei 2017, menyebabkan ketegangan besar dan krisis diplomatik yang menyebabkan Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir, memutuskan hubungan dengan Doha, selain memblokir jalur darat, laut dan udara pada 5 Juni tahun lalu, tulia Aljazeera.

NSO Group juga menjual teknologi pengawasan kepada Meksiko dengan syarat itu digunakan untuk melawan kejahatan dan teroris, tetapi kebanyakan wartawan terkenal, akademisi, pengacara hak asasi manusia dan penyidik ​​pidana turut menjadi sasaran.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Emir QatarhackhackingisraelNSO Group TechnologiesPangeran Mutaib bin AbdullahretasSaad HaririSheikh Tamim bin Hamad Ali ThaniUEAUni Emirat ArabZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haji Agus Salim dan Kehormatan Diri
Tulisan selanjutnya Polisi: Bermotif Teroris, Penikam 2 Warga AS di Amsterdam Pemuda Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Tekno

Google Sudah Lewat, Gen Z Cari Berita dan Informasi di TikTok

16 November 2023 14:45
IptekesTekno

Ratusan Nomor Telepon Terindikasi Penipuan Online Diblokir Pemerintah

16 November 2023 14:32
IptekesTekno

Kemenag Kembangkan Layanan Chatbot Al-Qur’an dengan Teknologi Artificial Intelligence

21 September 2023 20:49
pinjaman online
Tekno

Masyarakat Digital Mandiri Berdaulat dengan Platform Komunitas

28 Februari 2023 12:37
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?