QADHI MUHAMMAD BIN YUSUF merupakan asisten Qadhi Ismail bin Ishaq ulama yang menyebarkan madzhab Maliki di Iraq. Suatu saat Ibrahim Al Harbi seorang ulama ahli ibadah Iraq mengunjungi Qadhi Ismail bin Ishaq di rumah beliau. Tatkala Ibrahim Al Harbi melepas kedua sandal beliau, Qadhi Muhammad bin Yusuf asisten Qadhi Ismail membungkus sandal itu dengan sapu tangan dan menyimpan di saku beliau.
Ibrahim Al Harbi dan Qadhi Ismail pun membahas ilmu hingga para hadirin merasa takjub dengan keduanya. Sampai akhirnya Ibrahim Al Harbi berdiri pamit, dan mencari-cari sandal beliau. Qadhi Muhammad bin Yusuf pun datang dan mengeluarkan kedua sandal Ibrahim Al Harbi dari saku beliau yang terbungkus dengan sapu tangan. Ibrahim Al Harbi pun menyampaikan,”Semoga Allah mengampuni engkau seperti engkau memuliakan ilmu”.
Setelah Qadhi Muhammad bin Yusuf wafat, ada yang bermimpi bertemu dengan beliau hingga bertanya,”Bagaimana keadaan Anda?” Qadhi Muhammad bin Yusuf menyampaikan,”Dikabulkan doa orang shalih Ibrahim Al Harbi hingga aku diampuni”. (Tarikh Al Baghdad,3/404)
Dari kisah di atas, bisa disimpulkan betapa ulama terdahulu amat memuliakan ulama. Bukan karena pribadi ulama itu namun karena ilmu yang dimilki, hingga memuliakan mereka sama dengan memuliakan ilmu.*