Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Waspadai 3 Arus Hedonisme di Sekitar Kita [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Maret 2016 07:31 7:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Maret 2016 07:31
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

ENTAH berawal darimana, hari ini masyarakat, khususnya remaja, mengenal istilah weekend. Sebuah hari libur di akhir pekan yang biasa dimanfaatkan sebagian remaja dengan dalih refreshing.

Sayangnya penyegaran yang dimaksud itu terkadang digunakan untuk berlomba-lomba mendatangi tempat spesial dan menarik sebagai hari “pembalasan” atas aktivitas padat yang mendera mereka sebelumnya.

Akibatnya liburan itu identik dengan menghabiskan waktu berfoya-foya dengan teman sebaya atau kawan dekat. Sebut misalnya mall, cafe, hingga bioskop XXI.

Setidaknya hal itu tampak dari beberapa mall atau pusat perbelanjaan di kota yang disesaki oleh rombongan siswa yang masih berseragam sekolah.

Dengan berdalih menghilangkan suntuk belajar, sebagian mereka bahkan tak segan menghamburkan budget yang tak sedikit.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Disebutkan, usia remaja merupakan obyek yang menarik dan diminati para produsen. Alasannya karena pola konsumsi seseorang terbentuk pada usia remaja.

Di samping itu biasanya remaja terbujuk oleh rayuan iklan yang menggoda. Membuat mereka tak realistis dan cenderung boros dalam menggunakan uang.

Lihatlah, seorang pelajar menyandang tas di bahu kanan dan gadget keluaran terbaru di genggaman kiri. Selanjutnya ia kongkow bersama rekan-rekannya nongkrong di cafe di tengah mall tersebut

Atau mereka yang asyik bergerombol mengunjungi butik dan memborong beberapa pakaian model terbaru. Itu semua adalah fenomena life style atau gaya hidup remaja yang disebut trendy kini.

Uniknya, barang-barang tersebut biasa dibeli bukan atas dasar kebutuhan (need) tapi semata karena keinginan (want) saja.

Mulai dari sekadar ingin berpenampilan menarik hingga khawatir disebut ketinggalan zaman dan tak paham mode.

Ada juga yang beralasan, membeli tas karena artis idolanya memakai sebuah tas branded dengan harga puluhan juta

Kini, memasuki era global dan zaman modern, umat Islam diperhadapkan  dengan ragam tantangan dan perlawanan dari musuh Islam.

Selain fisik, benturan tersebut kian merambah kepada pertarungan budaya dan pemikiran.

Sebut saja misalnya, paham materialisme, hedonisme, dan konsumerisme.

Biasanya gaya hidup hedonisme yang menjanjikan kesenangan ini dikemas dengan 3F (Food-Fun-Fashion).

Food, berbagai makanan siap saji membuat Muslim tak lagi peduli dengan konsep halal.

Fun, yaitu hiburan dan tontonan yang melalaikan hati. Seperti sinetron, lawak, dan musik.

Sedang fashion menuntun pola pikir remaja bahwa pakaian dan penampilan adalah aktualisasi diri dengan mengikuti trend yang ada. Tak peduli mengumbar aurat atau lainnya.

Adian Husaini, dalam buku Wajah Peradaban Barat menuturkan, globalisasi adalah sesuatu yang kompleks dan sulit dihindarkan oleh manusia yang semakin terintegrasi dalam perkembangan alat-alat komunikasi modern.

Manusia terus dijejali cara berfikir pragmatis untuk melahap apa saja, menikmati hidup, tanpa peduli bahwa cara yang dilakukannya akan menghancurkan nilai-nilai akhlak dan agama. Sebab menurut mereka, hidup adalah untuk mengejar kesenangan.

Hedonisme berasal dari kata “hedone” yang berarti kepuasan. Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, hedonisme diartikan sebagai “the belief that pleasure should be the main aim in life.”

Yaitu pandangan yang menjadikan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Dengan pengertian di atas akibatnya semua hal lalu diukur dengan kebendaan berupa uang atau harta materi lainnya.

Dalam Islam, paham hedonisme dianggap merusak akhlak pribadi seorang Muslim. Karena paham tersebut mengajarkan pada israf (berlebih-lebihan) dan tabzir (boros). Dua perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).

كُلُواْ مِن ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُواْ حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makanlah dari buahnya bila dia berbuah dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya) dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-An’am [6]: 141).

يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang belebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31).*/Arsyis Musyahadah, seorang pengajar  (BERSAMBUNG)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlakberlebih-lebihanBoroshedonismeisraftabzir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Gereja Rehoboth, Anggota DPRD: Kita Bela Rakyat Jika Terbukti IMB nya Tak Sesuai Prosedur
Tulisan selanjutnya GMJ Mengaku Kumpulkan 1,3 Juta KTP Warga Jakarta Dukung Calon Gubernur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Berita
30 Mei 2026 11:16
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?