Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Ayah, Perancang Waktu Pagi Hari

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Maret 2011 09:45 9:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Maret 2011 09:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Ada sebuah peribahasa yang menggambarkan pentingnya suasana pagi: ”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing). Pagi hari adalah saat-saat yang penting untuk memulai aktifitas. Pagi hari adalah mulainya orang meraih harapan dan optimis. Terkadang waktu pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan kesuksesan.

Banyak doa-doa dari Rasulullah SAW yang mengajarkan kepada kita agar kita memperhatikan sekali waktu pagi.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

“Ya Allah, (sampaikanlah) shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad”. (Dibaca sepuluh kali)

“Siapa yang bershalawat kepadaku saat pagi sepuluh kali, dan sore sepuluh kali, maka dia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” (HR. Thabrani)

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

اللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ

“Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu)”.

Allah SWT memerintahkan manusia agar memperhatikan waktu pagi sebaik-baiknya. Waktu pagi adalah waktu agar kita dapat melingkupinya dengan dzikir kepada Allah SWT.

وَاذْكُر رَّبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ الْغَافِلِينَ

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf[7]:205)

Dalam penjelasan tafsir Ibnu Katsir berkenaan ayat ini, beliau mengatakan bahwa ayat ini adalah termasuk ayat Makkiyyah. Dan ayat ini diperintahkan oleh Allah SWT sebelum diwajibkannya shalat lima waktu pada malam Isra’ Mi’raj.

Ini menunjukkan bahwa waktu pagi adalah waktu yang sangat penting dalam hidup manusia, sehingga Allah SWT pun menyuruh manusia untuk dekat dengan-Nya pada pagi hari.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW mengabarkan akan begitu besarnya perhatian para malaikat kepada hamba-Nya di waktu pagi. Pagi hari menjadi awal mula diukurnya sebuah kwalitas hari itu. Ketika kita meniatkan untuk melakukan kebaikan di pagi hari, malaikat pun ikut membelanya. Dan bahkan ikut serta mendoakan akan semua harta yang dimilikinya.
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَخِي عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ أَبِي مُزَرِّدٍ عَنْ أَبِي الْحُبَابِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepada saya saudaraku dari Sulaiman dari Mu’awiyah bin Abu Muzarrid dari Abu Al Hubab dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya, sedangkan yang satunya lagi berkata; Ya Allah berikanlah kehancuran (kebinasaan) kepada orang yang menahan hartanya (bakhil).” (HR. Bukhari)

Rasulullah SAW pun telah berdoa kepada Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada ummatnya yang beraktifitas di waktu pagi hari. Tentunya doa Rasulullah SAW adalah doa mustajab, yang sangat didengar oleh Allah SWT.

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)

“Barang siapa yang membacanya di pagi hari, maka sungguh ia telah bersyukur pada hari itu. Barang siapa yang membacanya di sore hari, maka ia sungguh telah bersyukur pada malam itu”.(HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

Pagi hari dan amarah

Pagi hari ada awal kesibukan di mulat. Biasanya, waktu inilah tempat-tempat emosi mudah meledak. Tak hanya kesibukan diri senidiri. Pagi hari tempat banyak orang dari bagian keluarga kita yang memerlukan dukunan. Setiap pagi, anak harus pergi sekolah. Mereka memerlukan dukungan psikologi yang besar. Dorongan mental yang kuat dari orangtuanya. Terutama adalah dari ayahnya.

Selain momen anak, yang harus diperhatikan oleh seorang ayah adalah momen ibu, yaitu istrinya. Pagi hari adalah pagi yang sibuk bagi seorang ibu. Ia harus bangun lebih pagi dibandingkan yang lain. Ia menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga, menyiapkan bekal makan siang untuk anak-anak mereka, dan membuat hal-hal yang memastikan semua terorganisir dengan baik sebelum seluruh anggota keluarga beranjak dari ranjang.

Kerja ibu akan selalu menjadi yang pertama untuk bangun terutama pada hari-hari sekolah. Sangat awal subuh, kita bisa mendengar suara-suara terang menutup pintu, gelas dicuci dll Ini adalah suara seorang ibu yang bekerja melakukan pekerjaan sehari-hari pagi.

