Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Hak-Hak Persaudaraan dan Persahabatan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Februari 2024 14:59 2:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Februari 2024 15:00
Bagikan
Bagikan

Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah kecuali yang paling dicintai Allah yang paling besar kecintaan pada saudaranya

Hidayatullah.com| KETAHUILAH bahwa ikatan persaudaraan mengikat di antara dua orang seperti pernikahan mengikat suami dan istri. Jika persaudaraan telah terikat, maka hal itu memunculkan hak-hak atasmu dalam hal harta, jiwa, lisan, dan hati dengan pemaafan, doa, keikhlasan, pemenuhan janji, dan meninggalkan pembebasan diri.

Pertama, dalam hal harta. Hendaklah, setidaknya, adalah seperti budakmu. Maka urusannya (saudaramu, red) juga menjadi bagian dari kepentinganmu.

Pertengahannya adalah menjadikannya setingkat dirimu. Karena, persaudaraan memunculkan persekutuan dan kesamaan.

Yang paling tinggi adalah memuliakannya di atas dirimu. Maka engkau meninggalkan urusan dirimu untuk mengurus kepentingannya.

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Ini merupakan tingkatan yang paling tinggi. Hal itu pun ditegaskan di dalam banyak hadis dan âtsâr para ulama.

Rasulullah ﷺ bersabda, yang artinya;

مَا تحاب اثْنَان فِي الله إِلَّا كَانَ أحبهم إِلَى الله أشدهما حبا لصَاحبه

“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah kecuali yang paling dicintai Allah adalah yang paling besar kecintaan pada saudaranya.” (HR: Ibnu Hibban)

Kedua, membantu memenuhi kebutuhannya sebelum diminta. Hal ini memiliki derajat yang sebanding dengan tiga tingkatan dalam pengutamaan dengan harta, seperti yang tela pernah dijelaskan pada pembahasan pertama.

Ketiga, tidak mendatangkan sesuatu yang tidak disukainya. Anas r.a. berkata, “Rasulullah ﷺ tidak mendatangkan kepada seseorang sesuatu yang tidak disukainya.”

Ketahuilah, bahwa jika engkau mencari orang yang tidak memiliki aib, tidaklah akan menemukannya. Asy-Syafi’i ra pernah berkata;  “Tidak ada seseorang dari kaum Muslim yang taat kepada Allah, tidak berbuat maksiat kepada-Nya. Tidak ada seseorang dari kaum Muslim yang berbuat maksiat kepada Allah, tidak berbuat ketaatan kepada-Nya. Maka barangsiapa vang ketaatannya lebih besar daripada kemaksiatannya, ia adalah seorang yang adil. Jika ini merupakan keadilan dalam hak Allah Swt., maka ia adalah lebih utama dalam hakmu. Jadilah orang yang menampakkan kebaikan dan menutupi kejelekan, karena Allah Swt menyebutkan demikian di dalam doa. Maka dikatakan: “Wahai yang menampakkan kebaikan dan menutupi kejelekan.”

Ketahuilah, bahwa orang yang diridhai di sisi Allah Swt adalah yang berperilaku dengan akhlak-Nya, yaitu menyembunyikan aib lain dan mengampuni dosa. Ketahuilah, bahwa tidak sempurna keimanan seseorang sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Tidak diragukan bahwa diharapkan darinya menutup aurat, memaafkan ketergelinciran dan menyembunyikan rahasianya.

Ada orang mengatakan; “Hati orang-orang yang merdeka adalah kuburan rahasia.”

Ada pula yang mengatakan, “Hati orang bodoh terdapat pada mulutnya, dan lidah orang berakal terdapat pada hatinya.”

Ibn Al-Mu’taz berkata:

Orang yang menyimpan rahasia padaku

kutempati tempat persembunyiannya.

Kutitipkan rahasia itu di dadaku jadilah dadaku kuburannya.

Keempat, berbicara dengan sesuatu yang disukainya berupa pujian tanpa keluar dari kebenaran. Rasulullah ﷺ bersabda:

«إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ، فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ».

“Jika seseorang dari kamu mencintai sauidarannya, maką kabarkanlah kepadanya.” (HR: Tirmidzi)

Hal itu perlu karena dapat menambah kecintaan. Mengenai hal ini, terdapat syair yang indah:

Ambillah dari kekasilmu perkataan yang jernih

Tinggalkanlah perkataan yang kotor.

Umur akan menjadi pendek

Karena cacian kekasih pada yang lain

Demikian pula di dalam satu bait yang indah ;

Bukanlah engkau yang berlomba pada saudara 

Janganlah kau mencelanya

Atas ketidaktahuan orang terdidik

Siapapun ia

Kelima, pemenuhan janji dan keikhlasan. Hal itu mengukuhkan dan melanggengkan kecintaan hingga kematiannya, dan setelah kematiannya dengan kecintaan kepada anak-anak dan sahabat-sahabatnya.

Diriwayatkan dalam sebuah hadis bahwa Rasulullah ﷺ memuliakan seorang nenek yang datang kepadanya. Maka beliau ditanya mengenai hal

Beliau menjawab; “la sering datang kepada kami semasa Khadijah masih hidup.“

Ketahuilah, bahwa janji yang baik adalah sebagian dari iman dan memuliakan janji adalah sebagian dari agama. Hendaklah engkau selalu memandang bahwa keutamaan ada pada saudaramu, bukan pada dirimu. Mengenai hal itu disebutkan dalam bait-bait berikut:

Hinakanlah diri pada seseorang

Jauhilah persahabat dengan seseorang

Yang jika kau hinakan dirimu padanya

Ia memandangnya sebagai keutamaan bagimu

Bukan sebagai kebodohanmu

Jauhilah persahabatan dengan seseorang

Yang selalu  memandang  keutamaan dagi dirinya

Di atas teman karibnya.* (dari buku Mutiara Ihya’ Ulumuddin Imam al-Ghazali)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ada bersaudaraHeadlinepersaudaraanPilihan Redaksisaling mencintaisayang menyayangi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 35 Orang, Termasuk Petugas KPPS Meninggal selama Pemilu 2024
Tulisan selanjutnya Sekjen PBNU Ajak PKB Kembali ke Pangkuan NU

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

Berita
9 Juli 2026 18:04
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
Polemik Kajian BEM Psikologi UI Soal LGBT Berlanjut, Kampus Beri Klarifikasi
Otoritas Eropa Masih Imbau Maskapai Penerbangan Hindari Wilayah Udara Iran dan Timur Tengah

Terbaru

  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien
  • TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
  • Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
  • Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?