Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Tunjukkan Kasih Sayang dengan Cara yang Benar dan Diridhoi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Februari 2014 08:06 8:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Februari 2014 08:04
Bagikan
Berkasih sayang antar sesama Muslim diwajibkan. Tanpa perlu hari, bulan dan tahun khusus
Bagikan

Oleh: Zainal Arifin

KASIH sayang adalah sebuah keniscayaan yang mengiringi kehidupan umat manuisa di muka bumi ini. Sejarah penciptaan manusia dari awal hingga detik ini tidak dapat dipisahkan dari rasa kasih sayang.

Adanya regenerasi kehidupan manusia dari zaman ke zaman juga merupakan bukti eksistensinya rasa saling menyayangi antara individu satu dengan lainnya. Lalu, mengapa masih banyak orang yang menderita jika di antara mereka telah saling berkasih sayang?

Fenomena kehidupan modern menunjukkan adanya erosi dalam saling berkasih sayang, sehingga norma-norma kehidupan yang hakiki sering terabaikan.

Ambilah contoh maraknya peperangan atau agresi militer yang telah membinasakan dan menyengsarakan banyak orang termasuk bayi dan anak-anak yang tidak berdosa. Belum lagi kezaliman yang diperagakan para pemimpin sehingga mengakibatkan rakyatnya hidup menderita di bawah garis kemiskinan. Diperparah lagi dengan ulah generasi muda yang sebagian besar telah terjebak dalam mazhab hedonis, sehingga menjadikan kasih sayang sekedar dalih untuk mereguk kesenangan dan kenikmatan dunia semata.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tradisi saling berkasih sayang yang diperagakan setiap generasi manusia banyak yang hanya beraroma kesenangan dan kenikmatan dunia saja. Dengan kata lain, ada banyak orang yang mendefinisikan kasih sayang sebatas ungkapan rasa cinta pada lawan jenis walau itu hanya sesaat.

Bahkan, sebagian besar mereka menjadikan seks sebagai klimaks dari drama percintaan dalam kehidupannya.

Pertanyaannya, bolehkah disebut saling menyayangi jika apa yang mereka lakukan menimbulkan penderitan atau kehancuran bagi orang lain? Bukankah kasih sayang itu wujud dari kepedulian terhadap diri dan sekitarnya sehingga terjaganya kelestarian suatu populasi yang ideal?

Coba cermati pergaulan bebas yang semakin marak terjadi di beberapa negara termasuk Indonesia.

Penyimpangan akan makna kasih sayang tampak kasat mata akibat ulah seks bebas pada saat datangnya momentum peringatan hari kasih sayang itu sendiri.

Berita beredarnya coklat berhadiah kondom di sejumlah tempat perbelanjaan umum menjelang Valentine’s Day merupakan fakta yang tidak dapat ditutupi lagi.

Sebagaimana penelusuran Radar Bogor yang menemukan penjualan coklat berhadiah kondom tidak hanya di apotek, tetapi juga di kios-kios kecil dan minimarket (JPNN, 14/2/2013). Bahkan, di Pontianak, Kalimantan Barat, penjualan kondom menjelang valentine’s day tahun lalu meningkat sampai 500 persen dari hari-hari biasanya (Okezone, 13/2/2013).

Dari uraian tersebut, wajar apabila upaya penanggulangan HIV/AIDS di negeri ini sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang maksimal, bahkan jumlah kasusnya meningkat.

Mengutip data dari Kementerian Kesehatan yang mencatat pada semester pertama 2013 dari Januari hingga Juni terdapat 1.996 penderita yang baru terinfeksi HIV/AIDS pada kelompok usia 15-24 tahun. Jumlah tersebut sudah lebih dari separuh infeksi baru HIV/AIDS usia 15-24 tahun yang tercatat di meja Kemenkes pada 2012 yakni 3.661 kasus.

Koordinator Pelaporan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Djadjat Sudrajat mengatakan jumlah tersebut hanya yang tercatat atau diketahui saja. Penderita yang tidak terdeteksi diperkirakan masih lebih banyak lagi (Metrotvnews, 25/11/2013).

Fakta-fakta yang telah disebutkan di atas merupakan gambaran jika bentuk apresiasi rasa kasih sayang beberapa dekade belakangan ini, khususnya di Indonesia, semakin jauh meninggalkan kaidahnya.

Selain tidak sesuai dengan norma-norma agama maupun budaya, perilaku saling berkasih sayang dengan atas dasar kesenangan dan kenikmatan sesaat tersebut, sangat tidak mencerminkan etika saling berkasih sayang sebagaimana tuntunan sebenarnya, sehingga sangat rentan menimbulkan konflik sosial berkepanjangan.*/bersambung

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
12Halaman selanjutnya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hariri: “Saya Sayangkan banyak Anak, lebih Saya Sayangkan Kelakuan Saya”
Tulisan selanjutnya Pilih Capres Terpuji, Bukan Orang Serakah dan Curang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?