Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Membangunan Keluarga dan Masyarakat Islami [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Desember 2015 12:39 12:39 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Desember 2015 13:36
Bagikan
Jagalah anak dan keluarga kita dari api neraka
Bagikan

Oleh: Dr. H. Jeje Zaenudin

 

KELUARGA sebagai inti dari bangunan masyarakat sepatutnya menjadi perhatian serius dalam gerakan pembangunan masyarakat dan negara yang kuat. Kualitas dan ketahanan keluarga menjadi modal utama bagi kualitas dan ketahanan masyarakat dan negara, demikian pula sebaliknya lemahnya kualitas dan ketahanan keluarga menjadi faktor dominan bagi kelemahan masyarakat dan negara.

Bagi bangsa Indonesia makna pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang mencakup semua dimensi kehidupan untuk mencapai cita-cita kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu  terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, lahir dan batin,  sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Kualitas hidup tidak mungkin hanya diukur dan ditentukan oleh faktor kemakmuran materi semata, tetapi juga sangat ditentukan oleh nilai moral spiritual. Dalam konteks ini keyakinan terhadap ajaran agama yang dipeluk masyarakat dan pemahaman serta pengamalannya secara benar dan tepat menjadi faktor penting dalam mengarahkan kehidupan berkualitas dalam makna yang sempurna meliputi lahir dan batin.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya memeluk Islam, peran ajaran Islam dalam memberi pijakan perumusan nilai-nilai kehidupan keluarga dan masyarakat tidak dapat diabaikan. Sehingga menjadi suatu keniscayaan agar gerakan pembanguan keluarga dan masyarakat Indonesia dapat mencapai tujuannya secara lebih cepat dan sempurna, di antaranya sosialisasi dan realisasinya melalui pendekatan keagamaan secara benar dan tepat pula. Dengan mengikuti paradigma keagamaan dan sekaligus mengarahkannya secara positif dan aktif terhadap gerakan pembanguan keluarga Indonesia, diharapkan terjadi keserasian dan keharmonisan antara gerakan keagamaan dengan gerakan pembangunan nasional dan terantisipasinya gerakan pemikiran dan praktek keagamaan yang justru kontra produktif dengan pembangunan bangsa.

Perhatian Islam terhadap pembangunan kualitas dan ketahanan keluarga sangatlah besar. Ada sekitar 70 ayat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan masalah keluarga (Abdul Wahhab Khalaf, tt: 6). Dari mulai masalah siapa yang halal dan haram dikawini, hukum dan cara pertunangan, cara akad perkawinan, hukum dan benda maskawin, hak dan kewajiban suami istri, hak dan kewajiban anak, hukum dan macam perceraian, masa iddah, rujuk, hingga pembagian warisan.

Di antara yang sangat penting untuk dicatat adalah peringatan Al-Quran tentang kewajiban menjaga keluarga dari terjerumus kepada kehancuran hidup dunia dan akhirat (Al Tahrim: 6); kewajiban mempersiapkan anak-cucu sebagai generasi pelanjut agar jangan ditinggalkan dalam keadaan lemah (An Nisa: 4): hingga Islam menawarkan konsep keluarga SAMARA (Sakinah, Mawaddah,  Wa rahmah) yang diambil dari surat AR Rum ayat ke 21.

Konsep “samara” yang bersifat terbatas kepada pasangan suami istri dilengkapi dengan konsep yang lebih luas yaitu pada tataran keluarga dan masyarakat, berbangsa dan bernegara. Al-Quran menawarkan konsep kehidupan yang paripurna, berkualitas lahir dan batin, dengan cara membangun pola kehidupan yang serba positif dan penuh dengan amal saleh yang disebut ungkapan hayatan thayyiba atau kehidupan yang serba baik (16 : 97).

Sebagai agama yang membawa misi perubahan  besar dalam kehidupan masyarakat, Islam menempuh cara perubahan yang bersifat gradual. Dari perubahan mental spiritual kepada perubahan perilaku dan gaya hidup yang pada akhirnya membangun kebudayaan dan peradaban di bawah bimbingan wahyu. Yaitu dengan menanamkan nilai-nilai tauhid yang sebaik-baiknya dalam jiwa individu dan keluarga untuk  kemudian pada akhirnya menjadi nilai-nilai yang hidup pada masyarakat secara luas.

Ketika Al-Quran berbicara pendidikan nilai dalam keluarga, maka ia menempuh gaya bercerita dengan memilih Lukmanulhakim sebagai pribadi seorang ayah yang bijak untuk menjadi teladan bagi keluarga mukmin, maka nasihat  yang pertama disebutkan Al-Quran adalah perintah bersyukur dan penanaman tauhid (Lukman: 12-16), atau kisah Nabi Zakariya yang dengan gaya puitis  memelas dan merintih dalam doanya memohon kepada Allah untuk diberi keturunan yang melanjutkan kepemimpinannya (Maryam: 1-6)

Dalam tataran masyarakat, Nabi Muhammad membangun masyarakat Islam di Madinah dengan nilai-nilai dasarnya yang telah diletakan dalam keluarga. Sejarah Tasyri’ Islam (pembentukan hukum syariat) menunjukan bahwa ayat-ayat yang membimbing ketahanan dan kekuatan keluarga banyak diturunkan lebih dulu daripada ayat-ayat tentang sanksi hukuman cambuk bagi pezina, potong tangan bagi pencuri, qisas bagi pembunuh dan hukum pembagian waris.

Ketika Islam menyebar dan dipeluk berbagai bangsa, nilai-nilai Islam dalam keluarga itu pula yang paling duluan diajarkan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Muslim. Tidak terkecuali ketika Islam masuk ke dan dipeluk penduduk Nusantara. Di antara nilai-nilai ajaran Islam yang penting dalam membangun keluarga dan masyarakat adalah:

Pertama. Nilai sakralitas perkawinan.

Perkawinan bagi masyarakat Indonesia adalah suci dan perwujudan ibadah. Sebab itu perkawinan dilangsungkan dengan cara yang sakral dan rangkaian penuh ritual. Perkawinan dalam Islam dimaksudkan melaksanakan perintah Allah  (Hilman Hadikusuma, 2007: 23). Sejalan dengan filosofi perkawinan menurut Al-Quran sebagai ikatan perjanjian yang kokoh dan sakral antara seorang suami dengan istrinya, bukan sekedar kontrak sosial yang mengabsahkan hubungan biologis semata. Sehingga perkawinan berdimensi ibadah sebagai pelaksanaan syariat agama dimana mengamalkannya harus diniatkan meneladani para nabi dan mengharap pahala. Al-Quran menyebut ikrar perkawinan dengan ‘aqd al nikâh, dan disifati dengan mîtsaqan ghalîzhan (An Nisa: 21 ).* (BERSAMBUNG)

Penulis iInisiator MIUMI, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pesatuan Islam (PERSIS)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:KeluargamawaddahperkawinanpernikahansakinahSamara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fitnah Akhir Zaman; Beriman Pagi Hari, Kafir di Sore Hari
Tulisan selanjutnya Delima Turunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?