Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Bersandarlah Hanya pada Allah Semata!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2013 13:20 1:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2013 13:20
Bagikan
Bagikan

“Allah adalah Tuhan yang kepada-Nya segala sesuatu bergantung.” Demikianlah kurang lebih terjemahan dari kalimat singkat yang terdapat pada ayat ke-2 dari surah al-Ikhlas, yaitu ‘allahus shamad’. Kita pun pasti sudah sangat akrab dengannya. Tampaknya, surah ini bersama surah al-Fatihah dan al-Mu’awwidzatain, termasuk bacaan yang paling sering dilafalkan kaum muslimin di seluruh dunia. Makna surah ini memang luar biasa, sehingga disebut sebagai sepertiga al-Qur’an oleh Rasulullah.” (Riwayat Bukhari dari Abu Sa’id, dan Muslim dari Abu Hurairah).

MENURUT Abu Bakr Ibnul Anbari (seorang pakar bahasa Arab, w. 328 H), kata ash-shamad berarti sayyid (tuan, pemimpin) yang tidak ada lagi yang lebih tinggi di atasnya, dimana semua orang bersandar kepadanya dalam segala urusan dan kebutuhan mereka. Demikianlah pengertiannya secara bahasa. Alhasil, ketika sifat tersebut dilekatkan kepada Allah, berarti tidak ada lagi siapa pun atau apa pun di atas-Nya, dimana semua makhluk melabuhkan seluruh pengharapan dan keperluan mereka. Dialah puncak tertinggi, harapan terakhir, satu-satunya yang senantisa bisa diandalkan pada saat semua telah menyerah. Dan, sungguh siapa saja yang bersandar kepada-Nya tidak akan kecewa.

Ayat yang hanya terdiri dari dua kata tersebut mengajarkan kepada kita satu nilai penting yang tidak ada duanya dalam Islam. Bahwa semestinya hanya kepada Allah-lah kita bersandar, bergantung, menjadikan andalan. Bukan kepada yang lain, entah yang kasat mata maupun gaib. Inilah inti tauhid. Ini pulalah yang semestinya kita pertajam dari waktu ke waktu, dan kita ajarkan pula kepada anak-anak dan murid-murid kita.

Mengapa pembicaraan seputar masalah ini dirasa penting? Sebab, ada banyak fenomena memprihatinkan yang terjadi. Misalnya, anggapan bahwa profesi dan pekerjaanlah yang menjamin rezeki seseorang, sehingga masyarakat beramai-ramai menyerbu lowongan pekerjaan tertentu, atau pendidikan yang bisa mengantarkan kepada pekerjaan tertentu.

Sebagian mereka bahkan bersedia membayar “biaya siluman” hingga ratusan juta rupiah, hanya untuk memastikan dirinya diterima.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Sungguh, fenomena seperti ini tidak mungkin lahir kecuali dari lemahnya fondasi akidah tauhid, bahwa Allah-lah yang memberi rezeki, menentukan hidup dan mati, dan satu-satunya andalan bagi segala sesuatu. Bukan pemerintah, bukan universitas, bukan bank, bahkan bukan siapa pun atau apa pun selain Allah!

Sebetulnya, memilih pekerjaan apa saja bukanlah sebuah dosa, sepanjang tidak mengandung maksiat di dalamnya. Yang menjadi persoalan adalah keyakinan-keyakinan keliru yang tertanam di balik pilihan tersebut. Dengan tanpa bermaksud untuk buruk sangka atau menggeneralisir, samar-samar sebenarnya kita bisa mencium aroma ketidakberesan akidah itu ketika membaca berita penipuan dan kasus suap-menyuap dalam seleksi pegawai negeri atau penerimaan mahasiswa baru.

Diceritakan bahwa dulu setiap kali memberi pembekalan tugas ke suatu daerah, Allahu-yarham Ustadz Abdullah Said (pendiri Ormas Hidayatullah) sering berpesan kepada para santri, kurang lebih demikian: “Allah di Papua adalah sama dengan Allah di Gunung Tembak!” Nama daerah yang disebut terakhir adalah lokasi tempat Kampus Pusat Hidayatullah di Balikpapan (Kaltim) berada.

Artinya, jika doa-doa kita didengar serta dikabulkan oleh Allah di suatu tempat, maka di tempat lain pun demikian. Sebab, Dia adalah Tuhan di sini, juga Tuhan di sana. Bukankah seluruh jagad raya adalah milik-Nya semata? Keyakinan inilah yang melecut semangat para santri untuk menembus rimba belantara, menyusuri sungai-sungai berliku, dan berupaya mendakwahkan Islam ke mana pun mereka ditugaskan.

Bekal keyakinan seperti inilah yang sesungguhnya tertanam dalam jiwa para da’i muslim di masa silam, semisal Wali Songo. Bayangkanlah bagaimana Wali Songo tertua, yaitu Syeikh Ibrahim Samarqandi yang berasal dari Uzbekistan (Asia Tengah) datang ke Tanah Jawa, lalu mengajarkan Islam kepada penduduknya yang mayoritas menganut Hindu, Buddha, atau Animisme. Bayangkanlah kendala-kendala bahasa, budaya, makanan, iklim, dsb. Tetapi, bukankah Allah yang beliau sembah di Asia Tengah adalah Tuhan yang juga menguasai Tanah Jawa? Jadi, beliau tidak pernah merasa sendirian dan terasing, karena Allah selalu menyertainya, mendengar permohonannya, mengawasi gerak-geriknya, bahkan seandainya beliau mengembara hingga ke lubang semut sekali pun.

Oleh karenanya, betapa pentingnya menyemai serta mengukuhkan keyakinan semacam ini dalam jiwa kita, kemudian mewariskannya kepada generasi di belakang kita. Warisan harta bisa dengan mudah berakhir, entah karena dipergunakan, rusak, dicuri, diberikan, dibagi, dan seterusnya. Warisan pekerjaan pun bisa saja tamat seiring pergantian zaman. Kita semua pasti mengerti, betapa banyak jenis pekerjaan atau usaha yang dulu ada namun kini telah punah atau di ambang kepunahan, seperti usaha wartel, atau tukang patri dan penjual minyak tanah. Pekerjaan dan bisnis yang kini mentereng bisa saja diabaikan suatu saat nanti.

Namun, jika anak-anak itu mewarisi keyakinan yang kukuh dari pendahulunya, maka kehidupan mereka tidak berguncang oleh ketiadaan orangtua, entah karena meninggal atau terpisah jarak dan tempat. PHK atau mutasi pun tidak akan pernah menciutkan nyalinya, sebab mereka masih memiliki Allah yang tidak pernah mati dan selalu hadir. Sampai kapan pun mereka hidup, sejauh mana pun mereka berkelana, sesulit apa pun persoalan yang membelit, mereka selalu bisa menengadahkan tangan dan seketika itu pula Allah mendengar doanya.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ

“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.” (QS: al Ikhlas [112: 1-2)

Allah adalah tempat bergantung segala sesuatu, maka seharusnyalah kita bergantung sepenuhnya hanya padaNYA. Jika kita telah bergantung hanya kepadaNya, maka kita tak akan pernah meminta sedikit pun kepada selain DIA (Allah). Wallahu a’lam.*/Alimin Mukhtar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemotongan Kuoto Haji Diperkirakan Selama Tiga Tahun
Tulisan selanjutnya Paman Bashar al-Assad Jual Rumah Mewah di Paris

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?