Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Carilah Informasi Sehat, Jauhi Informasi Sesat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Desember 2010 19:59 7:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Desember 2010 19:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ada pepatah lama mengatakan, “Bumi Tak Selebar Daun Kelor,” Tapi itu masa lalu. Hidup di jaman ini, duni ibarat “dilipat”. Semua pergulatan dunia dan seisinya, bisa kita pantai dari kamar, bahkan tanpa sepengetahuan orang. Inilah, yang namanya era informasi.
Hanya saja masalah, dengan kehidupan serbah wah, berbagai macam informasi ibarat racun. Di lihat nampak baik, padahal jika dirasakan bisa membunuh hati sanubari kita secara pelan-pelan.
Lihat saja tayangan TV. Siang goyang music, sore berita adu jotos, malam debat, esok hari berita gosip. Tiap hari yang disuguhkan pada kita adalah berita kriminal, lempar kursi, bakar-bakar ban di jalan, atau berita korupsi, korupsi atau korupsi. Itu itu saja. Sedikit tayangan yang mampu memotivasi hidup kita.
Padahal, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kaum Muslimin untuk meneliti lebih cermat berita yang dibawa orang fasik demi kewaspadaan terhadapnya, sehingga kelak tidak salah langkah dalam mengambil suatu keputusan. Membenarkan berita yang disebarluaskan oleh orang fasik, apalagi menetapkan suatu keputusan berdasarkan perkataannya, berarti telah mengikuti si fasik. Padahal Allah melarang mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan. Berangkat dari sini pula, para ulama melarang menerima periwayatan (sumber-sumber) dari orang yang tidak diketahui sejarahnya, karena bisa jadi mungkin orang tersebut fasik.
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujuraat: 6)
Ayat di atas kerap dijadikan hujjah (argumentasi) oleh para juru dakwah sekaligus menjadi sarana peringatan bagi kaum Muslimin agar berhati-hati dalam menerima sebuah informasi. Sebab, informasi tak ubahnya dengan makanan, tidak semua informasi itu menyehatkan.
Informasi Menyehatkan
Informasi yang menyehatkan adalah informasi yang mengantar manusia kepada jalan ketaatan kepada-Nya. Dan tidaklah hal itu terwujud melainkan bila alat komunikasi massanya (media cetak atau elektronik) dibangun di atas landasan manhaj al-Qur`an dan Al-Hadits. Di luar itu hanya fatamorgana dan angan-angan.
Terkait dengan hal di atas, Allah berfirman tentang pentingnya para penulis dan wartawan Muslim berpegangan kepada titah wahyu antara lain sebagai berikut:
“Sesungguhnya Allah mamasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, serta pakaian mereka adalah sutra. Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (Al-Hajj: 23-24)
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur`an itu?” (Al-A’raaf: 185)
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan.” (Al-Hadiid: 25)
Dan seterusnya.
Berangkat dari kutipan firman-firman Allah di atas, dengan jelas kita dapat menangkap bahwa visi dan missi media yang sehat adalah mengajak dan mengantar umat manusia pada jalan kebenaran dan keselamatan di bawah petunjuk hukum Tuhan. Mengapa? Karena informasi yang berdasarkan konsep Islam yang benar berorientasi kepada kepentingan alam dan kehidupan, bukan semata kepentingan uang dan hawa nafsu.
Dalam konteks di atas, manusia mempunyai perhatian yang sangat besar terhadap berita, fakta, dan peristiwa. Di lain pihak, mereka memberikan komentar dari sudut pandang Islam dengan tujuan untuk membentuk opini umum yang islami, sesuai dengan syariat. Semuanya itu tentu dikemas dengan kalimat yang tertata rapi, santun, sistematis, tegas, cerdas, serta jauh dari ungkapan-ungkapan buruk dan kotor.
Dalam tesisnya yang berjudul “Darul-I’lam Al-Islami fil-I’dad Lil-Quwwah” seorang pemerhati komunikasi Islam, DR Abdul Majid Al-Abdu menyatakan:

“Dari segi peranan, karakter informasi dalam Islam berbeda dengan yang lainnya, karena tidak hanya berorientasi kepada individu tetapi juga berusaha meluruskan tatanan dan aturan sosial dan menuntunnya ke jalan yang lurus. Buah yang dapat dipetik adalah adanya ikatan antara individu dan masyarakat bertambah erat dan dapat memanifestasikan kepuasan dan kekuatan iman.”

Sarana informasi dalam Islam, masih menurut Abdul Majid, tidak sekadar untuk kepentingan intelektual, seni, bisnis, iklan, atau memberi rangsangan pertumbuhan ekonomi. Tetapi lebih dari itu sebagai jalan membentuk masyarakat yang masih membutuhkan penjelasan makna-makna kebenaran yang kurang jelas, sehingga tidak takut terhadap celaan serta memberikan obat bagi hati yang masih senang berhura-hura yang hanya mementingkan aspek jasadiah, tanpa mempedulikan hekikat hidup sesungguhnya.
Informasi Menyesatkan
Jauh-jauh hari, Allah telah menginformasikan kepada kita secara gamblang bahwa sebelum lahirnya alat-alat komunikasi massa, baik cetak maupun elektronik, akan ada yang dinamakan (lahirnya) kekuatan informasi yang menyesatkan.
“Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang telah diberi bagian dari Al-Kitab (Taurat)? Mereka membeli (memilih) kesesatan (dengan petunjuk) dan mereka bermaksud supaya kamu tersesat (menyimpang) dari jalan (yang benar).” (An-Nisaa’: 44)
“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di muka bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman, dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Dan apabila dikatakan kepadanya, ‘Bertakwalah kepada Allah!” bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (baginya) neraka jahanam. Dan sungguh neraka jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (Al-Hajj: 204-206)
Oleh karena itu, Allah memperingatkan untuk senantiasa mawas diri alias waspada, tidak serta merta percaya terhadap semua informasi yang diterima. Itulah sikap yang bijak.
Tidak sedikit manusia yang salah jalan dan tersesat, akibat mendapatkan informasi yang keliru. Sebab, jalan-jalan (media) yang menyesatkan berbentang begitu banyak dan menarik perhatian.
Khatimah
Karena informasi berdampak pada aspek psikis maupun fisik, semestinya hanya informasi yang tsiqqah (layak dipercaya) saja yang kita terima. Bukalah mata dan telinga, nikmati informasi apapun sesuka Anda, tetapi ketika yang datang sampah dan racun, Anda tahu sendiri jawabannya. Mulailah mencari sumber berita dan media yang membawa hati Anda menuju keimanan dan jaukanlah media dan informasi yang hanya membawa keburukan dan merusak ketenangan hidup Anda. [atw/cha/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DKI Jakarta Bebaskan Pemakaman Warga Miskin
Tulisan selanjutnya Hyena Berkeliaran di Kampung Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?