Sedangkan seorang ayah lebih cenderung untuk memikirkan bagaimana dengan pekerjaan kantor yang akan dilakukannya. Tidak jarang rusaknya suasana pagi disebabkan oleh “Morning Stress Syndrome” yang menimpa seorang ibu.

Kurangnya perhatian suami kepada istrinya, menyebabkan beban pekerjaan harian yang dirasakan oleh istrinya menjadi semakin berat. Karena itu, seorang ayah perlu memperhatikan dua sisi ini, yaitu sisi ibu dan sisi anak. Melakukan awal komunikasi yang baik adalah salah satu cara mengurangi beban istrinya.

Di sinilah perlunya sukungan ayah yang baik. Ayah perlu mengendalikan suasana dan mengelolanya di pagi hari. Karena itu hindari hal-hal yang akan membuat anak kurang semangat di suasana pagi untuk memulai aktifitas sekolah mereka atau hal-hal yang hanya akan menambah beban perasaan istri.

Ayah yang bijak adalah sosok yang mampu mengendalikan amarahnya, terutama pada saat pagi hari. Kondisikan semangat pagi hari adalah semangat untuk memulai merubah kesalahan, memperbaiki kekurangan, mencoba sekali lagi dari ketidak berhasilan, dan menguatkan tekad bagi si anak atau sedikit meringankan beban istri. Sekedar sebuah teguran kecil agar anak lebih bersemangat, atau pujian untuk istri.

Kekurangan ayah memahami situasi pagi seperti ini tak jarang hanya membuahkan konflik. Karenanya hindari hal-hal yang hanya akan membuahkan konflik atau pertengkaran di pagi hari. Jagalah suasana pagi dengan seindah mungkin. Fikirkan masak-masak sekali lagi apabila akan membuat konflik atau marah walaupun itu adalah sesuatu yang harus diungkapkan secepatnya. Sebisa mungkin tunda keinginan kita untuk membuat konflik atau ketidak tenangan di pagi hari. Dan pilih waktu yang tepat untuk menyelesaikan konflik itu.

Waktu sore dan malam hari adalah waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah-masalah di pagi dan siang hari. Karena waktu sore dan malam akan ditutup dengan tidur dan shalat malam. Tidur dan shalat malam ini akan lebih mengendurkan perasaan tegang yang terjadi pada sore atau malam hari. Dengan adanya tidur di malam harinya, ketika bangun di pagi hari, hal-hal yang mengganggu fikiranya dapat lebih ringan dihadapinya. Dipandang dari sisi kedokteran pun setelah tidur, biasanya badan dan fikiran akan lebih segar. Syukur ditambah dengan shalat sunnah sebelum shalat fajar dan dzikir yang kita panjatkan, maka suasana pagi akan kita dapatkan dengan sangat nyaman dan tenang sekali.

Dalam al-Quran Allah SWT memberikan pelajaran kepada para suami tentang keberadaan istrinya sebagai pendamping yang akan membuatnya merasa lebih tentram dan timbul rasa kasih sayang.

Rasulullah mengatakan, sebaik-baik akhlak seorang suami adalah bagaimana ia memperlakukan secara baik istrinya.

“Orang yang paling baik di antara kamu ialah orang yang paling baik terhadap isterinya. Sedang aku adalah orang yang paling baik terhadap isteri.” (HR. Tabrani dan Tirmidzi).

Banyak kasus, akibat kurangnya perhatian suami kepada istrinya, menyebabkan beban pekerjaan harian yang dirasakan sang istri menjadi semakin berat. Marilah kita semua berusaha menjadi ayah, sekaligus suami yang baik. Menjadi manager keluarga, pengelola, pengendali sekaligus pelindung anak dan istri kita.*/Yusuf Muhammad Efendy, tinggal di San Francisco, Amerika

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penderita HIV/AIDS di DKI Berada Ranking 3
Tulisan selanjutnya Netanyahu: Israel Siap Membalas dengan Pasukan Besar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?