Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Memenangkan Pertarungan dalam Hati

Ahmad
Terakhir diupdate: 13 Maret 2017 17:00 5:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 13 Maret 2017 16:59
Bagikan
Bagikan

MENGATAKAN diri beriman tentu tidak sulit. Namun, membuktikannya butuh perjuangan sekaligus pengorbanan.

Ketika Nabi Ya’kub kehilangan putranya Yusuf, boleh jadi rasionya mengatakan, kemana Yusuf hendak dicari. Namun, keyakinan kuat bahwa Allah Maha Kuasa membuatnya mampu tegar dan bersabar. Menariknya itu terjadi justru kala beliau melihat dengan jelas bahwa putra-putranya yang zalim kepada Yusuf begitu ringan membohongi dirinya.

وَجَآؤُوا عَلَى قَمِيصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْراً فَصَبْرٌ جَمِيلٌ وَاللّهُ الْمُسْتَعَانُ عَلَى مَا تَصِفُونَ

 “Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata: ‘Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.” (QS. Yusuf [12]: 18).

Dalam situasi tersebut, sungguh berat apa yang menimpa Nabi Ya’kub. Sekian lama beliau menjaga Yusuf, namun akhirnya putra kesayangannya itu harus hilang dari pelukannya karena tipu daya saudara-saudara Yusuf yang dipenuhi kedengkian dan berani membohonginya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Orang Beriman Tak Mungkin Malas

Akan tetapi, lihatlah pilihan sikap yang diambil oleh Nabi Ya’kub. “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku).”

Terhadap ucapan tersebut, Ibn Katsir menjelaskan bahwa Nabi Ya’kub bertekad untuk bersbar dengan sebaik-baik kesabaran dalam menghadapi masalah yang disekongkolkan putra-putranya yang zalim. Dirinya berupaya yakin bahwa Allah pasti memberikan pertolongan.

Ungkapan Nabi Ya’kub menunjukkan hati yang menang, hati yang diliputi keimanan. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Iman seseorang tidak akan sempurna sehingga hatinya telah lurus (istiqomah). Dan hatinya tidak akan lurus sehingga lisannya pun lurus.” (HR. Thabrani).

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menghadapi situasi-situasi sulit. Di sinilah peperangan dalam hati, antara iman dan hawa nafsu harus dimenangkan oleh keimanan.

Sebagai contoh sederhana, saat mendengar panggilan sholat melalui adzan di masjid, pertarungan akan segera terjadi. Iman mendorong diri untuk segera bangkit dan menuju masjid. Hawa nafsu sebaliknya, tunda dulu bahkan kalau bisa tidak perlu sholat. Masih banyak pekerjaan dan masih bisa sholat kapan-kapan.

Baca: Inilah Ungkapan Orang Beriman saat Genting

Pertarungan sedikit lebih sengit terjadi di dalam hati kala diri sudah menetapkan komitmen untuk taat di jalan Allah.

Seperti dialami oleh seorang pengusaha yang bertutur kepada penulis. Dirinya mulai paham bahwa riba itu buruk dan nista. Seketika ia bertekad untuk meninggalkan segala macam rupa riba. Akibatnya jelas, teman-teman sesama pengusaha mempertanyakan keputusannya, bahkan sebagian memperolok-olokkannya. Dan, pada saat yang sama, akses untuk mendapatkan modal berupa dana, menjadi sangat terbatas.

Dalam situasi sulit tersebut, bukan tidak mungkin pertarungan antara iman dan hawa nafsu berkecamuk begitu hebat. Dan, mereka yang yakin bahwa taat kepada Allah akan mendatangkan keberkahan hidup, ujian yang pasti berakhir dari sisi keduniawian itu pasti siap ia lalui dengan baik.

Keimanan memantabkan pilihan hati bahwa mengikuti atau kalah dari hawa nafsu adalah seburuk-buruk kekalahan. Sebagaimana syair menyebutkan;

Jika orang selalu menuruti hawa nafsu

Maka pada kebathilan ia akan menuju

Pada dosa dan cela-lah ia akan tiba

Hanya karena kesenangan yang mudah sirna

Demikian pula bagi kaum wanita yang memutuskan diri untuk hijrah dengan kembali menutup aurat (berhijab). Spontan orang-orang yang selama ini mengelilinginya, menemani makan dan mungkin juga punya hubungan sangat dekat langsung berubah sikap dengan pilihan diri berhijab.

Baca: Berhijablah untuk Cari Ridho-NYa, bukan ikut Tren

Sebagian menertawakan, sebagian seolah menasehati namun justru melemahkan tekad. “Yang penting itu hati yang berhijab.”

Bahkan belakangan, karena ramai di internet berita hoax putri Raja Salman tidak berhijab, seolah-olah semakin menguatkan argumen bahwa Muslimah tidak harus berhijab, yang penting sholat dan hatinya baik.

Padahal, hijab adalah perintah dan karena itu, hijab bukan soal pilihan, tetapi ketaatan. Mereka yang menyadari hal ini, akan teguh dengan hijabnya, meski manusia di sekelilingnya selalu salah paham dengan perjuangannya untuk taat kepada-Nya dengan berhijab.

Demikianlah bila pertarungan dalam hati dimenangkan oleh iman. Boleh jadi akan muncul kalimat dalam dirinya yang merupakan buah dari pemahaman mendalam akan hakikat hijab, “Berhijab adalah langkah awal memperbaiki diri dan menata hati untuk lebih taat kepada Ilahi.”

Untuk itu, mari kondisikan hati kita untuk selalu diisi oleh keimanan, sehingga pertarungan di dalam hati tidak pernah dimenangkan oleh hawa nafsu.

“Adapun orang-orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal (nya). Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi’at [79]: 37 – 41).

Semoga Allah senantiasa membimbing hati kita pada keimanan, sehingga kita bisa meraih kemenangan sejati berupa ridha Ilahi Rabbi dari kini (dunia) hingga nanti (akhirat). Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hawa nafsuhijabImanpertarungan diri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UNICEF: 2016 Tahun Terburuk Anak-Anak Suriah
Tulisan selanjutnya Mengunjungi Kota Bawah Tanah di Turki [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida

Berita
10 Juli 2026 05:00
Perwira Cadangan ‘Israel’: Pasukan Kami Sedang Mengalami Kemerosotan Moral
Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?