Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Tebarlah Kebaikan, Perangi Kebatilan!

sahid
Terakhir diupdate: 2 April 2012 09:14 9:14 am
sahid
Dipublikasikan 2 April 2012 09:14
Bagikan
Bagikan

RASULULLAH Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) pernah mengingatkan kita, “Kamu kini jelas atas petunjuk dari Rabbmu, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar dan berjihad di jalan Allah.” Kemudian Rasulullah melanjutkan, “Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih ke situ dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf nahi munkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan al-Qur’an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam.” (HR. Al-Hakim dan At-Tirmidzi).

Dalam sejarahnya, para dai dan muballigh sejati adalah mereka yang kehidupannya sangat sederhana. Identitas utamanya, jauh dari kemewahan dan gemerlapnya hidup.

Amar ma’ruf nahi munkar dan berjihad di jalan Allah merupakan tugas keummatan yang sangat mulia. Al-Quran mengatakan;

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maUruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.” (Ali-Imran: 104)

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Menegakkan kebenaran dalam konteks ini berarti harus disertai dengan mencegah tindakan munkar. Demikian sebaliknya, bila kebenaran telah tegak maka kita dituntut memberantas kemungkaran. Sekecil apapun kebenaran yang sudah mulai berkecambah dalam jiwa, maka segeralah diekspor ke alam sekelilingnya. Agar dia tumbuh lebih besar, berkecambah dan menjadi semarak. Pada proses itu berarti ada terdapat pertarungan antara dua kutub kejahatan dengan kebaikan, al-Haq dan al-Batil, hukum Tuhan versus hukum syetan.

Pada kenyataannya tugas ini amat sangat luar biasa berat. Seiring dengan arus materialisme yang kian merajalela, jumlah orang-orang yang memiliki rasa tanggung jawab turut menegakkan dakwah Islam semakin menyusut. Tugas dakwah menjadi pilihan nomor sekian.

Tugas misi ini memang menuntut banyak pengorbanan, perjuangan yang tak kenal lelah, mental yang kuat, jiwa yang kokoh, kesabaran yang ekstra, tahan terhadap gunjingan, siksaan, cemoohan dan berbagai ujian penderitaan lahir-bathin yang lain.

Dalam catatan sejarahnya, para dai dan muballigh sejati adalah mereka yang kehidupannya sangat sederhana. Identitas utamanya, jauh dari kemewahan dan gemerlapnya hidup. Mereka memilih demikian bukan karena tidak menyukainya, akan tetapi untuk selalu menjaga kebersihan dirinya dan cita-citanya. Agar selalu murni dan tidak tergelincir oleh bujuk rayu syetan yang sangat halus dan setia mengintainya setiap waktu.

Kalaupun ada peluang untuk menjadi kaya, mereka tidak secara rakus memanfaatkannya. Bahkan Imam Malik rela dipenjara dan disiksa oleh Penguasa karena penolakannya ditunjuk menjadi hakim. Padahal tugas sebagai hakim tidak sedikit menjanjikan uang dan harta benda. Posisi pada jabatan ini memungkinkan orang bisa dengan mudah meraup kekayaan.

Sebaliknya, dari jaman ke jaman kecintaan kepada harta benda semakin merajalela. Misalnya, pada pilihan pendidikan. Berapa banyak dari remaja kita yang berjuta-juta itu memilih spesialisasi sekolahnya disertai niatan menegakkan agama Allah di masyarakatnya? Berapa banyak dari remaja kita yang dari waktu ke waktu dalam jam belajarnya menetapkan keprihatinan hatinya? Media massa kita juga rupanya ikut membangun masyarakat materialistik dengan muatan-muatannya yang lebih banyak menumpulkan hati nurani manusia. Banyak media bukan menjadikan masyarakat lebih beriman, bahkan semakin jauh dari agama dan keyakinannya.

Seiring dengan itu generasi kita terus dibujuk dan dirayu untuk masuk ke dalam kehidupan hedonis. Kehidupan yang sebenarnya membuat renggang hubungan kekerabatan, silaturrahmi, bersaudaraan, penuh ego dan kehilangan kehalusan-kehalusan jiwa. TV, film dan sinetron kita mengajarkan hura-hura, kebebasan hidup dan dendam.

Pada akhirnya, tatanan baru di era Pasar Bebas ini, akhirnya hanya ingin menciptakan komunitas kehidupan masyarakat yang berkarakter ugal-ugalan. Masyarakat yang diinginkannya adalah masyarakat seperti yang kita saksikan di Barat yang serba bebas, pesat secara lahiriyah tetapi bobrok dan hancur nilai moral-kemanusiaannya.

Masyarakat Indonesia akan digiring ke sana agar kehilangan identitasnya sebagai muslim sejati. Orang lain yang akan mencapkan identitas baru di kening kita. Bukan kita sendiri yang membangun jiwa raga dan akal budi kita.

Semakin banyaknya orang yang mengalami stres, putus asa, lemah harapan, dan bahkan sampai pada maraknya bunuh diri belakangan merupakan dampak dari cara pandang yang salah itu. Ketika dollar dan rupiah sudah diagungkan, harta dan hajatan hidup diutamakan, akan tetapi berbarengan dengan itu semuanya hilang dibalik bumi alias tidak diperoleh, maka yang muncul adalah kekecewaan. Kekecewaan yang berhari-berminggu dan berbulan dan entah sampai kapan akan berakhir ini, akan memunculkan manusia-manusia berputus asa. Sebagaimana janji Allah sendiri.

وَلَنُذِيقَنَّهُمْ مِنَ الْعَذَابِ الْأَدْنَى دُونَ الْعَذَابِ الْأَكْبَرِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS: As Sajdah: 21)

Saham utama yang bisa kita tanamkan, agar segala keadaan ini tidak menggiring terus generasi di bawah kita ke jurang kesalahan, ialah tidak pernah berhenti beramar ma’ruf nahi munkar. Ayo kita mulai, paling tidak dari diri kita, keluarga kita, tetangga, kantor kita dan lingkungan sekitar.*

Redaktur: sahid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hermeneutika Sebagai Agenda untuk Mendekonstruksi Hukum Islam
Tulisan selanjutnya Jepang Segera Terbitkan Sejuta E-Book

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?